Aku Benci Kamu Hari Ini

“Ken, tunggu.” Rey menarik tanganku. Buru-buru aku menepisnya.

 

“Kamu kenapa sih, Ken?” tanyanya tak mengerti.

 

Kenapa? Kenapa dia bilang?

 

“Sudahlah, Rey. Kamu gak usah berpura-pura lagi.” Aku bergegas pergi. Tapi tangan Rey tetap menahanku.

 

“Pura-pura gimana? Kamu tiba-tiba menghindar. Memangnya aku salah apa?”

 

Salah apa? Aku membuang pandanganku. Muak melihat wajah polos Rey. Apa dia tidak sadar kalau sekarang ini dia menjadi omongan sekampus? Dan yang aku tidak mengerti, tega sekali Rey mengkhianati aku. Andai Rey bilang tidak sayang lagi padaku, aku terima. Tapi kenapa harus selingkuh? Lebih menyakitkan lagi saat mendengar ocehan Farah kemarin.

 

“Ken, kamu gak tahu Rey itu simpanan tante-tante.”

“Maksudnya, Far?”

 

“Aduh Ken. Sudah banyak yang lihat Rey jalan mesra sama tante-tante. Ya mungkin tante-tante itu bisa memberi yang Rey butuhkan. Kita juga tahu hidup Rey serba kekurangan. Uang kuliah aja sering nunggak.”

 

Aku pias. Begitu murahnya harga dirimu, Rey? Bukankah banyak pekerjaan yang lebih baik? Aku ingin sekali tidak percaya. Namun kabar Rey menjadi simpanan tante-tante bukan hanya aku dengar dari Farah. Wajar bukan kalau sekarang aku gamang.

 

Aku mempercepat laju mobilku. Menuju restoran favoritku. Mungkin segelas cokelat panas bisa membuatku rileks.

 

Setelah memarkir mobil, aku bergegas turun. Namun tiba-tiba tubuhku mengejang. Rey, ya itu Rey. Bersama seorang wanita. Mesra. Mereka benar. Rey selingkuh. Dan kejang di tubuhku semakin hebat. Jantungku berpacu 100 kali lipat. Tulang-tulangku serasa dilolosi satu persatu saat wajah sang wanita tertangkap mataku.

 

Aku benci kamu hari ini, Rey!

 

Aku benci kamu hari ini, Mama!

3 thoughts on “Aku Benci Kamu Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − = four