Bermain dengan Beras Pelangi

Masih seru bermain dengan warna-warna pelangi. Kali ini yang jadi ‘korban’ adalah beras. Yak, saya dan Aleisha membuat beras pelangi a.k.a colored rice. Sebenarnya saya ingin membeli beras yang harganya murah khusus untuk mainan ini. Tapi berhubung pingin cepat-cepat mainnya pas malam, ya udah deh pakai beras yang biasa dimasak. Makanya cuma dikit buat beras pelanginya. Oh iya, bahan untuk beras pelangi ini hanya beras dan pewarna makanan. Cara membuatnya juga cukup mudah. Sama seperti makaroni warna-warni. Malah nggak saya jemur. Cukup taruh di wadah dan biarkan kurang lebih 30 menit. Karena nggak pakai air, jadi cepat kering deh.

Baca: Meronce Kalung Makaroni Warna-warni

Taraaa…. Beras pelanginya udah jadi dan siap dimainkan. Banyak sekali permainan sensori maupun motorik halus dengan beras pelangi ini. Bisa dicari di Pinterest atau Instagram dengan hastag #ColoredRice atau #RainbowRice. Berhubung cuma sedikit, Aleisha hanya memainkan 2 permainan aja.

12167926_10207616308785235_240074170_n 

Continue reading

Bermain Flubby Jelly

Udah lama nih Aleisha nggak main yang melatih sensori dan messy alias kotor-kotoran. Beberapa waktu ini saya memang lebih sering mengajak bermain motorik. Berhubung bingung dan kehabisan ide permainan, coba buka webnya Indonesia Montessori dan lihat artikel Abi, anaknya Enno Lerian, lagi main flubby jelly. Wah pas banget Aleisha belum pernah main ini. Terus coba searching di Instagram pakai hastag #FlubbyJelly. Dan wow, ternyata banyak banget yang sharing foto tentang flubby jelly. Lihatnya juga asyik dan seru. Cobain ah… Continue reading

Meronce Kalung Makaroni Warna-warni

Udah lama sekali ingin mengajak Aleisha bermain meronce. Selain mengasah motorik, meronce juga bisa melatih kesabaran, ketelatenan, dan daya kreativitas. Pasti seru tuh kalau Aleisha berhasil membuat prakarya. Tadinya saya berencana membelikan set meronce untuk membuat kalung, gelang, atau gantungan kunci. Tapi pas melihat harganya, kok jadi sayang mau beli (baca: pelit). Soalnya Aleisha tuh bosenan. Paling sama dia dimainkan dua atau tiga kali aja. Mending habis itu disimpan rapi. Malah disebar-sebar ke mana tahu.

Nah, pas dua hari lalu lagi googling cari DIY mainan untuk melatih sensori, saya menemukan gambar makaroni warna-warni. Terus pas saya buka websitenya, ada gambar seorang anak pakai kalung dari makaroni itu. Wah langsung deh kebayang mainan meronce dari makaroni. Sekalian melatih sensori dan motoriknya. Continue reading

Aleisha Sudah Siap Sekolah

Sumber gambar : http://thepioneerwoman.com/

Sumber gambar : http://thepioneerwoman.com/

Sebenarnya ketika memutuskan Aleisha sekolah di usia 3 tahun, saya sempat maju mundur cantik. Saya agak khawatir terlalu cepat menyekolahkan Aleisha akan membuat dia bosan. Meski sekolah yang saya pilihkan cukup fun, nyaman, dan ramah anak. Sempat saya berpikir, ah kan masih preschool jadi bisa lah emaknya yang ngajarin di rumah. Tapi ternyata suami malah mendukung untuk menyekolahkan Aleisha.

“Anaknya butuh suasana main yang lain. Bukan hanya di rumah atau tetangga. Kita kan belum punya keluangan waktu dan rezeki untuk mengajak dia menjelajah lebih luas.”

Huft… tarik napas. Iya juga sih. Kami memang belum bisa mengajak Aleisha mengeksplorasi lebih dengan mengajaknya jalan-jalan. Salah satu faktornya karena suami kuliah lagi. Tentunya membutuhkan dana yang nggak sedikit. Jadi sekolah menjadi salah satu sarana untuk Aleisha bereksplorasi. Apalagi kan sekolahnya memiliki halaman yang sangat luas, dengan banyak sekali permainan. Pas untuk karakter Aleisha yang di pantatnya seperti ada jarum a.k.a nggak bisa duduk anteng.

Cuma sebelum akhirnya fix mendaftarkan Aleisha ke sekolah, saya memperhatikan kesiapan Aleisha. Kriteria kesiapan si kecil sekolah saya lihat di artikel Mommies Daily berjudul Tanda-tanda Anak Siap Sekolah. Continue reading