[Matrikulasi Ibu Profesional] NHW #6: Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

NICE HOMEWORK #6

BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.”

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita Merasa Sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1) Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

  • Ibadah
  • Bermain Bersama Anak
  • Membaca Buku Parenting & Menulis di Blog

Kenapa ibadah saya tempatkan di prioritas teratas dalam aktivitas paling penting? Bukannya ibadah itu udah wajib ya, jadi kok nggak aktivitas lain? Justru karena wajib itu saya jadikan prioritas pertama di aktivitas paling penting. Ibadah ini PR banget buat saya. Kadang saya terlena sehingga sholat nggak selalu di awal waktu. Ibadah sunnah pun banyak yang terlewat. Dan di momen materi matrikulasi ini, saya mau memperbaiki ibadah saya. Saya sadar, bila hubungan saya dengan Allah baik, maka hubungan saya dengan suami, anak, keluarga, dan orang lain akan baik. Saya percaya, semakin baik kualitas ibadah, semakin besar pula sumbu kesabaran saya. Continue reading

[Matrikulasi Ibu Profesional] NHW #4: Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Nggak terasa program matrikulasi batch #3 berjalan almost 4 minggu. Itu berarti kami sudah menerima 4 materi dan mengerjakan 4 NHW (nice homework). And you know what… entah mengapa saya merasa setiap minggunya, materi yang diberikan semakin mendebarkan. Semakin jelas arahan dari Institut Ibu Profesional tentang peran seorang ibu, baik untuk suami, anak, lingkungan, bahkan dirinya sendiri. Semakin terlihat grand design-nya tuh seperti apa sih seorang ibu itu. Bu Septi benar-benar luar biasa ya. Bisa membuat grand design dan kurikulum untuk para ibu. Ini baru materi ke #4 lho. Gimana nanti sampai materi terakhir.

Jadi materi mendidik dengan kekuatan fitrah pada dasarnya menuntut kami untuk memahami, bahwa misi seorang ibu melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari rumah. Dengan demikian, kita akan mengetahui ilmu apa saja yang harus dipelajari. Namun tentukan prioritas ilmu apa yang akan kita pelajari satu persatu. Lalu amalkan, satu persatu. ONE BITE AT A TIME. Jangan semua ilmu ingin dipelajari, semua seminar parenting ingin diikuti, semua buku ingin dibaca, namun kita lupa untuk mengamalkan. Di IIP, Bu Septi selalu menekankan agar kita menggigit dan menelan satu ilmu dulu, lalu amalkan. Baru setelah itu, silakan mempelajari ilmu yang lain. Dan yang bisa memutuskan tahapan prioritas ilmu, bukan orang lain, tapi diri kita sendiri.

Apakah ini mudah? Tentu saja tidak. Namun kita bisa menjadikannya menyenangkan. Maka jadilah diri sendiri. Jangan dengarkan orang lain. Jangan silau atas kesuksesan orang lain. Karena sesungguhnya, mereka yang kita anggap sukse, telah memulainya dari KM 0. Jadi tugas saya sekarang adalah menentukan KM 0 saya tanpa rasa galau. Continue reading

[Matrikulasi Ibu Profesional] Nice Homework #2: Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

Alhamdulillah memasuki pekan kedua di kelas matrikulasi ibu profesional, materi mulai terasa berat. Kami diberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana sih sebenarnya menjadi ibu profesional itu. Dan dalam mencerna materinya, nggak bisa baca selintasan dan langsung telan. Harus dikunyah dulu pelan-pelan. Kalau sunnahnya mengunyah kan 32 kali hehe…. Kenapa dikunyah perlahan? Ya supaya kita benar-benar memahami dan memaknai dengan utuh tentang ibu profesional. Continue reading

[Matrikulasi Ibu Profesional] Nice Homework #1: Adab Menuntut Ilmu

Sebenarnya saya mengenal Institut Ibu Profesional hampir 3 tahun yang lalu. Saya juga sudah mengikuti seminar IIP yang diisi oleh Bu Septi sekeluarga. Kemudian saya pun bergabung di group WA IIP Bekasi. Sayangnya, karena kehilangan HP dan cukup lama baru punya yang baru, saya left otomatis dari semua group WA termasuk IIP. Nggak tahu kenapa terus kok belum pingin gabung lagi. Soalnya saya cuma silent reader. Pas waktunya ada kulwap atau diskusi, pas selalu nggak bisa pegang HP. Ketinggalan melulu. Jadi ya agak angot-angotan mau gabung lagi.

Dan tiba-tiba sebulan yang lalu, saya pingin ikutan lagi di IIP. Ah dasar kau emak labil. Gara-garanya, Mbak Ani, senior di kosan jaman kuliah, cerita serunya ikutan Matrikulasi IIP Batch #2. Perasaan pas saya masih di group IIP Bekasi belum ada matrikulasi. Atau saya yang kudet nggak tahu infonya. Jadi begitu pendaftaran batch #3 dibuka, saya langsung daftar. Continue reading