Menu Empat Bintang Untuk Tumbuh Kembang Aleisha

 

Sumber gambar: whitecatcoaching.com.au

Sumber gambar: whitecatcoaching.com.au

 

“Dede Al pagi-pagi sarapannya selalu lengkap ya.”

Begitulah komentar tetangga setiap melihat saya menyuapi Aleisha sarapan. Kadang mereka takjub karena pagi aja menu makan Aleisha sudah lengkap. Ada sayur, protein nabati, protein hewani, dan karbohidrat. Kalau pun tidak ada sayur, misal sarapan bubur ayam buatan sendiri, 30 menit setelahnya saya sodorkan brokoli kukus.

“Bundanya rajin masak sih. Jam lima atau setengah enam kalau aku ke kamar mandi udah kedengeran bunyi cobeknya,” kata tetangga sebelah persis.

Saya hanya tersenyum. Iya dong harus rajin. Supaya gizi anak terpenuhi. Bukan bermaksud membandingkan. Kalau saya lihat, anak tetangga kadang sarapan atau makan siangnya hanya nasi dan lauk saja. Saya tidak ingin seperti itu. Aleisha makan bukan sekedar kenyang. Asupan Aleisha, entah sarapan, makan siang, atau makan malam, harus mengandung empat bintang. Memang sih kata Pak Wied Harry, kita tidak perlu repot menghitung angka-angka kecukupan gizi. Yang terpenting adalah selalu menyediakan menu yang bervariasi dan seimbang kandungan nutrisinya. Continue reading

[Resep] Arseng, Camilan Tradisional Nan Bergizi Untuk Aleisha

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Aleisha bukan anak yang susah makan. Tapi terkadang dia tidak mau menghabiskan dalam porsi banyak. Mungkin memang kapasitas lambungnya tidak terlalu besar. Saya pun berusaha tidak memaksanya. Walau kadang maksa juga sih *hihihi. Kalau Aleisha sudah benar-benar tidak mau memasukkan makanan ke mulut, saya memakai cara, makan sedikit tapi sering. Salah satunya dengan memberikan camilan.

Terkadang camilan selalu diidentikkan dengan snack atau makanan ringan seperti biskuit atau jajanan dalam kemasan. Hmm… sebenarnya apa sih makna camilan? Menurut KBBI, camilan adalah makanan kecil atau makanan yang dimakan diantara dua waktu makan. Bisa juga disebut sebagai makanan selingan. Jika namanya saja makanan selingan, berarti camilan memiliki peranan penting sebagaimana makanan utama. Sehingga pemberian camilan tidak boleh sembarangan. Kandungan gizinya pun harus diperhatikan.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_Aleisha mengenal camilan sejak awal MPASI. Hah memang bayi butuh camilan? Boleh gitu bayi dikasih camilan? Menurut milis MPASI rumahan, tentu saja boleh. Pada dasarnya camilan itu penting untuk mengasup atau menambah kebutuhan nutrisi yang tidak diperoleh dari makanan utama. Namun untuk pemberian camilan, harus disesuaikan dengan usianya. Saat Aleisha 6 bulan, baru awal MPASI, saya suka memberi ASI yang dibuat es balon. Lho bayi kok dikasih es? Hihihi… boleh kok, Mom. Asalkan anak dalam kondisi fit alias tidak sakit. Sesekali bayi juga pingin yang segar-segar 😀

Aleisha ngemil es ASI

Aleisha ngemil es ASI

Continue reading

[RESEP] Sup Senerek atau Sup Kacang Merah

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Dulu sewaktu kecil, ibuk sering memasakkan sup senerek atau sup kacang merah. Katanya sih sup senerek adalah khas dari Magelang. Kebetulan saya menghabiskan masa kecil di kota satu karisidenan dengan Magelang, yaitu Purworejo. Kalau sedang ke Magelang, orang tua suka mengajak saya makan sup senerek di sebuah rumah makan. Tapi jangan disuruh mengingat-ingat nama rumah makannya yaaa. Itu ibarat disuruh mencari jarum ditumpukan jerami *hihihi. Karena tahu saya suka banget sama sup senerek, maka ibuk pun sering membuatkan untuk saya.

Sup senerek berasal dari bahasa Belanda ‘snert’ yang artinya kacang polong. Konon makanan ini sudah ada sejak jaman Belanda. Lalu kacang polong diganti dengan kacang merah karena lebih mudah didapat di tanah Jawa. Yang membuat sup senerek enak adalah kuah kaldu dari tulang iga. Bisa juga kok pakai daging. Tapi kalau saya pakai campuran iga dan daging sapi.

Sup ini sekarang juga menjadi favoritnya Aleisha. Dalam sebulan, saya bisa dua kali memasak sup senerek. Dan dia selalu makan dengan lahap. Like mother, like daughter yaaa 😀

Udah ah ceritanya. Langsung masak aja yukkk…. Continue reading

Palubutung Hangat (1Y+)

PALUBUTUNG

Saat dalam perjalanan pulang dari Sorong lebaran 2013 lalu, kami transit di Makassar dan janjian dengan seorang kawan. Alhamdulillah kami dapat oleh-oleh sirup DHT rasa pisang ambon. Memang dari dulu pingin banget beli sirup DHT buat bikin es pisang ijo atau es palubutung. Nggak nampol kalau sirupnya bukan DHT. Tapi rupanya sirup DHT ini tidak di ‘ekspor’ ke kota lain. Jadi hanya bisa dibeli di Makassar. Tadinya sih pingin beli di bandara aja. Nggak papa deh agak mahal. Soalnya kan transit cuma dua jam. Bisa ketinggalan pesawat kalau jalan-jalan dulu ke kota. Ternyata saya nggak perlu beli. Hore gratis! 😀

Sampai di rumah langsung deh saya eksekusi palubutungnya buat Aleisha. Saya tidak menambahkan es karena waktu itu Aleisha masih 1 tahun. Jadi saya sajikan hangat-hangat. Ini dia resepnya. Selamat mencoba. Continue reading