Jangan Lupa 9 Oleh-oleh Ini Jika Berkunjung ke Sorong

picsart_11-22-01-31-49

Jujur, saya bukan asli Sorong atau Papua wilayah mana pun. Tinggal di Sorong mulai kelas 2 SMU cawu 2 sampai lulus. Eh ya ampun ketahuan deh ah umurnya ngomongin cawu a.k.a catur wulan. Tapi orang tua dan adik saya hampir 15 tahun stay di kota yang terletak di kepala burung Pulau Papua. Otomatis saya sering pulang ke Sorong. Dan kalau teman-teman denger saya mau ke Sorong, pada heboh minta oleh-oleh. Apalagi teman kantor (dulu) yang doyan makan, paling sering minta sea food. Entah udang segede gaban, kepiting yang bongsor-bongsor, atau lobster. Padahal sebenarnya oleh-oleh Sorong itu banyak. Cuma saya nggak pernah kasih tahu. Ntar pada nglunjak minta oleh-olehnya *hahaha. Menurut sepengamatan saya, inilah 9 oleh-oleh yang bisa didapatkan dari Sorong. Beberapa jenis oleh-oleh ini memang ada yang sama dengan daerah Papua lainnya. Jadi kalau kamu mau ke Raja Ampat atau pulang dari Raja Ampat, sempetin jalan-jalan dan beli oleh-oleh Sorong ya. Sekalian kan biar nggak rugi harga tiket pesawatnya yang Subhanallah mahalnya.

 

1. Kerajinan Khas Papua

Sumber gambar: pemandangan.fotoindonesia.com

Sumber gambar: pemandangan.fotoindonesia.com

Dulu, sewaktu Papua masih dikenal sebagai negeri antah berantah yang jauh banget, pasti ingin minta oleh-oleh koteka. Kayaknya koteka itu sebuah barang ajaib yang pingin dilihat, dipegang, atau jangan-jangan pingin nyobain. Pertama saya kuliah di Bogor, nggak sedikit temen yang minta dibawain koteka. Dan saya cuma bilang, “Boleh. Asal dipakai depan kelas ya. Ukurannya berapa?” Hahaha… rusak deh gw!

Tas dari kulit kayu. Foto: dokumen pribadi

Tas dari kulit kayu. Foto: dokumen pribadi

Padahal kerajinan khas Sorong atau Papua lainnya bagus-bagus lho. Ada noken atau tas khas Papua, kerajinan kulit kayu, patung dan hiasan dinding kayu dengan ukiran Papua, tifa, panah, dan masih banyak lagi. Kerajinan khas Papua di kota Sorong bisa dibeli di toko souvenir seperti Irian Jaya Art & Souvenir, Toko Kaokanao, Toko Dahlan, Supermarket Saga, Toko Batik Aneka, atau Toko Batik Ilham.

2. Keripik Keladi

Sumber gambar: IG thiyawinokan

Sumber gambar: IG thiyawinokan

Keladi apaan? Talas bukan? Mmm… ya pertanyaan itu sering terlontar saat saya membawa oleh-oleh keripik keladi. Jadi keladi itu umbi khas dari Papua. Memang satu keluarga dengan talas. Di Sorong, keladi diolah menjadi keripik dan akhirnya terkenal sebagai salah satu oleh-oleh khasnya.

Merek keripik keladi yang paling awal terkenal adalah Sayo. Keripik keladi Sayo khas dengan bumbu rempahnya yang Padang banget. Kalau saya menduga, pemiliknya berasal dari Padang. Produksi keripik keladi terus berkembang dan akhirnya muncul berbagai merek. Saya sukanya merek Giok. Karena irisan keladinya lebih tipis dan pas digigit bunyi ‘kriuk’. Saya juga lebih suka yang rasa original. Masih berasa banget rasa keladinya. Keripik keladi ini mudah dijumpai di sekitar pelabuhan, bandara, pasar, dan supermarket di kota Sorong.

3. Abon Gulung

Sumber gambar: travel.detik.com

Sumber gambar: travel.detik.com

Sewaktu saya masih SMU. Yaaa sekitar lima belas tahun yang lalu *uhuk. Roti abon gulung belum ada di Sorong. Saya tahunya roti ini sebagai oleh-oleh khas Manokwari dengan merek Hawaii. Kira-kira lima tahun kemudian, di Sorong juga ada roti abon gulung dengan merek Billy. Lokasinya di depan kantor bapak a.k.a Kodim 1704 Sorong. Berarti sering dibeliin dong sama bapak? Sekali, dua kali, iya. Ketiga kalinya… “Nduwe anak wedhok lambenya nyusur wae.” (Punya anak perempuan mulutnya ngunyah aja) *mhuaahahahahaaa. Kalau lebih suka merek Hawaii yang dari Manokwari, di Bandara DEO ada tokonya kok.

Yang namanya abon gulung, ya pasti isinya penuh abon. Dan abonnya super duper tebal. Rasaya… hmmm… endezzz bingitz. Boleh pilih, mau abon rasa ayam, daging sapi, ikan tuna, keju, atau coklat. Saya paling demen abon gulung ikan tuna dan coklat. Lima biji (jumlah terkecil saat pembelian) nggak cukup. Emang dasarnya doyan, ditambah enak. Klop deh. Harga per roti, setahun lalu saat pulang dan kalau saya nggak salah ingat ya, sekitar 11.000 rupiah.

4. Batik Papua

Salah satu batik Papua koleksi saya

Papua juga punya batik lho. Meski buatnya di Jawa *hiks. Motifnya tentu saja khas Papua. Ukiran Asmat, tifa, burung Cendrawasih, dan lainnya. Batik Papua memiliki warna yang ngejreng gonjreng. Meski ada yang agak smooth. Tapi kebanyakan memang berwarna terang. Batik Papua di Sorong bisa dibeli di Toko Batik Aneka, Toko Batik Ilham, dan supermarket Saga.

Toko Batik Aneka terletak di dua lokasi, Jl Selat Sagawin No 2, dekat Pasar Remu. Satunya lagi dekat rumah saya di Jl Sam Ratulangi No 89. Pilihan lainnya silakan datang ke Toko Batik Ilham di Jl Ahmad Yani No 95, nggak jauh dari Masjid Raya Kota Sorong. Kalau saya pribadi lebih suka motif dari Toko Batik Ilham, walau saya juga punya yang dibeli dari Toko Batik Aneka. Bila jeli, corak motif dan warnanya berbeda dari kedua toko tersebut. Harga sih bervariasi. Dari puluhan ribu sampai ratusan ribu.

5. Mutiara

Salah satu oleh-oleh yang indah dari Sorong adalah mutiara laut. Budidaya mutiara berlokasi di Distrik Misool, Waigeo Barat, dan Batanta. Tapi bila ingin membelinya di Sorong silakan berkunjung ke Arini Pearl di Jl Pramuka, Remu Utara. Pssttt… jujur saya belum pernah ke sana. Biasanya kalau mutiara, saya dikasih bapak yang juga dikasih anak buahnya a.k.a gratis *nyengir. Dari mutiara yang saya punya, paling suka mutiara hitam. Dipadukan dengan emas putih, wuih tjantik banget.

6. Sarang Semut

Buat yang ingin minuman kesehatan, silakan mencoba sarang semut. Eits, jangan dikira sarang semut ini tanah ya. Tapi umbi-umbian yang dijadikan sarang oleh para semut. Jadilah berbentuk seperti ini. Konon katanya bisa untuk menyembuhkan banyak jenis penyakit. Cara mengkonsumsinya mudah kok. Cukup direbus dan kita minum air rebusannya. Mau lebih gampang, tinggal beli yang sudah dikemas seperti teh celup.

Sarang semut banyak dijual di Pasar Remu. Ada juga sih tokonya. Tapi saya kurang tahu karena biasa bapak yang membelikan. Kalau yang sudah dikemas seperti teh, bisa ditemukan di beberapa supermarket.

7. Sea Food

Pasar Jembatan Puri. Ikannya fresh from the sea. Sumber gambar: pasangmata.detik.com

Pasar Jembatan Puri. Ikannya fresh from the sea. Sumber gambar: pasangmata.detik.com

Ah ini dia kesukaan saya setiap pulang ke Sorong. Puas banget makan cumi, kepiting, udang, ikan kakap merah, tengiri, cakalang, kerapu, dan banyak lagi. Sea foodnya masih fresh from the sea. Malah kadang ikan-ikan suka datang sendiri. Lagi duduk, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu yang memberi ikan. Waktu lebaran di Sorong dua tahun yang lalu, ada yang kasih ikan tengiri sepanjang 1,5 meter. Huaaa… puas banget.

Dari sejak SMU pun, saya dan teman-teman suka bikin pesta ikan bakar di rumah. Kebetulan rumah saya dekat dengan Pasar Ikan Bozwesen. Tapi sekarang ini, orang tua saya lebih suka beli di Jembatan Puri. Katanya sih lebih segar.

Bila ingin membawa sebagai oleh-oleh, bisa dibawa dengan cooler box. Setahun lalu saya membawa cooler box ukuran 20 kg berisi ikan kakap merah, tengiri, kerapu, cakalang, udang, dan cumi-cumi. Lebih parah orang tua saya waktu saya melahirkan. 40 kg sea food! Asoy… Sampai tetangga pada bengong dikasih ikan segede gaban. Udah dikasih ke mana-mana, tetap aja freezer enam rak, penuh. Saran saya kalau mau membawa sea food segar, pilih penerbangan dengan Sriwijaya. Maskapai lainnya seperti Garuda dan Xpress nggak mau ngangkut cooler box.

8. Lontar dan Piringnya

Sumber gambar: ceritadaripawon.blogspot.com

Sumber gambar: ceritadaripawon.blogspot.com

Salah satu kue lain yang terkenal di Sorong adalah kue lontar. Mirip-mirip pie susu sih, tapi isiannya lebih tebal. Rasanya juga lebih manis… manis banget malah. Nggak banyak toko yang menjual kue lontar. Di Kampung Baru ada toko kue yang menjualnya. Tapi saya lupa nama toko kue dan alamat lengkapnya. Kebanyakan warga lebih suka membuat sendiri. Waktu SMU, saya biasa makan kue lontar di rumah teman a.k.a gratisan. Kue lontar lebih pas dipanggang dengan piring lontar. Piring keramik tebal dengan gambar ikan di tengahnya. Piring ini tahan dengan panas oven. Namun jika ingin memakai loyang biasa atau pirex juga bisa kok. Piring lontar di kota Sorong dapat dibeli di Pasar Remu atau di toko pecah belah.

9. Perhiasan Emas Berukir Khas Papua

Sumber gambar: tokoemasmurni.com

Sumber gambar: tokoemasmurni.com

Bagi yang memiliki keuangan lebih, silakan membeli perhiasan emas berukir khas Papua. Seperti burung Cendrawasih, tifa, maupun ukiran Asmat. Harganya pasti lebih mahal dari perhiasan biasa. Ngukirnya kan susah 😀 Toko emas favorit saya adalah Toko Emas Jawa di samping supermarket Yohan, Jl Ahmad Yani. Memang harganya lebih tinggi dibanding toko emas lainnya. Tapi menurut penglihatan saya, warna kuningnya lebih berkilau.

 

Nah, itulah kesembilan oleh-oleh dari Sorong hasil pengamatan saya. Bila ada yang salah, mohon dimaafkan. Dan jika ingin menambahkan, silakan tulis di kolom komentar ya. Yang penting sih, kalau sedang ke Sorong, atau ke Raja Ampat dan mampir di Sorong, jangan lupa membeli oleh-oleh dari Sorong.

 

14 thoughts on “Jangan Lupa 9 Oleh-oleh Ini Jika Berkunjung ke Sorong

  1. Tks infonya Mbak Astri. aku baru punya no 3 dan 4. Abon gulung mantap rasanya tp klau kebanyakan eneg jg, hehe. batik papua mnrtku bagusnya di aneka batik. waktu ke jayapura, kue lontar yg aku icip dikemas di loyang, baru tahu ternyata ada piringnya ya, hehe.

  2. Hai mbak…
    Boleh minta tolong gk? Tau no telp yg punya toko ” kaokanao ” gk soalnya 2th lalu aku ke sorong beli kaus di sana skarang udah usang…
    Rencana mau beli lagi tapi gk tau no telp nya
    Help me yaaa pleaseeeeee……

  3. hai mbak.. nice story.. mbak mau tanya dong, kalau mutiara gitu dikasih ayah kalau ngelewatin bandara ngga diperiksa2 kah?

Leave a Reply to Ignas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× six = 30