Cause I Love Breastfeeding

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ | 081519254080

“Kok nggak dibotolin aja, Mbak?”

Pertanyaan itu meluncur dari seorang kawan dekat saya, saat sedang menghadiri acara pernikahan teman kantor kami. Memang ketika datang saya tidak langsung menyapa teman-teman yang rupanya sudah datang terlebih dahulu. Aleisha sudah merengek-rengek minta nenen sejak di mobil. Tapi karena kondisi mobil penuh, saya tidak leluasa jika harus menyusui di dalamnya. Maka begitu sampai gedung, saya mencari kursi kosong dan membuka gentong untuk Genduk 🙂

Begitu melihat saya duduk, kawan saya itu mendekat. Duduk di sebelah saya.

“Bobo, Mbak?” tanyanya sambil menunjuk Aleisha.

“Lagi nenen,” jawab saya.

Kawan saya pun mengerutkan kening dan muncullah pertanyaan itu. “Kok nggak dibotolin aja, Mbak?”

Gantian saya yang mengerutkan kening. Untung rajin pakai Aqua-Rhythm Night Cream dari Oriflame. Jadi nggak khawatir jadi kerut beneran. Ehhh kok malah jadi iklan :p

“Lha kan ada gentongnya. Ngapain dibotolin?” ujar saya sambil tertawa.

“Bukannya enak kalau pakai botol?” Hahaha… masih heran juga ya ternyata dengan aktivitas menyusui di tempat umum.

“Justru pakai botol repot. Musti nenteng-nenteng botol dan tasnya. Belum lagi mau menghangatkannya di mana?”

Nggak tahu yaaa… Saya kok pede aja gitu menyusui di tempat umum. Malah kalau urat malu saya udah benar-benar putus, pingin rasanya woro-woro ke semua orang.

“Oiii… Gw nyusuin anak gw lhooo… Anak gw minumnya ASI lhooo….”

Hahaha… norak pakai banget ya saya. Untung saya ingat punya suami. Jadi yaaa urat malu masih saya pertahankan. Lagian ya saya menyusui di tempat umum nggak ngablak kok. Nggak ‘sedekah’ wkwkwk. Saya juga tahu lah itu aurat. Inshaa Allaah tertutup rapat 🙂 Aleisha juga tahu, kalau bundanya nenenin pakai kerudung langsung narik kerudung nutupin mukanya. Saya sih niatnya sekalian kampanye ASI. Ingin menunjukkan bahwa menyusui itu asyik. Walau lagi di tempat umum, bukan halangan buat menyusui. Syukur-syukur di tempat umum itu disediakan ruangan laktasi.

Tapi kan kadang suka dibilang gimana gitu sama orang setiap lihat kita menyusui di tempat umum.

Kalau saya sih…

Biarin aja orang bilang, “Nyusuin kok di tempat umum.”

Biarin aja orang bilang, “Repot ah. Ntar tiba-tiba dibuka sama anak kan kelihatan.”

Biarin aja orang bilang, “Maluuuu. Tuh lihat orang lain pada bawa botol.”

Biarin aja orang bilang, “Dasar pamer! Mentang-mentang anaknya ASI.”

Biarin aja orang bilang, “Cuma ASI? Emang cukup?”

Pokoknya biarin aja orang mau bilang apa. Whatever. Dan nggak usah takut menyusui di tempat umum, asalkan gentongnya tetap tertutup yaaa, para busui dilindungi undang-undang. Sekarang ini banyak kok baju-baju menyusui. Model bajunya kece-kece dan unyu. Atau bisa pakai apron menyusui. Lebih ringkas disbanding bawa-bawa boto. Lagian ASI dari gentong itu hangat dan fresh.

Salah satu koleksi baju menyusui saya. Unyu kan? :)

Salah satu koleksi baju menyusui saya. Unyu kan? 🙂

Sekali lagi, saya hanya ingin mulai dari diri sendiri untuk menyebarkan virus cinta ASI.

Cause I love breastfeeding so much… mmuuahhh… mmuuahhh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 − = one