Pantai Pasir Putih, Pulau Kecil Nan Rupawan

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Sebagaimana kota pesisir lainnya, Sorong menyajikan banyak lokasi wisata pantai. Salah satunya adalah Pantai Pasir Putih yang terletak di wilayah SP3. Kalau dari rumah dinas orang tua di Rufei, cukup jauh ya. Lebih dari 24 km melewati Kota Baru Aimas. Ha? Jauh? Dulu ngantor tiap hari 26 km baru berangkat doang, belum pulangnya. Hahaha… di daerah berasa lah jauhnya. Sampai terkantuk-kantuk di mobil (baca: memang bakat pelor).

Walau menghabiskan setengah masa SMU di Sorong, dan sering pulang juga, tapi saya belum pernah ke Pantai Pasir Putih. Nah, mumpung pulang sama suami dan anak, hayuklah kita mengeksplor salah satu pantai cantik ini. Tapi saya dari rumah sudah niat ingsun enggak mandi, cuma mau jalan-jalan sama foto-foto aja. Dan ternyata di sana enggak ada tempat mandi dan ganti bajunya. Apalagi pulangnya masih mau mampir-mampir. Tapi jujur, menahan hasrat mau mandi di pantai yang biru itu rasanya kayak memendam perasaan cinta sama seseorang *apa seh :D Jadi yuk dinikmati keindahan Pantai Pasir Putih di Sorong.

Perjalanan menuju Pantai Pasir Putih

Perjalanan menuju Pantai Pasir Putih

Cuaca panas banget. Jadi banyak debu

Cuaca panas banget. Jadi banyak debu

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Siap menyebrang dengan perahu motor

Siap menyebrang dengan perahu motor

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Look the island

Look the island

Continue reading

Tour de Raja Ampat [4]: The Photography of Waisai

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Tentang perjalanan ke Raja Ampat, sebenarnya sudah pernah saya tuliskan di blog dengan judul Tour de Raja Ampat [3]: Ngebolang ke Raja Ampat ala Backpaker? Bisa Kok… Dan satu tulisan lagi yang ditayangkan di Mommies Daily – Ke Raja Ampat Bawa Bayi. Namun terkadang ada banyak hal yang tidak dapat dituangkan dalam tulisan. Beberapa orang memilih menikmati sebuah perjalanan melalui foto. Nah kali ini, saya ingin share foto-foto perjalanan ke Raja Ampat.

Keberangkatan dari rumah Utie & Akung ke Pelabuhan Rakyat Sorong

Keberangkatan dari rumah Utie & Akung ke Pelabuhan Rakyat Sorong

 

Di Pelabuhan Rakyat Sorong. Yuk naik kapal dulu

Di Pelabuhan Rakyat Sorong. Yuk naik kapal dulu. Huah dasar emak-emak, foto aja lupa lepas kan gendongnya :D

Aleisha,maem dulu. Biar enggak masuk angin.

Aleisha,maem dulu. Biar enggak masuk angin.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Tiba di Port of Waisai

Tiba di Port of Waisai

Salah satu lokasi Adzan Maghrib di Kompas TV

Salah satu lokasi Adzan Maghrib di Kompas TV

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Continue reading

[REPORTASE] Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Masyarakat

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Apa yang kita saksikan dewasa ini adalah kerusakan kehidupan generasi muda yang perlahan tetapi pasti, karena Narkoba.

Begitulah kalimat pembuka dalam slide ‘Sosialisasi & Perumusan Rekomendasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat’ yang disampaikan oleh Prof. Paulina  G. Padmohoedojo, M.A., MPH dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Yak, benar sekali. Akhir-akhir ini masalah narkoba memang sangat mengkhawatirkan. Menurut laporan UNODC, Indonesia menempati urutan pertama jumlah tersangka narkoba di ASEAN. Pada tahun 2003 jumlahnya 2,56% atau empat juta lebih. Dan 90% dari kelompok coba pakai narkoba adalah pelajar. Glek! Ngeri banget kan. Continue reading

[Cerita Anak] Gara-gara Ngambek

Sumber gambar: freedesignfile.com

Sumber gambar: freedesignfile.com

Sudah satu jam Abraar berjalan mondar-mandir di ruang tengah. Kadang duduk sebentar. Berdiri lagi. Mendesah. Mengeluh.

“Huh. Om Bagas kemana sih? Jam segini kok belum datang?” keluh Abraar.

Abir yang sedang membaca, menurunkan bukunya.

“Kalau kamu mondar-mandir terus, pasti terasa lama. Duduk saja dulu. Baca buku atau nonton TV,” saran Abir.

“Sekarang sudah hampir jam 11 Mbak Abir. Puncak nanti macet.”

“Ya berdoa saja semoga tidak macet,” respon Abir kalem.

Abraar mendengus kesal. Lalu duduk. Tangannya memainkan remote TV.

“Mungkin Om Bagas ada acara mendadak di kampusnya. Sabar sedikit,” sambung Mama sambil meletakkan dua mangkok es pisang ijo. “Nih dimakan dulu.”

Abraar melirik sekilas. Sebenarnya ingin makan. Tapi rasa kesalnya membuat Abraar kehilangan selera.

“Ya sudah buat Mbak Abir semua es pisang ijonya.” Tangan Abir sudah menjulur hendak mengambil kedua mangkok.

“Eh, jangan rakus dong, Mbak.” Abraar buru-buru menyambar mangkoknya.

Abir dan Mama tertawa. Tepat setelah Abraar menghabiskan es pisang ijonya, terdengar suara klakson.

Tiiinnn. Tiinnn.

“Itu Om Bagas datang,” seru Abir. Continue reading

Belanja Online Semakin Mudah dan Nyaman

1Suatu malam, saat mengobrol berdua dengan suami, saya mengajukan proposal membeli sebuah perabot elektronik.

“Yanda, kalau punya duit lebih boleh ya beliin food processor,” pinta saya.

“Emang buat apaan? Kan udah ada blender?” tanya suami.

“Ya beda dong. Kalau buat ngalusin daging atau ikan pakai blender, musti nambah air. Pakai food processor kan gak perlu tambah air biar halus. Giling di pasar khawatir gak bersih,” saya berusaha menjelaskan panjang lebar.

“Ya boleh. Bagus merek O****.” Setelah setuju, suami malah merekomendasikan sebuah brand elektronik. Saya mengangguk setuju. Dalam hati bahagia karena proposal diterima. Walau belinya tidak dalam waktu dekat.

“Beli online aja. Biasanya lebih murah. Tapi cari yang terpercaya toko onlinenya,” suami kembali memberikan saran.

Hmmm… Sebenarnya saya sering sih belanja online. Tapi belanja elektronik via online? Kok saya ragu ya. Iya pasti khawatir barang rusak, tidak sesuai deskripsi, atau ditipu oleh seller. Cuma saya tetap penasaran, masa sih bener-bener enggak ada online shop terpercaya untuk produk elektronik. Akhirnya saya pun coba berselancar di Google, lalu terdamparlah saya di situs blanja.com Continue reading

Peralatan Tempur dalam Pouch Kosmetik

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Sejak dulu memang saya paling hobi bongkar pouch kosmetik. Ehm… sebenarnya lebih tepatnya dibongkar sama teman kantor karena pada mau numpang dandan. Makanya saya sering bilang pouch kosmetik saya sebagai wadah peralatan tempur. Iya kan saya (dulu) kerja di bank. Walau kata bank syariah juga tetap dong harus kelihatan kinclong. Jadi kalau pouch kosmetik sampai ketinggalan, berasa mau maju perang tanpa senjata. Di situ kadang saya merasa sedih :p Sebenarnya saya kurang suka berdandan. Tapi karena terdampar bekerja di bank, mau enggak mau harus berdandan. Belinya juga enggak sekaligus banyak seperti di gambar. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Apa seh? :D

Meski sering dibongkar, saya belum pernah nih bongkar isi pouch di blog. Kebetulan banget blog Emak Gaoel lagi bikin Giveaway buat bebongkar isi pouch kosmetik. Berhubung ini Giveaway, saya tidak menyebutkan merek yaaa.

Nah ini dia isi pouch kosmetik saya. Continue reading