Aleisha’s First Stage

Kemarin sekolah Aleisha mengadakan pensi dalam rangka wisuda siswa TK B. Dan kelas PG mendapat jatah tampil. Selama proses latihan, saya melihat Aleisha kadang-kadang. Kadang mau gerak, kadang nggak fokus, kadang malah gangguin teman-temannya. Terus pas saya tanya, ‘Berani nggak naik panggung?’ Aleisha menjawab berani. Misalkan dia nggak mau, saya nggak akan memaksa. Memang nggak semua anak sudah memiliki rasa percaya diri. Tapi saya cukup happy ternyata anak sulung saya PD berdiri di hadapan orang-orang. Melihat Aleisha berdiri di panggung, Masya Allah… time flies so fast. Mbarepku wis gede. Perasaan baru kemarin saya menangkapnya di air, menyusuinya, menyuapi pertama kalinya, 

 

Regards,

 

Anak Perempuan Boleh Main Mobil-mobilan

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Awal bulan ini, Aleisha minta dibelikan mainan mobil-mobilan. Karena sudah lama nggak beli mainan, dan belum pernah punya mobil-mobilan, saya pun mengiyakan. Saat akan berangkat ke toko mainan, tiba-tiba utinya nelpon.

“Ti, nanti ya ngobrolnya,” kata saya begitu mengangkat telepon.

“Emang mau ke mana?” tanya Uti.

“Ini Cica mau beli mobil-mobilan,” jawab saya.

“Perempuan kok dibelikan mobil-mobilan,” terdengar sahutan akungnya. Mungkin teleponnya di loud speaker.

“Iya, Cica. Beli yang lain aja. Masa mobil-mobilan,” tambah utinya.

Ingatan saya melayang ke jaman 20 tahun yang lalu. Continue reading

Gunung Meletus

Hari ini, Aleisha ngambek nggak mau sekolah. Gara-garanya minta sarapan roti, tapi tukang roti langganan nggak lewat-lewat. Mungkin udah habis, makanya nggak lewat di perumahan kami. Nah, minta tolong yandanya beli ke Indomaret, ehhh yandanya mbelgedes *hahahaha. Lha saya belum beres urusan dapur. Jadi ya gitu deh… Aleisha keburu ngambek. Ditawarin sarapan yang lain nggak mau.

Karena nggak sekolah, kita mainan di rumah aja ya, Nduk. Udah lama excited banget sama percobaan gunung meletus. Malah soda kuenya udah beli dari beberapa hari lalu. Iyaaaa yang excited emaknya *hihiii. Langsung deh kabur ke dapur bentar bikin play dough. Terus ajakin Aleisha bikin gunungnya dulu. Tengahnya dikasih gelas air mineral yg udah dipotong setengah untuk ngisi adonan ‘lava’.

Continue reading

Bermain dengan Beras Pelangi

Masih seru bermain dengan warna-warna pelangi. Kali ini yang jadi ‘korban’ adalah beras. Yak, saya dan Aleisha membuat beras pelangi a.k.a colored rice. Sebenarnya saya ingin membeli beras yang harganya murah khusus untuk mainan ini. Tapi berhubung pingin cepat-cepat mainnya pas malam, ya udah deh pakai beras yang biasa dimasak. Makanya cuma dikit buat beras pelanginya. Oh iya, bahan untuk beras pelangi ini hanya beras dan pewarna makanan. Cara membuatnya juga cukup mudah. Sama seperti makaroni warna-warni. Malah nggak saya jemur. Cukup taruh di wadah dan biarkan kurang lebih 30 menit. Karena nggak pakai air, jadi cepat kering deh.

Baca: Meronce Kalung Makaroni Warna-warni

Taraaa…. Beras pelanginya udah jadi dan siap dimainkan. Banyak sekali permainan sensori maupun motorik halus dengan beras pelangi ini. Bisa dicari di Pinterest atau Instagram dengan hastag #ColoredRice atau #RainbowRice. Berhubung cuma sedikit, Aleisha hanya memainkan 2 permainan aja.

12167926_10207616308785235_240074170_n 

Continue reading