Back to Cloth Diaper

1482826361488Beberapa bulan lalu, saat Aldebaran baru lahir, saya memposting fotonya bersama sebuah produk diaper. Bukan endorse sih sebenarnya. Cuma sample gratis aja. Dan sebagai ucapan terima kasih, saya mengupload foto produknya. Lalu seorang kawan baik berkomentar di status tersebut. Saya lupa redaksi kalimatnya. Tapi intinya beliau selama ini menganggap saya anti popok sekali pakai, dan tiba-tiba upload brand diaper.

Saya bingung deh, kok beliau bisa menyimpulkan seperti itu. Ya saya jawab aja nggak anti pospak. Cuma ya pakai popok kain atau cloth diaper kalau lagi waras. Bila kondisi sebaliknya alias saya lagi error, pakainya pospak. Dan pada kenyataannya, saya lebih sering error. Itu artinya anak-anak saya 80% pakai pospak. Aleisha sih udah bebas pospak dari umur 2 tahun. Alhamdulillah proses toilet trainingnya lancar.

Saya nggak memungkiri pospak adalah salah satu fasilitas yang membuat saya tetap waras. Suami lebih rela membelikan pospak dibanding memberikan saya ART. Ya gila aja kalau ART nggak ngasih, pospak pun nggak boleh. Bisa kelar hidup gue. Lebih baik kirim gue ke Turki. Haseeekkk….

Boros? Banget! Tapi kebayang kan gimana hidup saya tanpa pospak. Setiap ngompol, baju anak & emak harus ganti. Kebayang cucian yang numpuk dan bau pesing. Jadi tolong catat ya… saya bukannya nggak mau diompoli anak. Pakai clodi pun harus rajin nyuci. Apalagi clodi kena ompol dan pup. Lha saya aja nyuci baju 2-3 hari sekali. Alhamdulillah kulit Aleisha dan Aldebaran kayak badak. Awal-awal lahir doang agak sensitif. Nggak pernah kena ruam atau iritasi. Seperti mereka mengerti kondisi emaknya. Padahal saya sering ganti merek. Ya you know lah, mana yang diskon, itu yang dipakai. Tapi tetep yang bermerek dong. Nggak mau pakai pospak yang abal-abal. Dan tiap 4 jam sekali diganti.

Lalu tiba-tiba saya dapat hidayah. Pingin pakai clodi (lagi). Jaman Aleisha pernah pakai. Terus masuk lemari lagi karena saya sungkan sama eyangnya Aleisha. Mencuci clodi kan banyak pakemnya. Dan sayanya nggak kepenak mau ngasih tahu. Jadi ya masukin lagi deh ke lemari. Sekarang pingin pakai lagi. Kenapa? Karena saya lagi ngincer set buku anak premium. Iya belinya arisan. Mana sangguplah saya beli tunai berjuta-juta. Nah buat bayar arisannya dari berhemat pakai pospak.

Sayangnya clodi Aleisha yang dulu, merk Coolababy dan QQ Minky, udah pada rusak. Dipakai bau pesing, sering bocor, & Baran susah kalau pakai clodinya harus tidur. Berarti saya harus punya clodi tipe pants. Mulai deh search beberapa clodi pants beserta reviewnya. Saya lebih memilih merek lokal. Selain memang kualitasnya bagus, bisa jebol rekening suami kalau beli yang import. Saya tertarik sama merek GG, Ecobum, dan Cluebebe. Cuma ya berhubung lagi banyak keperluan, plus saya dan anak-anak mau mudik ke Jawa, beli 2 clodi dulu. GG T Dipe dan Ecobum Pull Up Pants Minky. Nah sekarang saya mau bahas satu-persatu antara clodi GG dan Ecobum.

UKURAN

Berat Baran sekarang 9,2 kg. Jadi saya pilih GG T-Dipe yang size 1. Bisa digunakan untuk BB 7-20 kg. Adjustment snap-nya (pengaturan lingkar paha, lingkar dan ketinggian pinggang) bisa diatur S, M, atau L. Desain snap bagian depan 3×3 baris, snap bagian pinggang 3×3 baris. Ukuran badan Baran fit di size M.

picsart_12-18-06-36-10Ecobum pants juga sama. Didesain one size untuk berat 3-18 kg. Desain snap bagian depan 3×3 baris, bagian pinggang 4×2 baris. Tapi Baran pakai Ecobum dengan adjustable size S. Itu pun masih terlihat agak kebesaran. Mungil amat sih anak gw 😀

picsart_12-26-07-52-16Meski GG dan Ecobum sama-sama mengklaim produk mereka fit dan trim, GG terlihat lebih fit dan trim di badannya Baran. Desainnya ketika dipakai mengikuti bentuk badan anak. Sedangkan Ecobum terlihat kegedean di Baran. Terus kayak kaku gitu. Nggak slim dan trim kayak pakai GG.

DESAIN

Pocket

GG T-Dipe dan Ecobum Pull Up Pants didesain sebagai clodi pocket, AI2/All In Two (tipe cover/hybrid), atau training pants. Jika digunakan dengan sistem pocket, masukkan insert ke kantong clodi. Namun bila ingin mengunakan sebagai cover, letakkan insert di atas inner. Lebih praktis sih. Jadi kalau udah basah tinggal ganti insertnya aja. Nggak perlu ganti keseluruhan popok. Untuk toilet training, tinggal lepas insertnya.

Pada clodi GG, pocket untuk memasukkan insert di bagian belakang atas. Karet elastik di kantong membuat saya sedikit kesulitan merapikan insert. Supaya nggak terlalu lama merapikan insert, takut Baran keburu ngewer, setelah kering dari jemuran langsung saya masukkan insert ke kantong. Jadi ketika Baran mau pakai, nggak ribet lagi. Ketika dipakai sebagai tipe cover, insert sering miring-miring karena nggak penyangganya.

picsart_12-24-09-34-15Ecobum pocket insertnya di dalam, lebar, dan tanpa karet elastis. Dilengkapi dengan Front Flap Opening (PUL waterproof) yang mirip amplop supaya insert lebih rapi, nggak mudah rembes, dan kotoran nggak masuk ke kantong. Saya lebih suka pocketnya Ecobum, lebih mudah saat merapikan insert. Dipakai sebagai cover juga membuat insert stabil karena bisa diselipkan di Front Flap Opening.

picsart_12-24-11-51-27Wing

Ciri khas clodi pants adalah elastic wing di bagian pinggang. Wing ini yang membuat clodi jadi seperti celana. Memudahkan banget saat memasang clodi pada bayi yang lagi aktif-aktifnya.

Wing GG berukuran lebar dengan snap 3×3 baris. Meski nggak berkerut, wing GG melar jika ditarik. Bahannya tipis. Jadi pas dipakai di adjustable S, nggak ngeganjel di bagian perut. Nah ini juga yang bikin GG fit dan trim saat dipakai.

picsart_12-24-09-37-03Saya suka wing-nya Ecobum. Ukurannya lebih ramping dengan snap 2×4 baris. Desainnya berkerut sehingga terlihat lebih rapi dan simple. Jahitan wing dan snap bukan di lapisan inner, tapi di bagian samping. Tujuannya supaya cairan nggak rembes di bagian belakang. Snap di bagian wing dijahit tersembunyi (hidden snap) agar nyaman dan nggak membekas merah di kulit bayi. Sayangnya, wing Ecobum meski desainnya lebih simple, ketika dipakai di size S, bagian yang masuk di depan perut kayak ngganjel gitu.

picsart_12-24-04-34-53

picsart_12-24-04-37-00

Kedua clodi ini dijahit dengan sangat rapi dan kuat. Oh iya, 1 lagi kelebihan GG. Clodi ini sudah mengantongi sertifikat SNI. Dan saya baru tahu ownernya se-almamater dengan saya. Jayalah IPB kita.

MATERIAL

Outer

Hampir semua clodi menggunakan Polyester Polyurethane Laminated (PUL) sebagai outer. Baik GG maupun Ecobum, PUL waterproofnya kuat, lembut, dan kualitasnya bagus. Terlihat dari snapnya yang terpasang kuat. Namun PUL Ecobum outer Minky lebih tebal dibanding GG. Nggak tahu kalau yang Ecobum outer PUL ya. Soalnya saya nggak punya.

picsart_12-26-08-02-33Saya sih lebih suka PULnya GG. Dipakai Baran fit dan trim. Bener-bener ngepas di badannya. Kalau Ecobum, karena tebal jadi kayak ngebentuk kotak gitu. Tapi saya suka outer Minky. Lembut mirip bulu boneka. Sayangnya GG belum ada outer Minky. Moga-moga nanti bakalan ada ya. Saya pasti beli. Dulu clodi Aleisha merk QQ, 8 biji Minky semua. Enak aja megangnya. Halus…

picsart_12-24-11-55-30Inner

Inner GG terbuat dari microfleece yang highly breathable, lembut, dan cepat kering. Iya emang lembut banget. Nyaman dan nggak bikin kulit bayi merah karena iritasi. Soalnya pakai clodi kan harus fit banget biar nggak bocor.

picsart_12-26-06-39-16Ecobum menggunakan bahan lain sebagai inner, yaitu suede yang hipoalergenik.. Halus sih, tapi gak selembut innernya GG. Kelebihan suede menurut saya, lebih cepat kering (stay dry). Saat saya mengganti clodi Baran setelah 4 jam pemakaian, inner microfleece agak lembab, sedangkan suede diraba kering. Ketika dijemur juga lebih cepat kering suede. Padahal waktu itu saya lebih dulu menjemur GG.

picsart_12-24-11-52-53picsart_12-24-09-41-04

Insert

GG memilih bahan microfiber FBZ T360 sebagai lapisan insert. Bahan microfiber ini memiliki keunggulan hipoalergenik, antibakterial, dan daya serap tinggi. Insert GG terdiri dari 3 lapis yang dijahit menjadi 1. Lebih praktis, nggak perlu double insert untuk daya serap lebih. Dulu jaman Aleisha, saya suka rempong masang 2 insert ke dalam pocket. Seringnya mencang-mencong jadi kurang rapi. Insert GG nggak bau pesing setelah 4 jam pemakaian. Sayangnya karena tebal, lama keringnya.

picsart_12-18-07-11-45Untuk Ecobum, saya memilih insert combo. Perpaduan microfiber dan hemp yang dijahit memanjang. Kalau mau dipakai, dilipat 2. Agak ribet sih musti ngelipat-ngelipat. Hemp yang terbuat bahan natural, berwarna coklat bintik-bintik, memiliki daya tampung yang banyak. Dipadu dengan microfiber berdaya serat kuat, sehingga menyerap cairan dengan baik. Konon katanya, Ecobum ini juara untuk pemakaian malam. Tapi saya belum coba. Nanti deh kalau udah coba, saya update lagi review-nya.

picsart_12-18-07-18-38DOUBLE LEG GUSSET

Saya nggak tahu pastinya sejak kapan, clodi sekarang sudah banyak yang didesain dengan double leg gusset. Jaman Aleisha sih seingat saya belum ada desain begitu. Double leg gusset ini fungsinya sebagai poo and pip catcher. Emang sih keluhan clodi tuh sering bocor samping. Atau kalau pup, sering belepotan. Nah dengan double leg gusset, cairan dan kotoran akan tertahan. Nggak mbeleber ke mana-mana.

picsart_12-24-04-24-59Double leg gusset GG, bahannya sama dengan bagian inner, yaitu microfleece. Cuma menurut saya agak kurang tinggi. Suka deg-degan bocor. Tapi so far aman sih. Soalnya 4 jam udah saya ganti. Terus katanya kalau pup, agak susah dibersihkan karena menempel di microfleece. Saya sih belum tahu ya. Setiap Baran kelihatan mau pup, langsung saya lepas clodinya dan buru-buru tongkrongin di toilet.

picsart_12-24-04-27-33Ecobum memilih PUL sebagai bahan untuk double leg gusset-nya. Terlihat kaku dan kokoh. Tinggi juga, sekitar 3 cm. Kesannya sih lebih aman sebagai poo catcher. Tapi ya itu, Baran belum pernah pup di clodi.

Teruuussss…. sekarang kalau ditanya suka mana, pakai GG atau Ecobum? Dua-duanya laff banget. Cuma kayaknya Ecobum mau saya pakai kalau adjustable Baran udah size L. Biar nggak njebubug (halah bahas opo iki), terutama di bagian pinggang dan perut. Kalau GG pas banget dipakai Baran. Bener-bener fit dan trim.

picsart_12-17-08-48-42

Oh iya, untuk pencucian saya pakai Ecowash. Bisa juga sih pakai deterjen Ultraco. Tapi berhubung di rumah ada Ecowash, ya dipakai aja. Lebih praktis juga. Tinggal rendam clodi bersama Ecowash, 30 menit – 1 jam. Terus putar-putar bola dalam rendaman, bilas sekali, lalu jemur deh. Clodi pun aman dengan Ecowash. Untuk noda bekas pup bisa menggunakan Stain Remover Stick-nya.

Sumber gambar: ecowash.org

Sumber gambar: ecowash.org

Sumber gambar: ecowash.org

Sumber gambar: ecowash.org

Nah mommies mau pakai clodi juga? Semoga bermanfaat ya review singkat 2 merk clodi ini.

  Regards,  

2 thoughts on “Back to Cloth Diaper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


one × 3 =