Cause I Love Breastfeeding

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ | 081519254080

“Kok nggak dibotolin aja, Mbak?”

Pertanyaan itu meluncur dari seorang kawan dekat saya, saat sedang menghadiri acara pernikahan teman kantor kami. Memang ketika datang saya tidak langsung menyapa teman-teman yang rupanya sudah datang terlebih dahulu. Aleisha sudah merengek-rengek minta nenen sejak di mobil. Tapi karena kondisi mobil penuh, saya tidak leluasa jika harus menyusui di dalamnya. Maka begitu sampai gedung, saya mencari kursi kosong dan membuka gentong untuk Genduk 🙂

Begitu melihat saya duduk, kawan saya itu mendekat. Duduk di sebelah saya.

“Bobo, Mbak?” tanyanya sambil menunjuk Aleisha.

“Lagi nenen,” jawab saya.

Kawan saya pun mengerutkan kening dan muncullah pertanyaan itu. “Kok nggak dibotolin aja, Mbak?” Continue reading

Janji Kepada Allah untuk Menyusui Dua Tahun

Sumber gambar di sini

“Iya nih, Mbak, aku udah nggak pumping lagi.”

“Lho bukannya masih tujuh bulan? Terus dikasih sufor?”

“Nggak kok masih ASI. Tapi malam aja. Kalau pagi sampai sore dikasih makan terus. Jadi sehari makannya bisa sampai lima kali.”

 

“Anak gw udah makan dari lima bulan. Habis kayaknya beratnya kurang.”

“Yakin aja, Mbak, ASInya cukup.”

“Ah DSA gw kok yang nyaranin. Terus sekarang gw juga malas pumping. Paling sore aja. Anak gw kan udah sebelas bulan. Banyakin aja makannya. Jadi kalau lapar, kasih biskuit.”

 

Saya terdiam. Sebenarnya ingin sekali mengatakan, MPASI itu Makanan Pendamping ASI, bukan Makanan Pengganti ASI. Apalagi bayinya belum satu tahun. ASI tetap menjadi asupan utama. Tapi… ya sudahlah. Setiap ibu punya pilihan masing-masing. Saya tidak ingin menghakimi. Hanya saja, percakapan tersebut menjadi penyemangat untuk saya memperjuangkan ASI hingga dua tahun. Continue reading

Ketika Cooler Bag Tertinggal

Sumber gambar di sini

Penyakit lupa memang selalu memakan korban. Yup, akibat lupa akut yang saya derita, kanjeng romo sering kena imbasnya. Kejadian terparah akibat lupa bisa dibaca lho di buku antologi saya yang akan terbit bulan depan, Toilet I’m in Love *eh promosi. Aslinya saya tuh mau cerita penyakit lupa saya yang kambuh pagi ini. Dan parahnya, yang tertinggal adalah… jreng… jreng… alat tempur alias cooler bag dan of course isinya. Continue reading

Sensasi Menyusui

 

Sejak Aleisha lahir, saya benar-benar jatuh cinta pada aktivitas menyusui. Bisa dibilang, I’m very crazy on breastfeeding. Walaupun di awal menyusui saya harus melewati banyak rintangan. ASI tidak langsung keluar, puting mendelep sempurna (inverted nipple), nipple crack, dan kurangnya dukungan para tetua. Tapi setelah melalui semuanya, saya menjadi tergila-gila dengan menyusui. Setiap kali Aleisha minta menyusu, saya langsung bersorak girang. She wants suckle on my breast. Dan ketika si gendhuk sudah tahu main dan menolak menyusu, saya patah hati.

“Ayo dong, Nduk. Nenen Bunda ya.”

Patah hati saya semakin meradang saat Aleisha telah mendapat MPASI. Itu berarti, frekuensi menyusunya berkurang. Jika membaca cerita tentang Weaning With Love, saya pasti mewek. Rasanya nggak rela Aleisha lepas menyusu.

Mengapa saya sampai tergila-gila menyusui? Continue reading