ASIP: Antara Dot dan Sendok

“ASIP sebaiknya diberikan dengan sendok. Pemberian dengan dot menyebabkan bayi bingung puting.”

 

Anjuran tersebut sering saya dengar ketika mencari informasi seputar ASI bagi ibu bekerja. Sebenarnya apa sih bingung puting? Apakah anak tidak mau lagi menyusu pada ibunya? Lalu apa penyebabnya? Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab ketika Sabtu kemarin saya berkunjung ke klinik laktasi RS St. Carolous.

 

Dr. Jeanne yang bertugas di klinik laktasi menunjukkan gambar seorang bayi yang sedang ngedot dan menyusu pada puting.

 

“Ibu, bekerja?” tanya Dr. Jeanne.

 

Saya mengangguk.

 

“Kalau Ibu bekerja dan ingin terus memberikan ASI, jangan pernah pakai dot. Buang dot jauh-jauh dari daftar perlengkapan bayi yang akan dibeli. Berikan ASI ibu menggunakan sendok.”

 

Begini penjelasan Dr. Jeanne.

 

Menyusu Langsung pada Puting

Ketika bayi akan menyusu, dia harus melewati empat tahapan. Menangkap puting, berusaha memasukkan ke mulutnya, melekatkan puting di langit-langit mulut, dan menghisapnya. Jadi ia menggunakan banyak tenaganya untuk bisa menyusu.

 

Minum ASIP dengan Dot

Fungsi dot mirip keran. Saat dimasukkan ke mulut bayi, ASIP langsung mengalir dengan mudah. Bayi tidak memerlukan tenaga untuk menghisapnya.

Itulah kenapa bayi yang diberi ASIP dengan dot akan terkena bingung puting. Ia merasa lebih enak minum dari dot dibanding menyusu langsung dari ibunya. Bila dipaksakan, biasa bayi akan memberontak yang menyebabkan puting ibu luka atau lecet.

 

So, jika bayi tidak lagi mau menyusu, bukan berarti ASI kita sedikit. Coba cek lagi apakah posisi menyusui sudah benar sehingga bayi nyaman? Atau bayi terlanjur mengenal dot? ASI tidak pernah tidak berproduksi. ASI terus mengalir sesuai permintaan. Semakin sering dihisap atau diperah, semakin banyak produksimya. Selain itu, pikiran ibu menyusui harus selalu positif. Ayo, semangat menyusui!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


four + = 9