#BeraniLebih Mengambil Keputusan Resign dan Allah Mencukupkan Rezeki Kami

Mama, Adik, Aleisha, dan Aku. Sebelum Mama Sakit

Mama, Adik, Aleisha, dan Aku. Sebelum Mama Sakit

Mama sakit!

Aku terdiam membaca kabar yang dikirimkan suamiku melalui pesan Whatsapp. Ah, hal yang selama aku takutkan terjadi juga. Fisik mama tentunya tidak berimbang dengan tenaga Aleisha yang super aktif. Sejak awal, aku tidak setuju usul suami saat meminta tolong mama untuk menjaga Aleisha. Bukan kewajiban mama menjaga cucunya. Tapi aku dan suami tak punya pilihan lain. Kami tidak mempercayai orang lain mengasuh Aleisha. Kami juga tidak tega menitipkan Aleisha di day care. Dan pada akhirnya mama sakit karena kelelahan menjaga Aleisha. Perasaan berdosa terus menyelimuti hatiku. Maafkan kami, Mama.

Sebenarnya ketika Aleisha lahir, aku sudah mengajukan proposal resign kepada suami. Namun suamiku menolak. Ya, aku mengerti. Kondisi keuangan kami belum memungkinkan aku berhenti bekerja. Kami masih memiliki banyak tanggungan. Terus sekarang bagaimana? Mama tidak mungkin lagi mengasuh Aleisha. Kata dokter, mama harus bed rest dalam jangka waktu lama. Keinginan untuk resign terlintas lagi. Tapi tetap saja keraguan meliputi hatiku. Apakah dengan satu pintu pendapatan, kami dapat membayar cicilan rumah? Kami tetap dapat hidup layak? Kami bisa memberi kepada orang tua? Dan juga untuk menabung? Dalam keadaan ragu, aku teringat sebuah ayat dalam Al Qur’an, bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Continue reading

7 Kunci Sukses Dee Lestari Menjadi Penulis

DSC_0335

Siapa yang suka membaca novel karya Dee Lestari? Saya yakin, kamu bukan hanya suka novelnya, tapi juga terinspirasi oleh penulisnya. Novel maupun buku kumpulan cerita karya Dee Lestari memang fenomenal. Selain best seller, beberapa di antaranya sudah diangkat ke layar lebar. Sebut saja Perahu Kertas, Rectoverso, Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, dan yang terbaru adalah Filosofi Kopi.

Bagi yang terinspirasi menjadi penulis seperti Dee Lestari, tentunya ingin tahu perjuangan Dee Lestari meniti karirnya menjadi penulis. Hari Sabtu tanggal 18 April 2015, para penggemar Dee Lestari merasa beruntung karena bisa mendengar dan menimba ilmu langsung.

DSC_0361Yup, The Flavor Bliss mengadakan acara bertajuk Woman In You. Salah satu rangkaian acaranya adalah talk show yang menghadirkan Dee Lestari. Tentunya banyak penggemar yang antusias ingin tahu kisah sukses Dee Lestari, baik sebagai penyanyi maupun penulis. Namun para undangan yang hadir justru lebih ingin mengetahui perjalanan karir Dee Lestari menjadi salah satu penulis papan atas Indonesia. Dan Dee tidak keberatan berbagi kunci suksesnya menjadi penulis dan bagaimana mendapatkan ide untuk tulisannya. Continue reading

Berburu Pernak-Pernik Make Over Kamar Anak di Shopious

Pingin make over kamar Aleisha jadi kayak gini. Sumber gambar: www.bedroomdesignideass.com

Pingin make over kamar Aleisha jadi kayak gini.
Sumber gambar: www.bedroomdesignideass.com

Siapa yang ingin make over kamar anak? Hampir semua ibu pasti ingin ya merubah kamar anak supaya terlihat cozy. Jadi anak pun lebih betah di kamarnya dibanding kamar orang tua. Sebenarnya niat saya make over kamar Aleisha supaya dia mau pindah ke kamarnya. Iya, saya berencana untuk berpisah tidur dengan Aleisha. Kepikiran aja untuk make over kamarnya dengan pernak-pernik yang dia suka. Soalnya beberapa waktu ini udah dirayu-rayu, tapi belum mau pindah dari kamar emak-bapaknya. Siapa tahu dengan make over kamar sesuai keinginannya, Aleisha mau tidur sendiri. Saya pun mencoba bertanya kepada Aleisha.

“Aleisha, mau kamarnya pakai sprei gambar apa?”

“Hello Kitty,” jawabnya semangat.

Saya sih dari awal tidak pernah menuntun Aleisha untuk menyukai Hello Kitty. Tapi kok setiap beli peralatan Aleisha, yang lucu itu ya si Hello Kitty. Akhirnya secara tidak sadar, Hello Kitty mendominasi barang-barang milik Aleisha.

Oke, saya menyetujui permintaan Aleisha. Saya mulai mencari sprei bermotif Hello Kitty dan beberapa pernak-perniknya. Pilihan pertama saya untuk mencari adalah Instagram. Memang sih ya di Instagram itu surga banget buat belanja. Segala macam ada. Tapi jujur saya merasa kebingungan, pakai hastag apa ya. Kadang tiap penjual memakai hastag yang berbeda. Saya juga ragu apakah trusted seller atau tidak. Hari gini kan penipuan berkedok belanja online semakin merajalela.

Pas lagi galau mencari pernak-pernik Hello Kitty, saya melihat teman-teman blogger lagi ramai posting tentang Shopious. Hmm… apalagi tuh? Apakah semacam toko online seperti yang sudah ada? Dari pada penasaran, saya coba buka websitenya. Oh, ternyata Continue reading

Hati-hati Mengimingi Anak Dengan Uang

Sumber gambar: www.goodenoughmother.com

Sumber gambar: www.goodenoughmother.com

“Mama, minta duit!”

Seorang anak perempuan berusia delapan tahun memasuki teras rumahku. Sore itu mamanya, yang juga tetanggaku, sedang duduk dan mengobrol denganku. Melihat anaknya datang dan meminta uang, ibu tetangga sontak menolak.

“Apa sih, Na, minta uang terus. Kan tadi pagi sudah dikasih duit.”

Tapi sang anak seperti tidak mau tahu. Ia terus merengek. “Nayla mau jajan, Ma!” Mamanya bergeming. Mungkin berharap, jika dicuekin, Nayla akan berhenti merajuk. Ternyata tidak. Nayla justru menangis. Bahkan ia sampai ndeprok di lantai. Kakinya menghentak-hentak. Ia terus memaksa mamanya memberikan uang untuk jajan.

Aku yang sedang memangku Aleisha, mencoba menenangkannya. “Mau jajan apa, Na? Nggak usah jajan ya. Dede Al punya banyak kue. Nayla mau?”

“Nggak mau! Aku maunya jajan,” jawabnya sambil berteriak.

Akhirnya, sang mama mengalah. Ia memberikan uang dua ribu rupiah kepada anak keduanya itu. Nayla langsung tertawa dan mengambil uang dari tangan mamanya. Kemudian ngeloyor pergi.

Aku mengira Nayla suka jajan karena mungkin dibiasakan jajan oleh mamanya. Aku pun mencoba bertanya, “Memang nggak pernah disediakan jajan di rumah, Bu?” Continue reading

Menjadi Istri Mandiri Dengan Teknologi Pintar Honda

 

Sebagai seorang istri, tentu saya memiliki waktu di mana saya harus bisa mandiri. Dalam hal ini maksudnya adalah mampu mengerjakan urusan sendiri tanpa bantuan suami. Saya bersyukur memiliki suami yang bisa diandalkan dalam banyak hal. Dan dia, jika tidak sibuk, bersedia membantu urusan istrinya, termasuk urusan antar-mengantar. Misalnya mengantar istrinya belanja bulanan, mengantar ke stasiun saat dulu saya masih bekerja, atau mengantar saya pengajian. Bahagia memang saat ditanya, “Sama siapa?”, lalu dijawab, “Diantar suami.” Ehm… kesannya romantis ya.

Tapi meski suami rela mengantar ke mana pun dan terlihat begitu care pada istri, ada suatu keadaan di mana saya harus mandiri. Yaitu ketika suami bekerja, ke luar kota, atau sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, tentulah saya harus bisa mengerjakannya sendiri. Sehingga menurut saya, seorang istri alangkah baiknya memiliki kemampuan mengendarai motor.

Bagi saya pribadi, bisa mengendarai motor sendiri banyak sekali manfaatnya. Seluruh aktivitas bisa dijalani dengan mudah tanpa terlalu mengandalkan suami. Memang sih, Aleisha belum sekolah. Tapi sebentar lagi, dia masuk play group dan saya otomatis harus antar-jemput sekolah. Beberapa ibu mungkin beruntung memiliki tukang ojeg langganan terpercaya untuk membantu urusan sekolah anak. Namun, untuk saya pribadi, lebih menenangkan ketika saya memastikan sendiri anak sampai di sekolah dan pulang ke rumah.

Lalu untuk urusan ke pasar saya tidak perlu mengoprek-oprek minta diantar suami. Lha wong kalau pagi dia sibuk persiapan berangkat. Lagi pula saya suka ke pasar pagi-pagi sebelum jam enam. Selain belum terlalu ramai, stok bahan makanan masih komplit. Sampai di rumah, saya masih memiliki waktu untuk memasak sarapan.

Walau berstatus stay at home mom, saya terkadang beraktivitas di luar rumah, misalnya pengajian, mengantar kiriman barang, atau gathering dengan teman-teman blogger. Bila acaranya ke kota lain yang masih kisaran Jabodetabek dan harus naik bus, saya harus menuju ke dekat pintu tol dulu. Dengan naik motor, saya lebih bisa menghemat waktu dan ongkos. Coba naik angkot, alamak tiap gang berhenti. Kalau naik ojeg, bayarnya lumayan juga. Hari gini, semua serba mahal sejak BBM naik, istri harus pintar berhemat *emak medit :D

Nah kan, banyak kemudahan bisa mengendarai motor sendiri. Sayangnya, motor di rumah baru satu punya suami, yaitu Honda Supra. Jadilah kalau saya ada keperluan mendadak… pinjem motor tetangga. Untung bisa naik motor. Pakai motor tetangga pun jadi *hihihi. Akhirnya dengan alasan Aleisha mau sekolah, biar gampang antar-jemputnya, biar lebih ngirit enggak perlu sewa ojeg, saya minta izin beli motor sama suami. Minta izin apa minta dibeliin? Beneran minta izin. Kebetulan setelah resign, saya belum mengambil dana Jamsostek. Rencana mau diambil, buat beli motor. Ya ampun jujur banget ya saya :D

Walau aktivitas motor-motoran tidak terlalu jauh, saya tetap punya standar atau kriteria dalam memilih motor. Continue reading

[Preschool at Home] Bermain Meniup Pom Pom Melewati Rintangan

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Pom pom udah jadi, saatnya bermain. Untuk permainan pertama, saya tertarik mencoba bermain meniup pom pom melewati rintangan. Inspirasinya dari blog Kids Play Box. Kalau di sana menggunakan bangunan rintangan yang terbuat dari busa. Hmmm… sayangnya di rumah enggak punya busa. Jadilah untuk rintangan, saya ganti dengan lego-legoan :D

Maunya kayak gini. Sumber gambar: www.kidsplaybox.com

Maunya kayak gini. Sumber gambar: www.kidsplaybox.com

Sebenarnya, permainan ini untuk anak usia lima tahun. Karena bermain meniup pom pom melewati rintangan lebih seru jika dilakukan secara berkompetisi. Tentunya dengan beberapa rule. Aleisha tentunya belum terbiasa ya dengan aturan-aturan. Ya udah, yang penting dia tahu pom pomnya harus melewati lubang bangunan rintangan. Permainan ini dapat melatih motorik anak. Selain itu, anak juga harus bersabar. Soalnya untuk anak berusia 34 bulan, pasti butuh agak sulit ya agar pom pom bisa melewati lubang bangunan rintangan.

Mau lihat hebohnya Aleisha meniup pom pom melewati rintangan? Ini dia foto-fotonya. Continue reading