Anak Perempuan Boleh Main Mobil-mobilan

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Awal bulan ini, Aleisha minta dibelikan mainan mobil-mobilan. Karena sudah lama nggak beli mainan, dan belum pernah punya mobil-mobilan, saya pun mengiyakan. Saat akan berangkat ke toko mainan, tiba-tiba utinya nelpon.

“Ti, nanti ya ngobrolnya,” kata saya begitu mengangkat telepon.

“Emang mau ke mana?” tanya Uti.

“Ini Cica mau beli mobil-mobilan,” jawab saya.

“Perempuan kok dibelikan mobil-mobilan,” terdengar sahutan akungnya. Mungkin teleponnya di loud speaker.

“Iya, Cica. Beli yang lain aja. Masa mobil-mobilan,” tambah utinya.

Ingatan saya melayang ke jaman 20 tahun yang lalu. Continue reading

Aleisha Belajar Minta Maaf

Sumber gambar: https://www.pinterest.com/pin/128000814383794316/

Sumber gambar: https://www.pinterest.com/pin/128000814383794316/

Baru 15 menit kegiatan bermain Aleisha di sekolah dimulai. Tiba-tiba saja terdengar salah seorang anak bernama Sasa menangis. Saya yang duduk di teras, reflek menoleh. Ruang kelas di sekolah Aleisha memang terbuka dan nggak ada pintunya. Jadi orang tua yang sedang menunggui bisa melihat langsung aktivitas anak-anaknya. Awalnya saya nggak tahu penyebab Sasa menangis. Barulah ketika gurunya bilang, “Jangan ya, Cica. Temannya nggak mau.”

Waduh… anak gw nih yang bikin nangis temennya 😀 Mana nangisnya kenceng dan lama. Sampai harus digendong gurunya untuk menenangkan. Kebetulan Sasa sekolah nggak ditungguin sama mamanya.

Tapi karena aktivitas bermain masih berlangsung, saya tetap duduk di teras. Nantilah kalau pas Aleisha keluar, baru saya tanya. Kebetulan hari Rabu itu jadwalnya bermain flying fox. Sepuluh menit kemudian, anak-anak keluar kelas. Aleisha menghampiri saya dulu sebelum dia menuju halaman. Saya coba bertanya apa yang dilakukannya kepada Sasa. Continue reading

[RESEP] Cumi Masak Hitam

Hari Ahad adalah jadwal halaqah pekanan. Kalau udah LQ, saya suka masak yang praktis dan cepet. Supaya masih sempet beberes rumah juga. Jadi pas berangkat, semua udah sarapan dan rumah pun sedikit rapi. Iya, jadwal LQnya emang pagi.

Ngomong-ngomong masakan praktis dan cepet, saya memilih cumi-cumi atau udang. Dua sea food itu dimasak dengan bumbu sederhana aja enak banget. Soalnya cumi-cumi dan udang dasarnya kan udah gurih. Cuma kalau udang mesti membersihkan bagian punggungnya. Lebih cepat cumi-cumi. Yes, saya pilih masak cumi-cumi aja. Terus nyampe pasar, pas banget cumi-cuminya masih segar.

Biasanya kalau dimasak praktis, saya suka pakai saos tiram. Bumbu dasarnya cukup bawang merah, bawang putih, sama bawang bombay. Tumis cumi lima menit sampai berubah warna, tinggal tambahin saos tiram dan sedikit air. Jadi deh. Cumi-cumi kan nggak bisa dimasak lama. Cukup lima menit dengan api besar. Kalau lama, nanti alot kayak karet. Tetangga suka heran melihat Aleisha asyik-asyik aja makan cumi-cumi.

“Ihhh Cica pinter amat makan cumi-cumi. Nggak alot ya? Kok saya masak cumi alot mulu.”

Pas saya tanya, ternyata masaknya sampai 1/2 jam. Yo, jelas alot lah, Bu 😀

Nah, Minggu ini pingin masak cumi-cumi yang lain, tapi tetep praktis. Kepikiran buat dimasak dengan tintanya. Iya, tintanya yang hitam itu lho. Kan biasanya dibuang saat dibersihkan. Karena beberapa orang suka jijik dengan warna hitamnya. Padahal tinta hitamnya itu enak dan gurih banget. Bikin rasa cumi-cumi tambah lezat. Kalau mau masak cumi-cumi hitam, pas membersihkan, jangan sampai tinta hitamnya pecah ya. Harus hati-hati ketika mengeluarkan bagian kepala. Bersihkan kantung makannya juga pelan-pelan. Terus jangan lupa buang tulang lunak di bagian mulutnya. Caranya pencet bagian mulutnya dengan jari jempol dan telunjuk. Nanti akan keluar sendiri. Bentuknya bulat dan agak keras. Untuk resepnya, saya pakai dari Sajian Sedap dengan menambahkan sedikit bahan lainnya.

CUMI MASAK HITAM Continue reading

6 Alasan Saya Nggak Bisa LDR Dengan Suami

Jujur, saya sangat salut kepada para ibu yang berada dalam kondisi berjauhan dengan suami a.k.a LDR (long distance relationship). Bukan hanya dari suami, tapi juga jauh dari keluarga, orang tua atau mertua. Memiliki anak lebih dari tiga. Bertemu suami seminggu sekali, dua minggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan hingga setahun sekali. Dan ibu tersebut sanggup menjalani kesehariannya dengan sangat kuat. Kok saya jadi merinding ya membayangkannya.

Iya, karena saya nggak sanggup jika harus berjauhan dengan suami. Lha wong kalau suami bilang….

“Nanti pulang malam ya…”

“Besok ada agenda yang harus nginep.”

“Minggu depan ke luar kota tiga hari ya…”

Reaksi saya adalah bibir manyun lima senti. Iya sih emang lebay. Soalnya sejak menikah, nggak pernah jauh dari suami. Dan saya memang tipe istri yang nggak bisa LDR-an. Kenapa? Ini alasannya…. Continue reading

7 Cara Mengasuh Anak Dengan Penuh Kasih

Tiga tahun yang lalu saat menjadi seorang ibu baru, saya masih meraba-raba gaya pengasuhan seperti apa yang akan saya praktekkan kepada Aleisha. Gaya pengasuhan yang membuat saya mengenali anak, membantu anak merasa nyaman, dan menikmati menjadi orang tua. Dan ketika membaca buku The Baby Book, saya merasa cocok dengan konsep yang dikemukakan Dr William Sears dan Martha Sears, penulisnya. Mereka menyebutnya gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih.’

Memang gaya pengasuhan ini nggak saklek. Dr Sears mengatakan bahwa pengasuhan anak adalah pekerjaan sepanjang hayat dan membutuhkan pengalaman secara langsung. Jadi sebenarnya gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih’ adalah kiat awal agar kita bisa menemukan dan mengembangkan gaya pengasuhan sendiri. Beliau sendiri mempelajari gaya pengasuhan ini dari para orang tua yang tampak selaras dengan anak-anak mereka, yang bisa membaca isyarat bayi mereka, dan orang tua yang menikmati perannya sebagai orang tua. Bahkan meski sudah diterapkan pada delapan anaknya, Dr Sears dan Martha, istrinya mengaku masih terus belajar.

Kebetulan saya sendiri sreg dengan gaya pengasuhan ini. Karena ada sebagian gaya pengasuhan yang – sependek pengetahuan saya – sepertinya diadopsi dari kearifan lokal bangsa timur.

Lalu seperti apa sih gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih’? Dr Sears dan Martha menjabarkannya dalam 7 poin.

7 CARA MENGASUH ANAK DENGAN PENUH KASIH Continue reading

Gunung Meletus

Hari ini, Aleisha ngambek nggak mau sekolah. Gara-garanya minta sarapan roti, tapi tukang roti langganan nggak lewat-lewat. Mungkin udah habis, makanya nggak lewat di perumahan kami. Nah, minta tolong yandanya beli ke Indomaret, ehhh yandanya mbelgedes *hahahaha. Lha saya belum beres urusan dapur. Jadi ya gitu deh… Aleisha keburu ngambek. Ditawarin sarapan yang lain nggak mau.

Karena nggak sekolah, kita mainan di rumah aja ya, Nduk. Udah lama excited banget sama percobaan gunung meletus. Malah soda kuenya udah beli dari beberapa hari lalu. Iyaaaa yang excited emaknya *hihiii. Langsung deh kabur ke dapur bentar bikin play dough. Terus ajakin Aleisha bikin gunungnya dulu. Tengahnya dikasih gelas air mineral yg udah dipotong setengah untuk ngisi adonan ‘lava’.

Continue reading