[RESENSI] Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

 

Judul Buku : Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere-Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 512 Halaman
Tahun Terbit: Januari 2012

Kisah ini dimulai ketika Borno yang berusia 12 tahun, berteriak-teriak di rumah sakit. Berusaha menghalangi dokter yang ingin mengambil jantung bapaknya. Bagi Borno, bapak masih hidup. Bapak akan bangun sewaktu-waktu. Ia terus berontak dan berteriak. Ya, bapak Borno mati tersengat ubur-ubur. Secara medis sudah mati, kata dokter. Dan jantung bapak akan diberikan kepada orang lain.

 

Menginjak usia 22 tahun, tak ada yang istimewa pada hidup Borno. Ia hanya lulus SMU karena tak mampu melanjutkan pendidikan. Beberapa pekerjaan dilakoninya. Buruh pabrik karet, bekerja di SPBU, menjaga loket pelabuhan feri, dan akhirnya menjadi pengemudi sepit. Pekerjaan yang sangat dihindarinya. Bapak berwasiat agar Borno tidak menjadi nelayan atau pengemudi sepit. Ketika keadaan memaksanya, Borno melanggar janjinya pada bapak.

 

“Sungguh, meski melanggar wasiat Bapak, aku berjanji akan jadi orang baik, setidaknya aku tidak akan mencuri, tidak akan berbohong, dan senantiasa bekerja keras – meski akhirnya hanya jadi pengemudi sepit.”

Continue reading

7 Cara Mengasuh Anak Dengan Penuh Kasih

Tiga tahun yang lalu saat menjadi seorang ibu baru, saya masih meraba-raba gaya pengasuhan seperti apa yang akan saya praktekkan kepada Aleisha. Gaya pengasuhan yang membuat saya mengenali anak, membantu anak merasa nyaman, dan menikmati menjadi orang tua. Dan ketika membaca buku The Baby Book, saya merasa cocok dengan konsep yang dikemukakan Dr William Sears dan Martha Sears, penulisnya. Mereka menyebutnya gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih.’

Memang gaya pengasuhan ini nggak saklek. Dr Sears mengatakan bahwa pengasuhan anak adalah pekerjaan sepanjang hayat dan membutuhkan pengalaman secara langsung. Jadi sebenarnya gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih’ adalah kiat awal agar kita bisa menemukan dan mengembangkan gaya pengasuhan sendiri. Beliau sendiri mempelajari gaya pengasuhan ini dari para orang tua yang tampak selaras dengan anak-anak mereka, yang bisa membaca isyarat bayi mereka, dan orang tua yang menikmati perannya sebagai orang tua. Bahkan meski sudah diterapkan pada delapan anaknya, Dr Sears dan Martha, istrinya mengaku masih terus belajar.

Kebetulan saya sendiri sreg dengan gaya pengasuhan ini. Karena ada sebagian gaya pengasuhan yang – sependek pengetahuan saya – sepertinya diadopsi dari kearifan lokal bangsa timur.

Lalu seperti apa sih gaya ‘mengasuh anak dengan penuh kasih’? Dr Sears dan Martha menjabarkannya dalam 7 poin.

7 CARA MENGASUH ANAK DENGAN PENUH KASIH Continue reading

[RESENSI] Bulan Terbelah di Langit Amerika: Karena Dunia Tidak Lebih Baik Tanpa Islam

Judul Buku: Bulan Terbelah di Langit Amerika

Penulis: Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 344 Halaman

 

Yang sebenarnya ada dalam hatiku adalah kekalutan yang sama sepertimu. Aku dan matahari. Kalian pikir kami bahagia dengan perjalanan panjang yang rasanya tak berujung ini? Melihat kalian berjatuhan, bangkit, menikam, lalu tiba-tiba bersenda gurau dan entah akhir seperti apa yang kalian harapkan.

Tapi sekali ini saja, kau tidak akan pernah mengetahui kapan diriku membelah lagi. Dan kalaupun itu terjadi nanti, aku bahagia. Karena dengan itu perjalananku dengan matahari telah usai.

 

Bulan Terbelah di Langit Amerika…

Ketika pertama melihat cover buku ini di FB seorang teman, terlintas di pikiran saya, novel ini berkisah tentang Islam di Amerika. Bahwa Hanum dan Rangga melanjutkan perjalanan mereka ke Amerika, setelah dari Eropa, untuk menguak cahaya Islam di negeri Paman Sam. Dalam bayangan saya, novel ini berlatar tragedi Black Tuesday atau 11 September. Dari pemilihan judul, bulan terbelah, saya menebak Penulis menemukan sebuah fakta mengenai salah satu mukjizat Rasulullah SAW, yaitu membelah bulan.

Ya, tebakan saya mengenai Islam di Amerika dan tragedi 11 September memang benar. Tapi tentang novel ini adalah lanjutan dari 99 Cahaya di Langit Eropa tidak sepenuhnya benar. Pada bagian pengantar, Hanum dan Rangga menjelaskan jika draft novel Bulan Terbelah di Amerika ditulis lebih awal. Namun ‘adiknya’, 99 Cahaya di Langit Eropa, yang duluan lahir. Kemudian tentang fakta bulan terbelah juga saya salah. Karena ternyata bulan terbelah menjadi inspirasi bagi tokoh di novel ini untuk menjadi seorang yang lebih baik.

Hanum Salsabiela menyuguhkan kisah perjalanan sebagai agen Muslim yang baik ke Amerika, diawali dengan tugas yang diberikan oleh atasan sekaligus sahabatnya, Gertrud Robinson. Bosnya di surat kabar Austria Heute ist Wunderbar, Today Is Wonderful, ingin Hanum menulis artikel tentang “Would the world be better without Islam?”. Artikel kontroversial untuk mendongkrak oplah Heute ist Wunderbar yang nyaris bangkrut. Tentu saja, pada awalnya Hanum menolak mentah-mentah keinginan Gertrud. Namun, Hanum merenungkan kembali permintaan bosnya itu. Pasti ada alasan mengapa Gerturd meminta Hanum yang menulis artikel luar biasa tersebut.

“Terima kasih, Hanum. Aku bersyukur. Kau tahu, jika Jacob yang menulisnya, pernyataan itu jelas akan terjawab ‘ya’. Denganmu seorang muslim, aku masih berharap kau menjawab pertanyaan itu dengan ‘tidak’. Kau paham kan sekarang?”  (Halaman 51)

Di sisi lain, Rangga yang sedang mengajukan proposal paper tentang giving, justru diberi tugas oleh Prof. Reinhard untuk presentasi dan menghadiri konferensi di Washington DC. Sekaligus tugas berat, yaitu meyakinkan Phillipus Brown, seorang pebisnis, milyader, dan filantropi, yang menjadi keynote speaker di konferensi itu,  untuk mengisi stadium general di universitasnya.

Orang sering menyebut serendipity atau kebetulan yang menyenangkan. Namun bagi Rangga, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua adalah grand design dari Allah hingga ia dan Hanum bisa berangkat ke Amerika bersama. Continue reading

[Resensi] Assalamualaikum Beijing! : Membidik Titik Bernama Setia

 

Judul Buku : Assalamualaikum Beijing!

Penulis : Asma Nadia

Penerbit : Noura Book Publishing (Mizan Group)

Jumlah Halaman : 356 Halaman

Edisi : Soft Cover

ISBN : 6021606159

ISBN-13 : 9786021606155

Ukuran : 200 x 130 x 0 mm

Berat : 280 gram

Harga : Rp 54.000,-

Ajarkan aku mantra pemikat cinta Ahei dan Ashima, maka akan kutaklukkan penghalang segala rupa agar sampai cintaku padanya.

Kesetiaan…

Apakah kesetiaan sejati nyata adanya? Atau hanya milik putri dan pangeran dalam negeri dongeng? Seperti kesetiaan milik Ashima dan Ahei. Namun bila memang kesetiaan ini ada, siapakah yang beruntung memilikinya? Perlukah perjuangan untuk mendapatkan sebuah kesetiaan? Continue reading