[Matrikulasi Ibu Profesional] NHW #4: Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Nggak terasa program matrikulasi batch #3 berjalan almost 4 minggu. Itu berarti kami sudah menerima 4 materi dan mengerjakan 4 NHW (nice homework). And you know what… entah mengapa saya merasa setiap minggunya, materi yang diberikan semakin mendebarkan. Semakin jelas arahan dari Institut Ibu Profesional tentang peran seorang ibu, baik untuk suami, anak, lingkungan, bahkan dirinya sendiri. Semakin terlihat grand design-nya tuh seperti apa sih seorang ibu itu. Bu Septi benar-benar luar biasa ya. Bisa membuat grand design dan kurikulum untuk para ibu. Ini baru materi ke #4 lho. Gimana nanti sampai materi terakhir.

Jadi materi mendidik dengan kekuatan fitrah pada dasarnya menuntut kami untuk memahami, bahwa misi seorang ibu melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari rumah. Dengan demikian, kita akan mengetahui ilmu apa saja yang harus dipelajari. Namun tentukan prioritas ilmu apa yang akan kita pelajari satu persatu. Lalu amalkan, satu persatu. ONE BITE AT A TIME. Jangan semua ilmu ingin dipelajari, semua seminar parenting ingin diikuti, semua buku ingin dibaca, namun kita lupa untuk mengamalkan. Di IIP, Bu Septi selalu menekankan agar kita menggigit dan menelan satu ilmu dulu, lalu amalkan. Baru setelah itu, silakan mempelajari ilmu yang lain. Dan yang bisa memutuskan tahapan prioritas ilmu, bukan orang lain, tapi diri kita sendiri.

Apakah ini mudah? Tentu saja tidak. Namun kita bisa menjadikannya menyenangkan. Maka jadilah diri sendiri. Jangan dengarkan orang lain. Jangan silau atas kesuksesan orang lain. Karena sesungguhnya, mereka yang kita anggap sukse, telah memulainya dari KM 0. Jadi tugas saya sekarang adalah menentukan KM 0 saya tanpa rasa galau. Continue reading

[Matrikulasi Ibu Profesional] Nice Homework #2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

Alhamdulillah memasuki pekan kedua di kelas matrikulasi ibu profesional, materi mulai terasa berat. Kami diberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana sih sebenarnya menjadi ibu profesional itu. Dan dalam mencerna materinya, nggak bisa baca selintasan dan langsung telan. Harus dikunyah dulu pelan-pelan. Kalau sunnahnya mengunyah kan 32 kali hehe…. Kenapa dikunyah perlahan? Ya supaya kita benar-benar memahami dan memaknai dengan utuh tentang ibu profesional. Continue reading

[Matrikulasi Ibu Profesional] Nice Homework #1: Adab Menuntut Ilmu

Sebenarnya saya mengenal Institut Ibu Profesional hampir 3 tahun yang lalu. Saya juga sudah mengikuti seminar IIP yang diisi oleh Bu Septi sekeluarga. Kemudian saya pun bergabung di group WA IIP Bekasi. Sayangnya, karena kehilangan HP dan cukup lama baru punya yang baru, saya left otomatis dari semua group WA termasuk IIP. Nggak tahu kenapa terus kok belum pingin gabung lagi. Soalnya saya cuma silent reader. Pas waktunya ada kulwap atau diskusi, pas selalu nggak bisa pegang HP. Ketinggalan melulu. Jadi ya agak angot-angotan mau gabung lagi.

Dan tiba-tiba sebulan yang lalu, saya pingin ikutan lagi di IIP. Ah dasar kau emak labil. Gara-garanya, Mbak Ani, senior di kosan jaman kuliah, cerita serunya ikutan Matrikulasi IIP Batch #2. Perasaan pas saya masih di group IIP Bekasi belum ada matrikulasi. Atau saya yang kudet nggak tahu infonya. Jadi begitu pendaftaran batch #3 dibuka, saya langsung daftar. Continue reading

Mencoba Rib Eye Beef Untuk Boost BB Aldebaran

Duh emang ya, BB anak itu salah satu the most thing yang bikin para emak galau. Pinginnya sih cuek. Tapi kalau yang mengomentari keluarga atau saudara rasanya… hmmm… baper juga. Di group Rumah Puspa, kalau curhat BB dibuka, tumpah ruah deh semua uneg-uneg mamaks. Ada yang sampai ke DSA karena 3 bulan berturut-turut BB anak nggak naik. Ada juga yang ngerayu Mbak Chris, ownernya SAE, minta dibuatin essential oil supaya anaknya mau makan. Ada yang harus terapi enzim, karena nutrisi makanan nggak terserap tubuh. Yang lebih ngenes lagi, ada yang neneknya memanggil cucunya dengan sebutan kurus. Kalau yang terakhir mah bikin baper kuadrat 😀

Enaknya di group Rumah Puspa, meski menggalau berjamaah tentang BB anak, kami berdiskusi dan saling member solusi. Cici, salah satu kawan di group, menawarkan minyak ikan herbal untuk menambah nafsu makan. Namun minyak ikan ini untuk usia satu tahun ke atas. Alhamdulillah beberapa anak cocok dan BBnya mulai naik. Sedangkan untuk yang bayi a.k.a di bawah satu tahun, usahanya dengan memberikan menu yang tinggi protein plus lemak tambahan. Cuma ya memang sih mulai usia 9 bulan kenaikan BB bayi mulai irit. Huft…

Lalu Mbak Siska sharing dia lagi mencoba kasih Rayi daging sapi bagian rib eye. Katanya sih rib eye bisa mendongkrak BB anak. Mbak Siska tahunya dari IG Elizabet Zenifer. Saya pun langsung meluncur ke IGnya Cici Eliz. Yess BB Baran emang lagi bermasalah 2 bulan kemarin. Selama 1,5 bulan blas nggak naik meski se ons. Terus kena batuk pilek ketularan mbaknya. Kelar lah si BB kalau udah batpil. Pasti turun.

Jadi di IG Cici Eliz dijelaskan, untuk menge-boost BB David, putranya, beliau memilih makanan yang tinggi protein dan lemak. Contohnya seperti rib eye beef, paha ayam kampung, dan ikan salmon. Continue reading