Merajut Kisah Kelahiran Aldebaran

Ya Allah sudah 15 bulan usiamu, Nang. Dan Bunda belum menuliskan kisah kelahiranmu. Nggak adil rasanya ya, Nang. Dulu seminggu setelah Mbak Cica lahir, Bunda langsung mengabadikan momennya di blog. Tapi nggak ada kata terlambat ya, Nang. Bunda akan menuliskan kisah kelahiranmu yang mengajarkan kami untuk bersabar.

Sebenarnya saya belum berencana hamil anak kedua. Karena saya pingin banget lahiran di Bidan Kita. Sayang belum jodoh sama Bidan Yesie. Untuk lahiran di Klaten, saya harus menunggu orang tua pensiun. Dan mereka baru pensiun Desember 2016. Yahhh kelamaan, pikir saya waktu itu (April 2015 -red). Enakan hamil sekarang. Hitung-hitungan bakal melahirkan bulan Januari 2016. Adek belum UAN, jadi ibu bisa menemani. Saya cuma mau ditemani ibu karena lebih nyaman. Nggak pakai ewuh-pakewuh. Mau tidur pagi ibu nggak rewel. Nggak mitos-mitosan baru lahiran nggak boleh tidur pagi. Ya kan malam begadang, kalau pagi nggak tidur, bisa jigrak rambut saya. Ditambah mesti mengasuh Aleisha, 3 years old. Pokoknya mau tidur, nggak harus minta izin. Langsung tidur aja.

Eh habis mikir begitu, tiba-tiba kepala saya nggliyeng. Pandangan kabur. Waduh, jangan-jangan hamil, rasan-rasan saya dalam hati. Padahal belum telat haid. Dengan PD-nya saya test pack begitu terlambat 2 hari. Dulu hamil Aleisha, telat 2 bulan baru berani test pack. Karena jadwal haid saya selalu mundur. Dan hasilnya garis kedua samar banget. Dua hari kemudian test pack lagi, mulai kelihatan 2 garis. Saya kasih tahu suami, dia bilang, “Kok test pack nggak kasih tahu dulu.” Tapi saya malah cemberut dan bilang belum siap hamil. Merasa nggak sanggup sama Aleisha yang super aktif, hamil, dan harus mengurus rumah. Mana kalau rumah berantakan dimarahin. Sebel! Namun saya harus bersyukur.

“Milik Allah lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki.  Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa”

(QS. Asy Syura: 49-50)

Dan ternyata kehamilan kedua ini memang menguji kesabaran saya. Maboknya parah banget. Selama trimester 1 semua yang saya makan selalu keluar. Bahkan minum air putih saja muntah. Makan buah, muntah. Alhamdulillah sih nggak harus opname. Soalnya meski muntah terus, saya selalu paksa makan. Berat badan saya turun 6 kg. Pernah waktu kontrol, suster yang tensi langsung panik karena tensi saya di bawah 80.

“Ibu, kuat? Mau pingsan nggak, Bu?” Continue reading

Family Project For Ramadhan (Aribowo Family)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Masya Allah… nggak terasa beberapa hari lagi berjumpa dengan bulan Ramadhan. Dan Alhamdulillah, setelah 2 tahun, bisa ikut puasa lagi. Tahun 2015, saya hanya puasa 5 hari saja karena mabok berat di trimester awal kehamilan Aldebaran. Bisa makan, tapi selalu dimuntahin. Bahkan minum air putih aja, muntah. Tensi ngedrop di bawah 80. Demi kesehatan saya dan janin, diputuskan untuk nggak puasa. Setahun lalu, mau puasa, udah kebayang bisa full puasa karena belum haid, harus ikhlas nggak puasa lagi. Berat badan Aldebaran kan kurang ya waktu itu. Terus pas saya mencoba puasa, kok pubnya hijau. Jadilah nggak puasa. Insya Allah tahun ini bisa puasa. Baran udah 15 bulan. Udah makan dan nggak terlalu tergantung nenen.

Menjelang Ramadhan, di group Rumbel Playdate IIP Bekasi ada tantangan membuat family project untuk bulan Ramadhan. Berhubung saya masih bingun, kayak apa sih family project itu. Saya silent rider aja. Tapi serius mengikuti para peserta tantangan family project. Duh, kok seru-seru ya. Terus kepikiran pingin bikin juga family project. Saya nggak mau Ramadhan berlalu begitu aja tanpa ada yang membekas di hati. Bulan yang penuh berkah dan rahmat, kok sayang kalau Cuma dapat puasanya aja. Apalagi Aleisha ikut puasa. Saya pingin Aleisha merasa berkesan dengan puasa Ramadhannya. Saya pun ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) project family para bunda di Rumbel Playdate IIP Bekasi.

FAMILY PROJECT FOR RAMADHAN (ARIBOWO FAMILY)

Before Ramadhan

1. Marhaban Ya Ramadhan

  • Deskripsi Kegiatan : Mempersiapkan keluarga, terutama Aleisha, dalam rangka menyambut Ramadhan.
  • Kegiatan : 1) Sounding ke Aleisha tentang puasa Ramadhan, menyanyikan nasyid tentang Ramadhan, dan membacakan buku tentang puasa. 2) Bunda dan Yanda membaca buku Fiqh Puasa-nya Yusuf Qardhawi. 3) Mendekorasi rumah dengan tema Ramadhan.
  • Durasi : Seminggu menuju Ramadhan.
  • Peserta : Semua anggota keluarga.
  • Tujuan Program : Agar semua anggota keluarga siap lahir dan batin beribadah di bulan Ramadhan.

Continue reading

[Sensory Play] Under the Sea

“Bunda, kok waktu Dory mau masuk anemon kesetrum?” tanya Aleisha. Dia melihat salah satu adegan di film Finding Dory saat Dory tersengat tentakel anemon.

“Karena anemon memiliki sengatan beracun untuk melindungi diri. Kalau ada ikan yang mau mendekati anemon, nanti kayak disetrum.”

“Tapi Nemo sama bapaknya kok nggak kesetrum?” tanyanya lagi.

“Karena nemo kan ikan badut. Nah, ikan badut badannya ada lendir yang melindungi dari sengatan anemon.”

“Kalau Dory itu ikan apa, Bunda?”

“Surgeon fish. Di belakang ekor Dory ada kayak jarumnya. Buat menyerang musuh.”

Masih banyak pertanyaan lain yang diajukan Aleisha. Karena Aleisha kan almost 5 years old, jadi pertanyaannya mulai mengarah ke bahasan science. Sebisa mungkin emaknya berusaha menjawab. Kalau lupa (baca: nggak tahu) ya tinggal bilang, ‘Nanti Bunda cari tahu dulu ya.’ Continue reading

Cerita GTM dan GMM Aldebaran


Mamak lagi stres berat! Duh GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan GMM (Gerakan Mulut Melepeh) tuh bener-bener ya bikin hati para emak rontok. Udah masaknya susah payah, berusaha bikin menu yang enak dan bernutrisi, ehhh… anaknya mingkem sak mingkem-mingkeme. Lebih kesel lagi kalau udah susah payah masuk mulut, dihempas a.k.a dilepeh begitu saja. Ya Tuhan! Apalagi pas tanggal tua, dibela-belain beli daging, jebul anaknya GTM dan GMM. Duhhh… maunya sih ikhlas. Tapi kok berat yaaa… berat banget. Dek, daging mahal, Dek. Hiks…

Yang bikin stres tuh apa, khawatir banget Baran kurang nutrisi. Kan dia lagi masa pertumbuhan yang butuh banyak protein. Mana bocahnya pecicilan, maunya playon di depan rumah. Ya ampun mamak senewen banget tauk setiap lihat timbangan, jarumnya nggak geser ke kanan. Masih bagus ajeg. Gimana kalau malah geser ke kiri alias turun. Kebayang dulu Baran seret banget naik BBnya, dan nyaris suplementasi sufor, mamak rasanya pingin jambak-jambak rambut. Continue reading