Menjelang MPASI Aldebaran

Yeay… 10 hari Baran MPASI. Ya Allah time flies so fast. Perasaan baru kemarin galau karena Baran nggak lahir-lahir. Padahal udah lewat HPL. Udah makan duren berglundung-glundung. Udah minum jus nanas sampai kembung. Udah ‘disiksa’ pijit accupresure sama Mbak Yuli sampai biru. Nggak lahir juga. Ehhh… bentar lagi udah makan aja.

Kalau ditanya persiapan apa buat MPASI Baran? Hehehe… nggak heboh banget sih. Beda jaman Aleisha dulu yang semangat berburu peralatan dan buku-buku resep MPASI. Sekarang sih pingin beli hand blender sama kukusan panca guna aja karena yang lama udah rusak. Selebihnya lungsuran dari mbaknya. Jadi menjelang MPASI Baran saya memilih memperbanyak ilmu. Sekarang sih sedang menuntaskan nonton channel youtube-nya dr Tiwi.

Baca: Perlengkapan MPASI Aleisha

Continue reading

Anak Perempuan Boleh Main Mobil-mobilan

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Sumber gambar dan capture: www.moms365.com

Awal bulan ini, Aleisha minta dibelikan mainan mobil-mobilan. Karena sudah lama nggak beli mainan, dan belum pernah punya mobil-mobilan, saya pun mengiyakan. Saat akan berangkat ke toko mainan, tiba-tiba utinya nelpon.

“Ti, nanti ya ngobrolnya,” kata saya begitu mengangkat telepon.

“Emang mau ke mana?” tanya Uti.

“Ini Cica mau beli mobil-mobilan,” jawab saya.

“Perempuan kok dibelikan mobil-mobilan,” terdengar sahutan akungnya. Mungkin teleponnya di loud speaker.

“Iya, Cica. Beli yang lain aja. Masa mobil-mobilan,” tambah utinya.

Ingatan saya melayang ke jaman 20 tahun yang lalu. Continue reading

Menu Empat Bintang Untuk Tumbuh Kembang Aleisha

 

Sumber gambar: whitecatcoaching.com.au

Sumber gambar: whitecatcoaching.com.au

 

“Dede Al pagi-pagi sarapannya selalu lengkap ya.”

Begitulah komentar tetangga setiap melihat saya menyuapi Aleisha sarapan. Kadang mereka takjub karena pagi aja menu makan Aleisha sudah lengkap. Ada sayur, protein nabati, protein hewani, dan karbohidrat. Kalau pun tidak ada sayur, misal sarapan bubur ayam buatan sendiri, 30 menit setelahnya saya sodorkan brokoli kukus.

“Bundanya rajin masak sih. Jam lima atau setengah enam kalau aku ke kamar mandi udah kedengeran bunyi cobeknya,” kata tetangga sebelah persis.

Saya hanya tersenyum. Iya dong harus rajin. Supaya gizi anak terpenuhi. Bukan bermaksud membandingkan. Kalau saya lihat, anak tetangga kadang sarapan atau makan siangnya hanya nasi dan lauk saja. Saya tidak ingin seperti itu. Aleisha makan bukan sekedar kenyang. Asupan Aleisha, entah sarapan, makan siang, atau makan malam, harus mengandung empat bintang. Memang sih kata Pak Wied Harry, kita tidak perlu repot menghitung angka-angka kecukupan gizi. Yang terpenting adalah selalu menyediakan menu yang bervariasi dan seimbang kandungan nutrisinya. Continue reading

Mendidik Anak Bergolongan Darah B

Asyik Main Finger Painting

Asyik Main Finger Painting

Yup, akhirnya saya tahu golongan darah Aleisha. Setelah dulu saya pernah menulis status di Facebook kalau saya belum tahu golongan darah Aleisha. Padahal usia Aleisha sudah dua tahun. Kok bisa? Hihihi… Pasti masih ada yang pada nanyain. Iya, jadi Aleisha lahirnya di bidan. Terus kontrol tumbuh kembangnya di posyandu kompleks rumah. Dan imunisasinya di Posyandu Eksklusif Summarecon Bekasi. Memang jarang sekali kami membawa Aleisha ke rumah sakit. Pertama ke rumah sakit, waktu Aleisha kena virus roseola, sepulang dari Raja Ampat. Tapi baik saya maupun suami, tidak terpikir mengecek golongan darah sekalian. Barulah saat Aleisha di opname di Lampung karena tipus, kami meminta pemeriksaan golongan golongan darah. Dan golongan darah Aleisha ternyata B. Sama seperti yandanya.

“Tuh kan B,” kata suami.

“Terus kenapa? Bangga gitu?” jawab saya sewot. Hihihi… Yahhh kalah deh. Enggak apa-apa, masih ada kesempatan anak-anak berikutnya untuk bergolongan darah O :p

Begitu tahu golongan darah Aleisha, saya jadi teringat sebuah artikel di Mommies Daily yang berjudul Mendidik Anak Lewat Golongan Darahnya.

Menurut artikel tersebut, anak bergolongan darah B mudah tertarik akan suatu hal. Tanpa ketertarikan, mereka tidak akan mau melakukannya sekalipun kita memaksanya. Haha… kok bener banget ya? Aleisha itu tidak terlalu suka nonton kartun. Misalkan lagi di rumah tetangga dan disetelkan film kartun, dia tidak mau nonton. Padahal temennya itu nonton dengan anteng. Tapi kalau dia sudah klik sama film kartun tertentu seperti Little Baby Bum atau Seri Diva dari Kastari Sentra, dia mau nonton. Cuma tetep yaaa… hanya dua – tiga kali saja. Setelah itu bosan dan tidak mau nonton lagi. Makanya kadang saya suka bingung mau menyambi melakukan pekerjaan rumah. Upin Ipin, enggak suka. Laptop si Unyil, enggak mau. Masha and the Bear, kadang mau, kadang enggak. Terus yaaa kalau dibelikan mainan, dimainkan sebentar doang. Habis itu dia bosan dan ditinggalkan begitu saja.

Jadi, sekarang ini yang menjadi PR besar buat saya adalah menemukan ketertarikan Aleisha. Karena anak bergolongan darah B, bila sudah tertarik, tanpa disuruh akan mengerjakan dengan sepenuh hati. Doakan yaaa semoga saya cepat menemukannya. Semangat!

Artikel Mendidik Anak Lewat Golongan Darahnya bisa dibaca di sini.