Aleisha dan Perjalanan Namanya

Alhamdulillah, Nduk, Cah Ayu, hari ini kau lulus dan wisuda jadi sarjana ASI. Bunda tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena diberi kekuatan memperjuangkan ASI eksklusif untukmu. Dan yang membuat Bunda semakin bahagia, kau tumbuh menjadi anak yang mandiri, kuat, berani, teguh pendirian, dan ramah. Seperti harapan Bunda dan Yanda yang tersemat dalam namamu, Aleisha Azzahra Aribowo.

“Nanti anak pertama kita namanya harus berarti kuat dan mandiri. Karena dia akan jadi pengayom adik-adiknya. Dan nama depannya A ya. Soalnya Bunda dan Yandanya punya nama depan A. Biar kalau absen nggak belakangan.”

Begitulah keinginan Yandamu ketika Bunda dan Yanda sedang berdiskusi memilihkan nama untukmu. Lalu keesokan harinya, Yandamu memberikan bundle nama-nama bayi berawalan A dari berbagai negara. Jumlah lebih dari dua ratus ribu nama. Opo Bunda ini nggak kliyengan, Nduk, memilih satu dari sebanyak nama itu. Dua bulan Bunda telusuri satu-persatu. Awalnya Bunda jatuh hati pada dua nama. Alexandria dan Atalaya. Alexandria, nama kota di Mesir. Saksi kejayaan peradaban Islam. Tapi Yandamu kurang setuju.

“Halah wong Jowo kok jenenge Alexandria. Terus nanti kalau adiknya cowok kasih nama Cordoba gitu? Kan sama-sama kota lambang peradaban Islam.”

Ih, Bunda gemes tahu, Nduk, sama Yandamu. Kasih komentar sambil cengengesan. Ya sudah Yandamu kurang sreg dengan nama Alexandria. Lalu Bunda sodorkan nama Atalaya.

“Jangan, lah. Ada kata alaynya. AtALAYa. Ntar diledekin alay sama teman-temannya.”

Ya ampun, Nduk, rasanya ingin Bunda pites Yandamu. Ini nggak sreg, itu nggak cocok. Bunda harus tarik napas dan tenang. Kelahiranmu waktu itu tinggal dua minggu dan Bunda belum menemukan nama yang pas untukmu. Bunda kembali menelusuri bundle nama-nama bayi pemberian Yandamu. Membaca pelan supaya tidak ada nama bagus yang terlewat. Hingga akhirnya jari Bunda terhenti pada nama Aleisha.

“Kalau Aleisha, gimana? Bagus nggak?”
“Terdengar lebih lembut. Apa artinya? Dari bahasa mana?”
“Yunani Kuno. Artinya, Mandiri, kritis terhadap diri dan orang lain. Memiliki keahlian berbicara yang baik. Menarik dan penuh perhatian. Menyukai kompetisi. Pengambil keputusan, berani, dan agak keras kepala,” jawab Bunda sambil membaca contekan *hihihi. “Tapi masa keras kepala ya?”
“Ya nggak papa. Kadang mempertahankan kebenaran perlu keras kepala lho,” kata Yandamu.

Oh, baiklah. Bunda dan Yanda sepakat memberimu nama, Aleisha. Selanjutnya, mencarikan nama tengahmu. Yanda ingin namamu terdiri dari tiga suku kata. First name, middle name, dan last/family name. Supaya nanti memudahkan kau mengurus dokumen ke luar negeri. Ya, Bunda dan Yanda berharap kau akan menjadi seorang perantau dan petualang yang menjelajahi luasnya bumi Allah. Namun, saat Bunda riweh lagi membuka-buka bundle nama, Utiemu mengirim SMS.

‘Ai, nanti kalau cucu Ibu perempuan, kasih nama Zahra ya.’

Nah lho, permintaan Utiemu mana bisa Bunda tolak. Untungnya Utie meminta nama Zahra. Tinggal Bunda tambahkan Az menjadi Azzahra. Seperti nama putri Rasulullah saw, Fatimah Az Zahra. Fatimah yang berseri-seri. Ah, ternyata tidak melenceng dari keinginan Bunda yang berharap nama tengahmu memiliki arti ramah dan murah senyum. Bukankah orang yang ramah dan murah senyum wajahnya selalu berseri-seri?

Terakhir member nama belakangmu. Ini sih tidak susah. Yanda kau menyandang nama belakang Yanda. Aribowo. Supaya kita nanti punya nama keluarga, Nduk. The Aribowo’s. Ya, walaupun Bunda tidak bisa menambahkan Aribowo di belakang nama Bunda. Karena dalam Islam, anak perempuan hanya boleh menyandang nama bapaknya. Dan satu lagi yang unik, Yandamu ingin namamu dan nama adik-adikmu nanti berinisial AAA. Hihihi… mirip merek baterei ya. Kini, di usiamu enam bulan, kau tumbuh seperti doa Bunda, Nduk.

Kau mandiri. Tak pernah menangis Bunda tinggal bekerja. Kau berani. Di usia empat bulan, kau berani Bunda ajak backpakeran ke Lampung.

Kau kuat. Alhamdulillah hingga saat ini dan semoga seterusnya, Allah mengaruniakan kesehatan untukmu.

Kau ramah. Senyum tak pernah lepas dari bibirmu. Kau suka sekali tersenyum. Bahkan pada orang-orang yang baru kau kenal.

Oh iya, Bunda lupa member tahu kabar gembira untukmu, Nduk. Sebentar lagi, kau akan punya teman baru. Putranya Bulek Ita. Nah, tulisan ini Bunda ikutkan di giveaway yang diadakan Bulek Ita. Bulek Ita punya bisnis merangkai nama bayi lho, Nduk. Tapi giliran mau punya bayi sendiri malah minta pendapat teman-temannya. Hihihi… lucu ya Bulek Ita. Kita ikuta yuk sumbang saran nama buat putranya Bulek Ita. Apa ya, Nduk, yang bagus? Hmmm… pikir bareng yuk, Nduk. Aha! Eureka! Bunda sudah menemukan ide nama buat baby A-nya Bulek Ita

 

CALIEFAIREL SHAFIQ HASAN
Pemimpin yang Berani, Lembut Hatinya, dan Baik dari Keluarga Hasan

Bunda coba menjabarkan satu-persatu arti nama yang Bunda usulkan buat Bulek Ita dan Om Pupung. Simak ya, Nduk, cah ayu.

Calief
Berasal dari bahasa Arab. Kata lain dari Khalifah yang berarti pemimpin. Adik baby A sebagai putra sulungnya Bulek Ita dan Om Pupung akan tumbuh menjadi seorang pemimpin. Pemimpin untuk adik-adiknya, keluarganya, dan semoga juga pemimpin umat.

Fairel
Nama anak dari Wales atau negara bagian Britania Raya ini berarti berani. Sebagai laki-laki dan seorang pemimpin, adik baby A harus berani mengungkapkan kebenaran dan berani membela yang lemah.

Shafiq

Berasal dari bahasa Arab yang berarti lembut hatinya. Walaupun adik baby A seorang pemimpin, ia memiliki kelembutan hati. Welas asih kepada keluarganya. Berempati kepada mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan.

Hasan
Sebenarnya nama Hasan lebih mengarah ke nama belakangnya Om Pupung, Nduk. Jadi buat nama keluarga. Tapi Hasan sendiri dalam bahasa Arab berarti baik.

Wah, Bunda bisa juga ya, Nduk, bikin nama unyu buat Bulek Ita *hihihi. Kata Bulek Ita, semakin panjang nama, semakin panjang pula doanya. Makanya Bunda buatkan nama yang panjang. Bunda sih berharap ide nama ini diterima Bulek Ita *ngarep.

Oaahhmmm… Bunda mengantuk, Nduk. Sudah lama juga ya kita cerita tentang namamu dan ide nama buat adik baby A. Malam ini cukup dulu cerita Bunda. Waktunya tidur. Kasih dadah bai bai buat Bulek Ita dan Om Pupung. Dadah…. Good nightBulek Ita dan Om Pupung.

 

BEAUTIFUL NAME FOR SMART BABY By Armita Fibrianti

6 thoughts on “Aleisha dan Perjalanan Namanya

  1. Pingback: Peserta Welcoming Baby Giveaway | MENARA HATI

  2. aku ya seneng anak dg huruf A, kayak jenengku.. hoho. pernah kepikiran Alexandria juga, tapi bojoku yo rodo gak sreg.. qiqiqii…

    sik, tak propose jeneng CALIEFAIREL SHAFIQ HASAN ke bojoku ya, mugo2 dia seneng 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 − two =