Aleisha Belajar Menabung

“Bunda, Cica mau punya mobil.”

“Yang warna ijo ya.”

“Eh, merah aja.”

“Ganti pink deh.”

Hihihi… wis sak karepmu, Nduk. Emang udah biasa ya anak-anak minta mobil. Sayang, kami orang tuanya belum ada rezeki untuk mewujudkan keinginan Aleisha. Tapi saya menggunakan kondisi ini untuk mengajari Aleisha menabung. Continue reading

Galau Harga Barang Naik, Tambah Penghasilan Dengan Affiliate Program CNI

Bagaimana rasanya diprotes suami saat uang belanja cepat habis? Sebel? Iya. Pingin protes? Banget. Kenapa sebel dan pingin protes? Karena saya sudah berusaha berhemat, tapi nyatanya kebutuhan ya memang segitu. Sebenarnya suami saya nggak salah sih. Dia pasti ingin pos tabungan diisi lebih banyak. Cuma sejak BBM naik terus-terusan, belanja di pasar jadi berasa berat. Eh, BBM pernah turun ding ya. Sayangnya harga di pasar nggak kenal kata turun. Kalau bisa naik terus malah biar penjualnya untung. Dan berita duka kembali menyapa rakyat Indonesia sejak kemarin. BBM naik lagi! Haduh, makin pusing. Mau nggak mau, harus putar otak gimana caranya berhemat, namun kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi. Apakah itu berarti saya harus membantu suami (lagi) menambah penghasilan? Dulu kami punya dua pintu penghasilan. Iya, tadinya saya bekerja di sebuah syariah, tapi sekarang… i’m stay at home mom. Pinginnya menambah rupiah dari rumah aja.

Mmm… Sedikit cerita aktivitas saya di rumah. Tugas utama saya adalah mendampingi tumbuh kembang Aleisha. Lalu di prioritas kedua, mengurus rumah agar selalu bersih dan rapi. Berantakan sedikit, suami bakal bawel sehari semalam. Setelah kedua prioritas utama beres dan Aleisha sedang tidur, biasanya saya memanfaatkan untuk blogging. Aktivitas ini sebenarnya sudah saya lakoni sejak tahun 2008. Tapi dulu saya cuma sekedar iseng-iseng menulis. Saya baru serius blogging ketika saya memutuskan berhenti bekerja. Aih, kenapa saya tidak memanfaatkan blogging untuk menambah penghasilan *getok kepala sendiri. Ke mana aja, Bu?

Banyak pekerjaan yang bisa diterapkan melalui blog. Salah satunya adalah Affiliate Program atau program afiliasi milik CNI. Continue reading

Belanja Online Dapat Banyak Hadiah, Hanya di Excite

Ads_banner_shop_468x60
Awal belanja online, bisa dibilang saya cuma ikut-ikutan. Meski waktu itu, tahun 2008, belum banyak orang yang berani membeli barang lewat online, tapi saya justru menyukainya. Nggak perlu capek ke toko dan bisa bayar di tempat a.k.a COD (cash on delivery). Saya ikut-ikutan teman belanja online saat masih bekerja di sebuah majalah anak-anak. Jadi teman saya itu membeli sebuah buku best seller di sebuah toko buku online. Kata dia, harganya lebih murah dan kalau belanja di atas seratus ribu, free ongkir. Toeng! Gimana saya enggak tertarik coba. Udah diskon, ditambah free ongkir. Akhirnya saya pun melakukan belanja online pertama di toko buku online tersebut.

Dan sampai sekarang, saya masih menyukai aktivitas belanja online. Maklum ya ibu-ibu. Repot jagain anak dan urusan rumah tangga. Demi efisiensi waktu, lebih memilih belanja online. Ya tahu sendiri kan kalau perempuan lagi belanja. Semuanya pingin dilihat. Suka bikin lupa waktu. Alasan lain suka belanja online adalah hemat. Kadang harga yang ditawarkan toko online lebih murah. Eh kayaknya lebih seru kalau harga murah dan ditambah dapat hadiah, alias Belanja Online Berhadiah. Kamu mau? Pasti mau lah. Tapi emang ada toko online yang kayak gitu? Minta diskon aja kadang harus rayu-rayu dulu ownernya.

Ada! Iya, beneran ada. Namanya Excite Shop. Walah… toko online apalagi tuh? Ehm… sebenarnya Excite Shop itu bukan sekedar toko online. Continue reading

Kamu Pecinta Kuliner Bebek? 7 Alasan Ini Membuat Kamu Harus Nyobain Bebek Kaleyo

DSC_0428

Bagaimana reaksi kamu saat tahu kuliner favoritmu hadir lebih dekat? Kaget, senang, dan pingin teriak… ‘Aaaaaa… nggak sabar mau nyobain.’ Iya, itu reaksi saya. Dan saya yakin kamu punya reaksi yang sama kan?

Yup, itulah yang terjadi pada saya ketika tahu Bebek Kaleyo buka cabang di Grand Wisata. Ya ampun, kepleset aja nyampe. Sempet kepikiran waktu resign, duh entar masih bisa nggak ya sering-sering makan Bebek Kaleyo. Di Bekasi, paling deket dari rumah, di Kalimalang sono. Naik motor sekitar 30 – 40 menit. Sedangkan ke Grand Wisata, nggak sampai 10 menit.           DSC_0537 Semasa kerja kan saya sering banget makan siang dengan menu Bebek Kaleyo. Waktu di tempatkan di Pramuka, dekat ke Rawamangun. Kadang jam sholat Jumat kabur ke gerai Rawamangun. Terus dipindahkan ke Saharjo, dekat ke gerai Tebet. Dasarnya doyan, ditambah lokasi kantor dekat dengan gerainya, jadilah saya sering makan Bebek Kaleyo.

Makanya saya girang banget waktu tahu Bebek Kaleyo mau buka cabang di Grand Wisata. Saya mention Mas Mimin Bebek Kaleyo di FB. Saya bilang bakal kecewa kalau nggak ada acara buat blogger. Habisnya ngiri sama yang datang di grand launching cabang ke-14, Bandung. Dan makin happy pas Teh Ani Berta mention saya di urutan pertama, tanpa tanya-tanya lagi, undangan grand launching cabang ke-15, di Café Walk , Grand Wisata. Nggak bakal saya nolak. Nuhun, Teh 🙂

Voucher makan gratis

Voucher makan gratis

Ngaku pecinta Bebek Kaleyo, tahu nggak artinya Kaleyo apaan? Tadi Mbak Suci sempat melontarkan pertanyaan itu ke saya. Karena dia tahu saya orang Jawa dan Bebek Kaleyo juga aslinya dari Jawa. Hmm… jujur awalnya saya nggak tahu. Hahahaha *jitak. Sempat kepikiran sih dari kata ‘kalih’ yang artinya dua. Tapi nggak nyambung ‘yo’-nya itu apa. Akhirnya buka web resmi Bebek Kaleyo. Nah kan bener, dari kata ‘kalih’ dan ‘yo’. Ternyata ‘yo’ itu dari kata ayo atau mengajak. Maksudnya mengajak pelanggan untuk nggak makan sekali, tapi dua kali. Cuma kenyataannya kamu datang berkali-kali kan? Saya pun mengangguk kenceng. Emang bener 🙂

Supaya lebih afdhol lagi menyandang status pecinta Bebek Kaleyo, harus tahu sejarahnya dong ya. Jadi pemilik restoran Bebek Kaleyo adalah dua keluarga kakak beradik, pasangan Hendri Prabowo dan Fenti Puspitasari dengan Paulus Maria dan Riri Cahyanti. Bebek Kaleyo pertama kali hadir tahun 2007 di emperan sebuah bengkel mobil di bilangan Cempaka Putih. Sejak awal kemunculannya, Bebek Kaleyo memang laris manis diserbu pembeli. Ya wajar saja, para pendirinya memulai usaha Bebek Kaleyo dengan persiapan yang sangat matang. Mereka pun mengumpulkan resep cara mengolah ayam dari berbagai media seperti internet, buku, dan majalah. Mengapa ayam? Karena waktu itu, masih jarang rumah makan yang memasak bebek. Mereka berhasil mengumpulkan hingga 300 lembar kliping berisi resep. Lalu setiap harinya, mereka meracik satu ekor bebek berdasarkan resep tersebut. Setelah melalui puluhan percobaan, mereka meminta saudara, kerabat, dan tetangga untuk mencoba bebek hasil racikan mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka mentargetkan 80% koresponden mengatakan enak, barulah mereka siap menghidangkan kepada konsumen. Pantas saja, dalam kurun waktu hanya 8 tahun, Bebek Kaleyo memiliki 15 gerai yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

Eh eh, saya mau buat quote nih. Jangan ngaku pecinta kuliner bebek, sebelum nyobain Bebek Kaleyo. Uhuk… gaya bener ya quote saya. Dan inilah 7 alasan untuk kamu… iya kamu para pecinta kuliner beber, harus nyobain Bebek Kaleyo. Continue reading