Hamil Sehat Membuat Bahagia

www.rumah-astri.com“Yik, nanti kalau Teteh ke Bekasi, ajari program anak cowok ya,” ungkap seorang sahabat saat saya mengabarkan kelahiran Baran via WA. Saya membalas dengan mengirimkan emoticon tertawa. Kenapa tertawa? Karena jujur kehamilan kedua ini unplanned. Lho bukannya Aleisha umurnya 3 tahun. Udah waktunya punya adek. Iya sih. Tapi sebenarnya saya berencana hamil pertengahan atau akhir tahun ini dan melahirkan tahun 2017. Nyatanya, bulan April 2016 test pack menunjukkan dua garis. Dan hasilnya anak lelaki. Buat saya itu anugerah karena memang nggak diprogram 😀

Kenapa punya rencana melahirkan tahun depan? Karena baru akhir tahun ini orang tua saya pensiun dan pindah ke Jawa. Iya, saya ingin ditemani ibu saat melahirkan. Kebayang bakal rempong punya bayi, sedangkan kakaknya super aktif. Setidaknya ibu bisa menemani sampai kondisi saya pulih pasca melahirkan. Tapi memang saya dan suami super duper dudul. Sudah tahu belum berencana menambah momongan, eh hampir dua bulan kami tidak pakai ‘sarung’. LOL…. Malahan seminggu setelah selesai haid terakhir, saya pecicilan di Dufan sama Aleisha. Dua hari kemudian, Aleisha diopname karena rotavirus. Pas telat haid beberapa hari, saya masih gendong-gendong Aleisha sampai Blok M. Tapi ya kalau Allah sudah berkehendak, kun fayakun, tetap saja hamil meski saya pecicilan maksimal.

Alasan lain saya belum siap hamil adalah suami sedang melanjutkan studi S2. HPL (Hari Perkiraan Lahir) adek Januari 2016 dan itu bertepatan dengan suami membayar uang SPP *glek. Kuliah juga membuat suami hampir setiap hari pulang malam sekitar pukul sepuluh. Padahal ambang batas kewarasan saya hanya sampai Isya’. Kebayang kan lagi mabok berat, Aleisha banyak tingkah.

Walaupun kehamilan kedua tidak direncanakan, saya dan suami tetap bersyukur, Alhamdulillah…. Bukankah banyak pasangan yang belum dikarunia keturunan. Kami juga menerima dengan gembira. Rasanya tidak adil bila kami menerima kehadiran adek dengan tangis. Padahal dulu kami sangat bahagia dengan kehadiran kakaknya. Dan yang terpenting, saya berusaha untuk menjaga kehamilan agar selalu sehat. Dengan kehamilan yang sehat, tentu saya akan merasa bahagia. Efeknya, saya dapat mempersiapkan proses kelahiran yang nyaman dan menyenangkan.

Salah satu upaya saya agar sehat saat hamil adalah dengan mengikuti prenatal yoga. Oh iya sebelumnya saya ingin memberitahu kalau prenatal yoga yang saya ikuti ini murni olah raga ya. Nggak ada ritual-ritual tertentu.

12884498_10208807696769190_1037488331_nSaya ikut prenatal yoga sejak usia kandungan 25 minggu. Instrukturnya Mak Yuli, bidan yang mendampingi saya sejak anak pertama. Sejak tahu hamil, saya memang udah gatel pingin ikutan yoga. Mabok berat selama 4 bulan membuat tubuh saya gampang lelah. Dan saya tahu, dengan yoga, tubuh dapat kembali bugar dan sehat. Sehingga saya bisa menjalani kehamilan dengan bahagia. Dan memang, sejak rutin ikut prenatal yoga, saya merasa lebih sehat. Mual berkurang banyak. Otomatis nggak muntah-muntah lagi. Berat badan juga perlahan naik.

Ibu-ibu hamil yang sehat dan bahagia

Ibu-ibu hamil yang sehat dan bahagia

Memasuki trimester akhir, ibu hamil biasanya mulai banyak keluhan. Pinggang pegal, selangkangan nyeri, dan kaki kram. Dengan prenatal yoga, saya diajari gerakan-gerakan untuk mengurangi keluhan-keluhan itu. Beneran lho, ketika dipraktekkan memang berkurang dan terasa rileks. Tidur pun lebih nyenyak. Bahagia banget bisa tidur nyenyak dan rileks. Efeknya menyehatkan ibu dan janin.

Dengan prenatal yoga, saya juga mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan yang nyaman. Karena dalam prenatal yoga diajari mengolah napas, fokus pada tubuh dan pikiran, serta gerakan agar saat kontraksi tetap tenang. Alhamdulillah… Dua kali persalinan, saya nggak teriak sama sekali. Olah napas dan fokus pada tubuh membuat saya bisa menerima rasa nyeri sebagai mekanisme alami. Pertanda tubuh saya bekerja baik dalam proses melahirkan.

Pada dasarnya ibu hamil kan gampang berkeringat. Ditambah setelah yoga, keringat bisa banjir dan bikin badan lengket. Kalau sudah begini, badan rentan terkontaminasi kuman penyakit. Apalagi sekarang, kuman berevolusi lebih cepat dan kuat karena perubahan demografi. Waduh, jangan sampai gara-gara kuman jadi sakit. Ibu hamil kalau sakit, khawatir mempengaruhi kondisi janin. Makanya, sampai rumah, saya buru-buru mandi lagi. Supaya mandi lebih bersih, sekaligus melindungi tubuh dari kuman, saya memilih sabun Lifebouy clini-shield10. Dengan inovasi barunya, sabun anti kuman ini mampu melindungi tubuh dari kuman yang berevolusi. Habis mandi pakai Lifebouy clini-shield10, badan langsung terasa fresh. Apalagi wanginya itu enaknya banget. Bisa menambah kesegaran.

12697430_10208380916099940_4021007893309589215_o

Dari dulu saya suka pakai sabun cair. Lebih higienis. Tapi suami kurang setuju karena boros. Lalu saya memperkenalkan Lifebouy clini-shield10. Saya bilang sabun ini bentuknya shower gel konsentrat. Lebih pekat dari sabun cair biasa. Jadi penggunannya #CukupSatuTetes untuk seluruh tubuh. Meski satu tetes, Lifebouy clini-shield10 mampu memberikan perlindungan 10x lipat dari kuman lho. Akhirnya suami pun setuju menjadikan Lifebouy clini-shield10 sebagai sabun keluarga.

12698378_10208397313149856_8447662671764797800_o

Lifebouy clini-shield10 wajib dibawa ke mana saja saat beraktivitas karena kemasannya cukup praktis dan nggak mudah tumpah. Misalnya ketika Aleisha ada jadwal berenang bersama teman play groupnya. Berhubung saya waktu itu nggak bisa menemani karena baru melahirkan, saya tetap menyiapkan perlengkapan berenangnya. Dan sabun Lifebouy clini-shield10 saya masukkan ke tasnya. Lalu berpesan ke suami agar Aleisha bilasnya pakai sabun anti kuman ini. Ketika melahirkan pun saya menggunakan Lifebouy clini-shield10 untuk mandi dan membersihkan sisa darah yang menempel di badan.

Bener-bener jatuh cinta deh sama Lifebouy clini-shield10 untuk melindungi keluarga dari kuman. Kalau kita tidak melindungi dari sekarang kapan lagi? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Regards,

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


three − 3 =