5 Alasan Saya Suka Nonton Film

13183015_10209247297598936_1720047697_nNonton film? Hmmm… siapa sih yang nggak suka nonton film. Apalagi sekarang ini bioskop menjamur di mana-mana. Kalau pun nggak bisa di bioskop, nonton di TV juga bisa. Banyak film yang akhirnya tayang di TV kok. Terutama yang langganan TV kabel. Bisa puas nonton di HBO atau FOX Premium. Ya meski kalau nonton di TV nggak ikut euforia kehebohan film-film box office. Seperti misalnya AADC 2 dan Civil War. Pinginnya sih nonton di bioskop. Tapi bayik gimana. Mau dititipin ke siapa. Lha wong saya dan suami tinggal di planet Bekasi ini merantau.

Jadi inget jaman awal menikah dulu. Karena 1,5 tahun kosong a.k.a nggak langsung hamil, saya dan suami hobi banget nonton. Seminggu bisa 3 – 4 kali ngendon di bioskop. Entah di Megaria atau Atrium Senen. Karena kami dulu ngontrak di daerah Matraman, maka dua bioskop itulah yang sering kami sambangi. Pertama pindah ke Bekasi juga masih suka nonton di bioskop. Cuma sejak ada Aleisha… say good bye deh sama bioskop. Sebenarnya setiap pulang ke Lampung, suami suka ngajakin nonton. Aleisha biar sama eyangnya. Tapi tetap aja nggak tega. Ujung-ujungnya nonton di rumah deh. Kebetulan suami hobi banget download-in film. Mau film apa tinggal sebut aja. Alhasil di laptop saya maupun suami, film bejibun.

Oh iya kenapa sih saya suka nonton?

1. One of Me Time

Mamak butuh me time, iyess. Nah, nonton adalah salah satu me time saya. Meski aslinya bisa dihitung pakai jari saya nonton film dengan enjoy. Karena kadang saya lebih memilih tidur setiap ada waktu luang. Atau nontonnya sambil setrika. Tapi lebih sering sih nonton bareng Aleisha. Jadi hiburan sekalian momong anak. Bisa ditebak lah film yang ditonton. Finding Nemo, Free Willy, The Good Dinosaur, Froozen, Jurassic World, dan film anak-anakable lainnya.

2. Mengambil Pesan dan Nilai Dari Film

Jadi saya kalau nonton film harus yang bagus. Yang banyak pesan dan nilai moralnya. Nggak mau nonton cuma sekedar hiburan, misalnya film komedi ecek-ecek atau sekedar horor. Yup, walau untuk me time, saya nggak mau menyia-nyiakan waktu nonton film yang nggak ada nilainya. Terus film seperti apa sih yang sarat nilai buat saya? Kalau yang terakhir saya tonton, film Room. Kisah seorang wanita bernama Joy yang disekap di dalam gudang. Ia mengalami kekerasan seksual hingga melahirkan seorang anak laki-laki, Jack. Yang membuat saya takjub adalah, meski hidup Ma penuh ketakutan, frustasi, kemarahan, dan kecemasan, ia bisa membuat Jack tumbuh normal dengan segala kepolosannya. Dari film ini saya belajar bagaimana mengasuh anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang dalam kondisi apapun juga.

3. Mengenal Berbagai Karakter Manusia

Allah memang menciptakan manusia dengan berbagai karakter. Bahkan anak kembar nggak ada yang karakternya sama. Sayangnya, nggak semua karakter bisa saya temui. Ya jelas aja, manusia di bumi ini kan jumlahnya banyak banget. Sedangkan teman-teman saya mungkin nggak ada 1% – nya. Nah, lewat film saya jadi tahu… ohhh ada tho karakter orang yang begini dan begitu. Salah satu karakter film yang saya suka adalah John Nash di film A Beautiful Mind. Seorang matematikawan yang meraih nobel tapi menderita skizofrenia. Dari film A Beautiful Mind, saya jadi mengerti bagaimana halusinasi seorang penderita skizofrenia. Ngeri-ngeri sedap ya ternyata.

4. Melihat Belahan Dunia

Saya memang belum diberikan rezeki oleh Allah untuk menikmati belahan dunia selain Indonesia. Padahal Indonesia aja belum semua dikunjungi kok. Jadilah saya berpetualangan ke luar negeri lewat buku dan film. Saya paling suka melihat petualangan James Bond yang sebentar di China, tiba-tiba udah di Amerika atau Eropa. Ya setidaknya saya bisa melihat sedikit gambaran tentang negara lain.

5. Cuci Mata

Ini sih alasan agak nakal hahaha. Lagian siapa sih yang nggak suka lihat aktor ganteng. Atau kalau laki-laki suka menatap aktris cantik. Saya sih jujur aja dari dulu demen ngelihat Mas Tom Cruise. Ditambah kalau dia lagi beraksi di Mission Imposibble. Waduh bisa nggak berkedip nih mata. Tapi meski saya suka cuci mata lihat aktor-aktor ganteng, saya tetap sadar kok. Mereka hanya ilusi. Jadi begitu film selesai, ya bubarlah semua. Yang terganteng tetap suami dan anak lanang *eaaa.

Nah, kalau mamak yang lain suka nonton karena apa?

Regards,

 

Miki yang Tidak Boleh Tertinggal

Aleisha and The Miki :D

Aleisha and The Miki di Bandara Soetta 😀

Ada yang bilang jalan sama batita itu udah kayak pindahan rumah. Gembolannya banyak banget. Dan yang paling banyak tentu saja perlengkapannya Aleisha. Kotak makan plus makanannya, bajunya yang seabrek karena sebentar-sebentar musti ganti baju, tempat minum plus airnya, diaper, belum lagi perlengkapan ‘dandan’-nya yang jumlahnya ngalah-ngalahin punya emaknya. Beruntung Aleisha gak minum susu formula. Bisa kebayang kan musti bawa termos 😀

Tapiii ada satu barang yang harus bin wajib gak boleh ketinggalan. Kalau sampai ketinggalan, I don’t know what to do untuk menenangkan Aleisha yang pasti bakal meraung-raung. Benda itu adalah Miki a.k.a guling kesayangannya. Bisa juga dibilang empeng. Ya ampun padahal Miki itu cuma guling biasa yang saya beli waktu dia bayi. Saya sendiri lupa bagaimana awalnya setiap kali menyusui dia selalu memegang Miki.

Mudik Lebaran 2013

Mudik Lebaran 2013 di Bandara Sultan Hasanuddin

Continue reading

Mimpi Menunaikan Ibadah Haji Bersama Suami dan Anak

 8112240527_57e9eac84e

Masha Allah, merinding sekali setiap terdengar kalimat talbiyah didengungkan. Hati seperti terpanggil-panggil untuk segera mengunjungi rumah Allah di Mekah. Setiap muslim pasti ya ingin sekali bisa menunaikan rukun Islam yang kelima, yaitu haji. Saya pun demikian. Dulu sewaktu masih bekerja di Bank Muamalat, entah mengapa saya selalu terharu melihat nasabah yang mengurus setoran awal maupun pelunasan ongkos naik haji (ONH). Bahkan tanpa malu-malu saya selalu minta didoakan agar bisa segera menyusul. Namun lamanya masa antri, membuat saya terpikir untuk umroh terlebih dahulu. Dan saya sangat ingin sekali bisa menunaikan ibadah umroh bersama suami dan anak.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ 

Keinginan saya tersebut tercetus saat beberapa tahun lalu melihat tayangan di televisi, Mandala Shoji yang mengajak anaknya umroh. Padahal waktu itu usia putri pertamanya belum genap dua tahun. Lalu keinginan untuk umroh bersama anak semakin menggebu saat melihat Mbak Asri (ibu susuan Aleisha) umroh bersama suami dan putrinya. Ya Allah… saya iri banget. Tidak apa-apa kan iri dalam rangka kebaikan 🙂 Apalagi ketika Mbak Asri bercerita, banyak sekali kemudahan yang diperoleh ketika mengajak putrinya. Continue reading

Belajar Menulis dari Penulis Senior

Penulis pemula? Hmm… jujur sudah sejak lama saya menjadi penulis pemula. Tapi tidak beranjak naik kelas a.k.a belum menerbitkan buku lagi. Sejak tiga tahun bermimpi menjadi penulis, saya baru menerbitkan dua buku, satu buku solo dan satunya lagi keroyokan.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Kedua buku tersebut terbit sewaktu Aleisha belum lahir. Kendala utama saya dua tahun kemarin adalah saya bekerja, berangkat jam tujuh pagi dan pulang jam enam petang. Sampai di rumah masih harus mengurus Aleisha dan tumpukan pekerjaan rumah karena kami tidak punya ART. Nah setelah resign, di tahun 2015 ini saya mulai memanajemen waktu lagi supaya bisa menulis buku. Kebetulan juga draftnya sudah saya buat. Untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi the real writer, saya banyak belajar dari para penulis senior.

  Continue reading