Aleisha Belajar Menabung

“Bunda, Cica mau punya mobil.”

“Yang warna ijo ya.”

“Eh, merah aja.”

“Ganti pink deh.”

Hihihi… wis sak karepmu, Nduk. Emang udah biasa ya anak-anak minta mobil. Sayang, kami orang tuanya belum ada rezeki untuk mewujudkan keinginan Aleisha. Tapi saya menggunakan kondisi ini untuk mengajari Aleisha menabung.

“Cica mau punya mobil? Nabung dulu dong.” Dia pun mengangguk semangat.

Hal pertama yang saya lakukan dalam rangka mengajari Aleisha menabung adalah membeli celengan. Sebelumnya saya tanya dulu mau yang gambar apa. Dia memilih gambar Mickey Mouse dengan warna pink.

Kemudian, saya bilang sama Aleisha, “Kalau Cica mau beli mobil harus nabung yang banyak. Nggak boleh jajan terus.”

Sebenarnya Aleisha nggak saya biasakan jajan. Tapi semenjak usianya dua tahun, dia mulai kenal jajan dari teman-temannya. Apalagi salah satu teman mainnya punya warung jajanan. Jadi ya gitu deh. Boleh kok jajan, tapi tetap saya kontrol. Bude yang punya warung juga tahu jajan mana yang boleh dan nggak boleh buat Aleisha.

Selain mengontrol jenis jajanannya, saya juga membatasi jumlahnya alias nilai rupiahnya. Nggak boleh kebablasan. Kalau dia sudah merengek minta macam-macam, saya tinggal ingatkan tentang mobil. Biasanya sih berhasil. Tapi jika sedang keluar mogolnya, saya berkata dengan tegas, “Uang Bunda habis.”

Alhamdulillah Aleisha semangat sekali menabung. Dan celengan Mickey Mouse pink-nya sebentar lagi penuh. Saya berencana untuk nggak memakai dulu uang tersebut. Kata yandanya, nggak usah dibongkar, belikan aja celengan baru. Tapi kemudian saya kepikiran untuk membuka rekening tabungan anak. Bahkan saya sudah memikirkan kriteria tabungan anak untuk Aleisha. Kira-kira inilah kriteria tabungan anak menurut saya.

 

1. Bebas Biaya Administrasi

Yang namanya tabungan anak, pasti jumlahnya nggak besar. Kalau musti kepotong biaya administrasi, duh… kasihan dong uangnya berkurang.

2. Setoran Awal dan Berikutnya Terjangkau Anak

Saya sih maunya ketika buka tabungan anak, uangnya benar-benar dikumpulkan oleh Aleisha. Supaya dia bisa menghargai usahanya. Jika mau menabung banyak, ya jajannya dikurangi dan menabung lebih banyak.

3. Tidak Mengambil Fasilitas ATM

Sebenarnya seru ya bila anak punya kartu ATM sendiri. Apalagi dengan desain lucu dan ada nama anak tercantum di kartunya. Tapi kan Aleisha masih tiga tahun. Tahu sih kartu ATM. Kadang ketika saya sedang mengambil uang, dia suka nanya, “Kartu ATM Cica mana?”

Cuma mmm… saya takutnya malah terpakai sama emaknya. Ini sih emang emaknya aja yang gatel *hihihi. Nanti jika usia Aleisha sudah tepat, menurut saya, pasti dibuatkan kok ATM-nya.

4. Desain Buku Tabungannya Lucu dan Menarik

Anak-anak pasti suka jika punya buku tabungan yang gambarnya bagus. Apalagi kalau tokoh kartun favoritnya. Misal ada yang desain Frozen warna pink, pasti dipilih deh sama Aleisha.

 

Tapi untuk bisa menemukan tabungan anak yang sesuai kriteria, otomatis harus survey. Itu artinya butuh waktu seharian untuk berkunjung dari bank satu ke lainnya. Malah bisa lebih dari sehari karena nggak menjamin antrinya sebentar. Terus musti keliling bawa Aleisha naik motor? Kayaknya nggak banget deh. Saya nggak bakal berani soalnya jalanan Bekasi cukup padat, apalagi sepanjang jalur Kalimalang *glek. Untungnya sih sekarang ada Cermati, sebuah perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi keuangan. Jadi saya bisa survey produk tabungan anak tanpa harus keluar masuk bank.

cermati

Sayangnya, di Cermati belum ada produk tabungan anak yang syariah. Mmm… maaf ya… karena syariah ini prinsipal sekali untuk saya. Rekening dari bank sejuta umat sih tetap punya untuk keperluan transfer atau pembayaran tertentu. Namun untuk tabungan, saya tetap memilih yang syariah. Karena belum ada, solusinya saya cari produk tabungan syariah biasa (bukan tabungan khusus anak) yang memenuhi kriteria di atas. Cuma untuk desain nggak mungkin bisa yang unyu.

tabungan anak cermati 1tabungan anak cermati 2tabungan anak cermati 3tabungan anak cermati 4tabungan anak cermati 5

Bagi yang ingin mencari informasi keuangan atau produk financial lain, di Cermati cukup lengkap lho. Ada kartu kredit, pinjaman (motor, rumah, KPR, multiguna, dan tanpa agunan), tabungan, deposito, maupun produk-produk syariah. Artikel tentang keuangan, asuransi, dan investasi juga tersaji komplit.

2 thoughts on “Aleisha Belajar Menabung

  1. Akmal belum punya tabungan atas nama sendiri. Tabungane manual podo mbek cica pakai celengan. Sudah penuh njuk tak bongkar dan aku masukin ke tabunganku. Buat ngebedain uang punya Akmal, hasil print tabungannya tak stabilo warna biru, uang adine stabilo warna orange.. hahaha.. manual. soale aku bingung nek kebanyakan tabungan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


4 × eight =