[TIPS] Agar Cumi-cumi Tidak Alot dan Amis Saat Dimasak

Sumber gambar: www.royco.co.id

Sumber gambar: www.royco.co.id

Siapa suka makan cumi-cumi? *ngacung.

Yup, saya memang pecinta seafood. Salah satunya adalah cumi-cumi. Dimasak apa aja pasti enak. Karena dasarnya cumi-cumi kan udah gurih. Dulu awal saya masak cumi-cumi, pasti alot. Berhubung yang makan saya dan suami, jadi masih bisa mengunyah. Terus pas Aleisha berumur 1,5 tahun, saya coba perkenalkan dengan cumi-cumi. Ternyata dia nggak bisa mengunyah. Saya jadi penasaran, kok cumi-cumi yang saya masak alot. Akhirnya saya baca banyak resep tentang cumi-cumi dan cara memasaknya. Alhamdulillah berhasil juga masak cumi-cumi yang empuk. Dan yang terpenting, Aleisha bisa mengunyahnya.

Masak cumi-cumi nggak akan bikin baju dan badan bau, karena saya selalu pake apron dari MatahariMall. Tempat belanja online terbesar ini memang gak cuma menyediakan bahan makanan dan peralatan masak saja lho. Ada ragam pilihan apron lucu dengan bahan yang nyaman supaya kita jadi makin semangat masak. Nah, kalau udah nyiapin apron keren dari MatahariMall, simak dulu tips supaya memasak cumi-cumi nggak alot dan amis. Continue reading

[RESEP] Cumi Masak Hitam

Hari Ahad adalah jadwal halaqah pekanan. Kalau udah LQ, saya suka masak yang praktis dan cepet. Supaya masih sempet beberes rumah juga. Jadi pas berangkat, semua udah sarapan dan rumah pun sedikit rapi. Iya, jadwal LQnya emang pagi.

Ngomong-ngomong masakan praktis dan cepet, saya memilih cumi-cumi atau udang. Dua sea food itu dimasak dengan bumbu sederhana aja enak banget. Soalnya cumi-cumi dan udang dasarnya kan udah gurih. Cuma kalau udang mesti membersihkan bagian punggungnya. Lebih cepat cumi-cumi. Yes, saya pilih masak cumi-cumi aja. Terus nyampe pasar, pas banget cumi-cuminya masih segar.

Biasanya kalau dimasak praktis, saya suka pakai saos tiram. Bumbu dasarnya cukup bawang merah, bawang putih, sama bawang bombay. Tumis cumi lima menit sampai berubah warna, tinggal tambahin saos tiram dan sedikit air. Jadi deh. Cumi-cumi kan nggak bisa dimasak lama. Cukup lima menit dengan api besar. Kalau lama, nanti alot kayak karet. Tetangga suka heran melihat Aleisha asyik-asyik aja makan cumi-cumi.

“Ihhh Cica pinter amat makan cumi-cumi. Nggak alot ya? Kok saya masak cumi alot mulu.”

Pas saya tanya, ternyata masaknya sampai 1/2 jam. Yo, jelas alot lah, Bu 😀

Nah, Minggu ini pingin masak cumi-cumi yang lain, tapi tetep praktis. Kepikiran buat dimasak dengan tintanya. Iya, tintanya yang hitam itu lho. Kan biasanya dibuang saat dibersihkan. Karena beberapa orang suka jijik dengan warna hitamnya. Padahal tinta hitamnya itu enak dan gurih banget. Bikin rasa cumi-cumi tambah lezat. Kalau mau masak cumi-cumi hitam, pas membersihkan, jangan sampai tinta hitamnya pecah ya. Harus hati-hati ketika mengeluarkan bagian kepala. Bersihkan kantung makannya juga pelan-pelan. Terus jangan lupa buang tulang lunak di bagian mulutnya. Caranya pencet bagian mulutnya dengan jari jempol dan telunjuk. Nanti akan keluar sendiri. Bentuknya bulat dan agak keras. Untuk resepnya, saya pakai dari Sajian Sedap dengan menambahkan sedikit bahan lainnya.

CUMI MASAK HITAM Continue reading

[Tips] Membuat Bawang Goreng yang Renyah

Siapa yang suka bawang goreng? Wah kalau saya suka sekali sebagai pelengkap makanan seperti soto, bakmi/bihun goreng/rebus, bakso, aneka jenis sop, dan makanan lainnya. Kehadiran bawang goreng sebagai pelengkap makanan memang tidak bisa disepelekan. Yup, bawang goreng adalah penambah cita rasa lezat.

Sebenarnya di pasaran sudah banyak ya dijual bawang goreng. Jadi tidak perlu repot untuk membuatnya sendiri karena (jujur) sangat memakan waktu. Tapi… ya gimana… suami saya suka protes bila saya membeli bawang merah jadi. Selain harganya mahal, bungkus kecil saja lima ribu perak, suami saya sangat menyukai makanan rumahan. Termasuk bawang goreng kalau bisa goreng sendiri. OK, baiklah.

Cuma saya sering penasaran, kok bawang goreng beli itu tetap renyah meski disimpan lama. Kalau goreng sendiri, renyah sih pas masih panas. Tapi begitu dingin langsung melempem. Apalagi sudah disimpan di toples. Saya lebih suka bawang goreng yang renyah dan ‘krius’. Kata suami sih, pakai alat untuk memeras minyaknya. Ah, masa sih? Karena penasaran, saya pun mencoba googling untuk mencari tahu cara menggoreng bawang supaya renyah. Dan saya mendapatkannya di salah satu artikel Republika Online. Ini dia caranya agar bawang goreng renyah. Continue reading

[RESEP] Nasi Tim Ikan (1Y+)

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Kemarin, lagi lihat-lihat file foto, nemu beberapa foto MPASI Aleisha waktu umur satu tahun. Salah satunya, nasi tim ikan. Menu ini adalah favorit Aleisha. Kalau udah makan pakai nasi tim ikan, wuih telap-telep. Cepet banget habisnya.

Sebenarnya saya memasak menu ini sebagai olah ikan salmon. Aleisha tidak terlalu suka ikan salmon. Mau sih, tapi diemut lama. Cuma emaknya maksa banget *hihihi. Nah, kalau dimasak dengan resep ini, dia bisa habis banyak. Eh, giliran udah agak gedean, malah enggak pernah dikasih ikan salmon.

Resep nasi tim ikan, saya contek dari buku Buku Pintar Menu Balita 30 Hari karya Pak Wied Harry. Tapi saya ingin mendokumentasikannya di blog. Ini dia resepnya….

Resep Nasi Tim Ikan

Untuk 2 porsi

 

Bahan:

  • 75 g nasi
  • 300 ml air
  • 50 g wortel, potong dadu kecil-kecil
  • 50 g kacang polong beku
  • 1 sdm minyak goreng
  • 2 siung bawang putih, keprek
  • 100 g daging ikan salmon atau ikan lainnya, cincang kasar
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • 3 sdm air
  • 1 sdm daun bawang, iris tipis

Cara Membuat:

  • Masak air dan beras hingga air habis, angkat. Masukkan wortel dan kacang polong, aduk rata.
  • Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ikan dan aduk hingga ikan kaku. Tambahkan kecap manis, kecap asin, air, dan daun bawang. Aduk, angkat.
  • Masukkan tumisan ke mangkuk kaca tahan pana, tambahkan nasi. Lalu kukus 30 menit. Sajikan hangat.

 

 

Regards,

Facebook : Astri Hapsari | Twitter : @AstriHapsari_ | Instagram : AstriHapsari_ | www.rumah-astri.com | www.AstriHapsari.com