Aleisha Kabur!

Ih Bunda bajunya belum diberesin

Ih Bunda bajunya belum diberesin

“Dedek tadi kabur?” lapor mama ketika makan malam.

“Hah?” Saya langsung menghentikan suapan. “Kabur gimana, Ma?”

Mengalirlah cerita si mama. Jadi siang itu, genduk tidur di kamar. Sedangkan mama nonton TV. Persis di depan kamar. Nah, ketika bangun tidur, si genduk langsung turun sendiri.

Saya memang mengajarkan Aleisha turun dari kasur setinggi kurang lebih satu meter. Lho kasurnya tinggi? Yup, spring bed di kamar masih menyatu dengan dipannya. Kondisinya tidak memungkinkan meletakkan kasur di lantai. Sebab tidak ada lagi space di rumah. Selama ini Aleisha selalu dalam pengawasan ketat. Bila bangun tidur, ia akan memanggil saya, yanda, atau eyangnya. Tapi melihat si genduk yang semakin banyak polahnya, saya khawatir dia akan terjun. Makanya saya mengajarkan Aleisha turun dari kasur.

Nah, setelah berhasil turun, Aleisha keluar kamar. Bukannya menghampiri eyangnya, si bocah malah belok kanan. Alias menuju pintu depan yang terbuka.

“Mama diam aja. Pura-pura nggak tahu. Pingin tahu Dedek mau ke mana. Tahunya kabur,” ujar mama.

Oalah ternyata dia menuju pagar. Ah untungnya dikunci. Dari balik jeruji pagar, Aleisha celingukan sambil teriak, “Teteh… Aa….”

Sontak saya tertawa mendengar cerita mama. Saya tidak pernah mengira, omongan saya dulu terjadi sekarang. Ya, saya pernah berujar kepada kanjeng romo.

“Kayaknya kalau udah bisa jalan, Sulung bakalan sering kabur deh.”

Ya Allah, Nduk. You grow so fast :*

 

 

2 thoughts on “Aleisha Kabur!

Leave a Reply to Helda Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 + three =