Belajar Menulis dari Penulis Senior

Penulis pemula? Hmm… jujur sudah sejak lama saya menjadi penulis pemula. Tapi tidak beranjak naik kelas a.k.a belum menerbitkan buku lagi. Sejak tiga tahun bermimpi menjadi penulis, saya baru menerbitkan dua buku, satu buku solo dan satunya lagi keroyokan.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Kedua buku tersebut terbit sewaktu Aleisha belum lahir. Kendala utama saya dua tahun kemarin adalah saya bekerja, berangkat jam tujuh pagi dan pulang jam enam petang. Sampai di rumah masih harus mengurus Aleisha dan tumpukan pekerjaan rumah karena kami tidak punya ART. Nah setelah resign, di tahun 2015 ini saya mulai memanajemen waktu lagi supaya bisa menulis buku. Kebetulan juga draftnya sudah saya buat. Untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi the real writer, saya banyak belajar dari para penulis senior.

 

Sering Mengirim Naskah ke Media Cetak. Menurut Mbak Anisa Widiarti, seorang penulis buku anak produktif, sebelum menerbitkan buku, beliau rajin ‘menyerbu’ media cetak. Selama setahun, Mbak Anis mengirim naskah-naskahnya ke media cetak. Setelah banyak karyanya dimuat, namanya pun mulai dikenal. Lalu Mbak Anis pun mulai mengirimkan naskahnya ke penerbit. Dan sekarang sudah banyak buku beliau yang diterbitkan beberapa penerbit mayor.

 

Ikut Pelatihan Menulis. Sebenarnya sudah beberapa kali saya mengikuti pelatihan atau training menulis. Sama Mbak Asma Nadia dua kali, Kelas Ajaibnya Mas Benny Rhamdani, dan Kelas Menulis Novel Komedi di FB bareng Kang Iwok Abqary, Kak Beby Haryanti Dewi, dan … (eh satu lagi lupa *tepok jidat). Jujur, kalau habis mengikuti training itu kepala ngebul. Bikin semangat untuk menulis. Tapi yang jadi PR buat saya adalah menjaga kobaran semangatnya 😀

 

Rajin Membaca Status, Twit, atau Blog Para Penulis Senior. Biasanya penulis senior sering membagi ilmu menulis melalui status FB, twitter, maupun tulisan di blog. Yang paling sering saya ikuti adalah Mas Benny Rhamdani dan Mbak Dewi Rieka. Banyak sekali ilmu yang Mas Bhai dan Mbak Dedew yang membuat saya terbayang, “Oh jadi kalau nulis buku harus begini dan begitu.” Tetep yaaa ACTION-nya itu yang lebih penting. Ini juga jadi PR saya.

 

Rajin Membaca Buku. Kalau menurut para penulis senior, bagaimana kita mau menulis jika kepala tidak diisi. Dengan membaca buku, kadang saya menemukan banyak inspirasi. Juga belajar gaya menulis para penulis senior. Biasanya kan penulis pemula itu belum punya ciri khas dalam tulisannya. Nah, menurut training yang saya ikuti, tidak masalah mengikuti gaya menulis penulis lain sampai kita menemukan sendiri gaya kita. Tapi jangan sampai menjiplak plek plek plek yaaa. Nanti bisa diprotes sama penggemarnya.

 

Bergabung dengan Komunitas Penulis. Menurut Mbak Asma Nadia, menjadi penulis itu butuh atmosfer yang positif supaya selalu semangat menulis. Nah, saran beliau, bergabunglah dengan komunitas menulis. Jadi hawanya tuh gerah setiap melihat penulis lain menerbitkan buku. Dan kita bisa sharing bila ada kesulitan dalam menulis. Alhamdulillah saya sudah bergabung dengan beberapa komunitas di FB group, tapi silent reader *hiks.

 

Huaaa… ternyata banyak yaaa PR untuk bisa menerbitkan buku. Tahun 2015, saya jadikan tahun untuk ‘menyerang’ media cetak. Sudah beberapa naskah yang saya kirimkan, semoga dimuat. Dan masih terus berjuang untuk terus menulis lagi. Semangat!!!

Tulisan Ini Diikutsertakan dalam 1st Giveaway Blog Cokelat Gosong

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

13 thoughts on “Belajar Menulis dari Penulis Senior

  1. buset…
    ngakunya penulis pemula, tapi udah ngeblog 3 tahun lalu dan udah nerbitin 2 buku 🙂
    hi hi hi

    itu mah tergolong senior euy 🙂

    yang ini “Rajin Membaca Status, Twit, atau Blog Para Penulis Senior.” saya juga setuju

Leave a Reply to @AstriHapsari_ | Astri Hapsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − 5 =