Bunda Yati: Kehangatan, Semangat, dan Nasihatnya

Bunda Yati. Bun, maaf ya aku comot foto dari blog Bunda

Bunda Yati. Bun, maaf ya aku comot foto dari blog Bunda

Bunda Yati. Ah, siapa sih yang tidak tahu Bunda Yati. Sebenarnya saya tahu tentang Bunda yang mendapat anugerah Srikandi Lifetime Achievement 2013, sudah lama. Tapi mungkin Bunda lupa ya. Bunda pernah meninggalkan komentar di postingan blog saya. Judul postingannya Komitmen Cinta. Kebetulan juga saya ikut sertakan di Blogger Bicara Cinta. Dan menang! Ayo, Bunda, inget ndak? 🙂

Tapi sayangnya, dari komentar tersebut tidak berlanjut ke perkenalan. Pun kemudian ketika bergabung dengan komunitas Emak-emak Blogger, dan tahu ada Bunda Yati di dalamnya, saya hanya menjadi silent reader. Saya belum percaya diri karena merasa isi blog saya masih remeh-temeh. Apalagi status saya sebagai working mom tanpa ART waktu itu, membuat saya kesulitan mengikuti acara-acara para blogger. Namun ketika akhirnya resign, saya mencoba keluar dari zona nyaman. Dan Fun Blogging menjadi debut pertama saya bersama teman-teman blogger. Di situ pula saya bertemu dengan Bunda Yati. Sempat salaman dan cipika cipiki, tapi Bunda Yati lupa waktu saya tanya *hiks.

Lalu dalam grup khusus untuk para alumni Fun Blogging, Teh Ani Berta menantang beberapa dari kami untuk mengikuti Network Competition dengan hadiah Meet Up with Yoris Sebastian. Aw aw aw! Saya langsung tertarik meski belum tahu Yoris siapa. Cuma feeling saya, beliau pasti spesial dan punya something di dirinya sehingga untuk meet up saja perlu dibuat kompetisi. Dan… eng ing eng… setelah googling, ternyata Yoris Sebastian itu seorang pengusaha di bidang industri kreatif, di usia 26 tahun menjabat GM Hard Rock Café, dan pendiri OMG (O My God) Creative Consulting. Wow! Pasti seru ya bisa sharing dengan orang yang selalu berpikir out of box.

Nah, tantangan untuk bisa meet up sama Yoris Sebastian adalah perkenalan dengan sesama alumni Fun Blogging yang belum kenal dekat. Kalau saya sih sebenarnya belum kenal dekat semua. Beberapa kenal seperti  Mbak Helda dan Mbak Indri karena pernah bareng di Kelas Ajaibnya Mas Benny Rhamdani. Saya pun kepikiran untuk memilih Bunda Yati. Udah lama ya pingin kenal. Tapi malu. Nah, mumpung ada kesempatan, saya lamar deh Bunda Yati. Dan beliau setuju.

Sebenarnya di tantangan ini saya yang harus kepoin Bunda habis-habisan. Eh ternyata, Bunda yang malah kepoin saya *hihihi. Saya juga jadi malu karena setiap disenggol Bunda, lama balasnya. Duh maaf ya Bun. Anakku itu super duper aktif. Nggak bisa ditinggal meski sebentar. Kalau lihat emaknya pegang handphone, langsung diambil dan dibanting. Giliran Aleisha tidur atau malam, ehhh Bunda yang nggak bisa. Jadilah kepo-kepoan sama Bunda nggak live. Pas sempat saya inbox Bunda, tanya ini itu, terus Bunda jawabnya pas ada waktu online. Begitu sebaliknya.

Pertama menyapa Bunda, nuansa hangat langsung terasa. Bunda langsung memanggil hanya nama saya, Astri. Saya sih seneng banget lho, Bun. Lebih terasa dekat. Dan maaf sekali, Bun, dengan mengenal Bunda lebih dekat, saya teringat dengan almarhumah nenek dari ibuk. Kebetulan usia Bunda dan nenek saya tidak terpaut jauh. Usia nenek saya seharusnya tahun ini 78 tahun. Hanya lebih tua dua tahun dari Bunda. Tapi, Bunda luar biasa. Di usia Bunda yang tidak lagi muda. Bunda masih melek teknologi. Bunda eksis dengan ngeblog di bundayati.com. Dan saya lebih salut lagi, ketika membaca di blog, Bunda masih mau belajar. Ikut training di sana sini. Hebat, Bun! Asli bikin penasaran, apa sih yang membuat Bunda semangat banget tetap aktif ngeblog di usia senja.

“Bunda takut cepet disapa sama Mr. Pikun.”

Itu jawaban Bunda saat saya tanya. Ah ya, Bunda bener banget. I’m inspired, Bun. Doakan ya Bun, semoga saya konsisten ngeblog sampai nenek-nenek *hihihi.

Mengobrol dengan Bunda Yati, tentu banyak sekali petuahnya. Seperti waktu saya bilang pingin dapat duit dari ngeblog. Secara saya sekarang sudah nggak kerja kantoran lagi. Pinginlah dapat penghasilan meski di rumah. Dan nasihat Bunda, jangan ngeblog karena fokus mengejar income. Ngeblog itu enjoy aja. Jleb! Dalemmm deh nasihat Bunda. Tapi lagi-lagi bener lho, Bun. Kalau kita enjoy, ngeblog jadi lebih asyik. Karena ngeblog nggak melulu soal duit. Ya ya ya, makasih banget nasihatnya, Bun.

Mungkin sekian dulu ya, Bun, tulisan saya tentang kepo-kepoan kita. Semoga setelah ini kita masih bisa terus towel-towelan di blog maupun FB. Nice to know you, Bunda. Kecup dan peluk :*

4 thoughts on “Bunda Yati: Kehangatan, Semangat, dan Nasihatnya

Leave a Reply to @AstriHapsari_ | Astri Hapsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


6 − = five