Kamu Pecinta Kuliner Bebek? 7 Alasan Ini Membuat Kamu Harus Nyobain Bebek Kaleyo

DSC_0428

Bagaimana reaksi kamu saat tahu kuliner favoritmu hadir lebih dekat? Kaget, senang, dan pingin teriak… ‘Aaaaaa… nggak sabar mau nyobain.’ Iya, itu reaksi saya. Dan saya yakin kamu punya reaksi yang sama kan?

Yup, itulah yang terjadi pada saya ketika tahu Bebek Kaleyo buka cabang di Grand Wisata. Ya ampun, kepleset aja nyampe. Sempet kepikiran waktu resign, duh entar masih bisa nggak ya sering-sering makan Bebek Kaleyo. Di Bekasi, paling deket dari rumah, di Kalimalang sono. Naik motor sekitar 30 – 40 menit. Sedangkan ke Grand Wisata, nggak sampai 10 menit.           DSC_0537 Semasa kerja kan saya sering banget makan siang dengan menu Bebek Kaleyo. Waktu di tempatkan di Pramuka, dekat ke Rawamangun. Kadang jam sholat Jumat kabur ke gerai Rawamangun. Terus dipindahkan ke Saharjo, dekat ke gerai Tebet. Dasarnya doyan, ditambah lokasi kantor dekat dengan gerainya, jadilah saya sering makan Bebek Kaleyo.

Makanya saya girang banget waktu tahu Bebek Kaleyo mau buka cabang di Grand Wisata. Saya mention Mas Mimin Bebek Kaleyo di FB. Saya bilang bakal kecewa kalau nggak ada acara buat blogger. Habisnya ngiri sama yang datang di grand launching cabang ke-14, Bandung. Dan makin happy pas Teh Ani Berta mention saya di urutan pertama, tanpa tanya-tanya lagi, undangan grand launching cabang ke-15, di Café Walk , Grand Wisata. Nggak bakal saya nolak. Nuhun, Teh 🙂

Voucher makan gratis

Voucher makan gratis

Ngaku pecinta Bebek Kaleyo, tahu nggak artinya Kaleyo apaan? Tadi Mbak Suci sempat melontarkan pertanyaan itu ke saya. Karena dia tahu saya orang Jawa dan Bebek Kaleyo juga aslinya dari Jawa. Hmm… jujur awalnya saya nggak tahu. Hahahaha *jitak. Sempat kepikiran sih dari kata ‘kalih’ yang artinya dua. Tapi nggak nyambung ‘yo’-nya itu apa. Akhirnya buka web resmi Bebek Kaleyo. Nah kan bener, dari kata ‘kalih’ dan ‘yo’. Ternyata ‘yo’ itu dari kata ayo atau mengajak. Maksudnya mengajak pelanggan untuk nggak makan sekali, tapi dua kali. Cuma kenyataannya kamu datang berkali-kali kan? Saya pun mengangguk kenceng. Emang bener 🙂

Supaya lebih afdhol lagi menyandang status pecinta Bebek Kaleyo, harus tahu sejarahnya dong ya. Jadi pemilik restoran Bebek Kaleyo adalah dua keluarga kakak beradik, pasangan Hendri Prabowo dan Fenti Puspitasari dengan Paulus Maria dan Riri Cahyanti. Bebek Kaleyo pertama kali hadir tahun 2007 di emperan sebuah bengkel mobil di bilangan Cempaka Putih. Sejak awal kemunculannya, Bebek Kaleyo memang laris manis diserbu pembeli. Ya wajar saja, para pendirinya memulai usaha Bebek Kaleyo dengan persiapan yang sangat matang. Mereka pun mengumpulkan resep cara mengolah ayam dari berbagai media seperti internet, buku, dan majalah. Mengapa ayam? Karena waktu itu, masih jarang rumah makan yang memasak bebek. Mereka berhasil mengumpulkan hingga 300 lembar kliping berisi resep. Lalu setiap harinya, mereka meracik satu ekor bebek berdasarkan resep tersebut. Setelah melalui puluhan percobaan, mereka meminta saudara, kerabat, dan tetangga untuk mencoba bebek hasil racikan mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka mentargetkan 80% koresponden mengatakan enak, barulah mereka siap menghidangkan kepada konsumen. Pantas saja, dalam kurun waktu hanya 8 tahun, Bebek Kaleyo memiliki 15 gerai yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

Eh eh, saya mau buat quote nih. Jangan ngaku pecinta kuliner bebek, sebelum nyobain Bebek Kaleyo. Uhuk… gaya bener ya quote saya. Dan inilah 7 alasan untuk kamu… iya kamu para pecinta kuliner beber, harus nyobain Bebek Kaleyo.

1. Konsep Restoran Bernuansa Alam dan Njawani

Hiasan lampu etnik tergantung di atas

Hiasan lampu etnik tergantung di atas

Pertama sampai di Bebek Kaleyo Grand Wisata, langsung saya merasa… ‘Ih cozy banget.’ Beda banget konsepnya dengan gerai Rawamangun dan Tebet yang dulu sering saya kunjungi. Gerai Grand Wisata memasang lampu-lampu bergaya etnik di bagian atas pintu masuk. Temboknya dibuat dari batu bata berwarna terakota. Pilihan warna meja dan kursinya pun cokelat tua yang membuat pengunjung merasa adem. Gerai Bebek Kaleyo Grand Wisata juga menambahkan hiasan dedauan di sekitar restoran. Bahkan di dalam ruangan yang dilengkapi AC, mereka menambahkan hiasan sangkar burung. Very cozy! Dan yang semakin saya suka adalah nuansanya terasa Jawa banget. Yes, because I’m javanesse. Jadi klop lah. Bernuansa alam dan njawani. Ditambah alunan live music. Asli bikin betah. Terus ya Mbak Suci sempat nyeletuk, “Bisa nih kalau lagi ada kerjaan nongkrong di sini.” Yess, I’m agree. Oh iya satu lagi yang njawani banget. Cara penyajian menunya dengan piring rotan beralas daun pisang. Haduh… Berasa makan di kampung simbah.

Tempat cuci tanggannya seperti padasan

Tempat cuci tanggannya seperti padasan

Ruangan bebas asap rokok

Ruangan bebas asap rokok

DSC_0577 DSC_0528 DSC_0496 DSC_0490

Parkirannya luas

Parkirannya sebelah kanan luas

Parkiran sebelah kiri juga luas

Parkiran sebelah kiri juga luas

2. Konsep Layanan Ala Prasmanan

Sejak dulu, saya sudah tahu Bebek Kaleyo antriannya itu luar biasa panjang. Malah sering kali saya masuk waiting list. Untungnya, Bebek Kaleyo memiliki pelayanan yang cepat dan lincah. Namun ternyata, manajemen Bebek Kaleyo merasa belum puas dengan pelayanan yang mereka miliki. Terbukti mereka berbenah cara pelayanan dengan merubah konsep menjadi prasmanan atau ala fast food. Dengan prasmanan, saya melihat tingkat kecepatan dan kelincahan semakin profesional. Contohnya saat mengantri, beberapa kali mereka mengingatkan saya untuk bergeser.

“Maaf, Bu. Sambil menunggu, digeser ya nampannya.”

Padahal saya bukan menunggu makannya. Toh saya sudah menerima pesanan saya. Tapi saya mengawasi Aleisha yang petingkahan lari ke sana dan ke sini 😀

DSC_0444Karena mengusung konsep prasmanan, mereka menyediakan contoh menunya. Contoh makanannya asli lho! Tapi bukan untuk diberikan kepada konsumen. Jadi kita memilih menu seperti contoh yang dipajang. Lalu para pelayan akan mengambil dari dapur. Artinya fresh from the wajan alias baru dimasak. Tentunya masih hangat dong. Soalnya bebek memang lebih enak dimakan saat hangat. Apalagi bebek kremes. Aduh kremesnya kriuk-kriuk sedap di lidah.

3. Menunya Banyak dan Super Komplit

Kamu suka apa? Bebek Goreng Kremes? Bebek Bakar? Bebek Cabe Ijo? Ada semuanya. Malah di Bebek Kaleyo lebih lengkap dengan menu Bebek Rica, Bebek Peking, Bebek Cetar, Bebek Goreng Tanpa Kulit, dan Sate Bebek. Bebeknya juga boleh pilih. Mau bebek kampung, bebek muda, atau bebek peking. Kemarin sih saya pesan Bebek Goreng Kremes dua porsi, yang satunya untuk Aleisha. Saya tahu anak wedok itu suka banget yang kremes-kremes. Kalau saya masak ayam atau lele goreng kremes, pasti minta banyak kremesannya. Makanya Bebek Goreng Kremes cocok untuk selera kami. Terus buat emaknya tinggal mengambil sambal khas Bebek Kaleyo yang cetar pedasnya.

DSC_0437

DSC_0450

1/2 Ekor Bebek Muda Goreng Kremes yang sudah diacak-acak Aleisha 😀

DSC_0459

Bebek Cabe Ijo

DSC_0594

Kalau nggak suka bebek gimana? Ih kok sama dengan ndoro suami. Padahal kepikiran tuh sesekali makan keluarga di Bebek Kaleyo. Tenang saja. Ada menu ayam kok. Tinggal pilih mau Ayam Bakar, Ayam Cabe Ijo, Ayam Goreng Kremes, atau Ayam Sori. Ayamnya juga bisa pilih ayam kampung atau ayam negeri. Yuhuuu asik. Jadi kan ndoro suami nggak bisa nolak diajak ke Bebek Kaleyo. Pilihan nasinya pun bervariasi Nasi putih, nasi uduk, dan nasi merah. Hayo ndang dipilih 🙂 Kalau saya sukanya nasi uduk.

DSC_0449Setelah selesai memilih menu makan, saatnya bergeser ke minuman. Aduh, cegluk… segernya lihat display minuman yang beraneka warna. Pingin cepet-cepet disruput. Kamu tinggal pilih aja. Mau yang dingin-dingin atau yang anget-anget. Untuk minuman yang dingin-dingin ada es kelapa, es campur, es buah, jus alpukat, jus stroberi, es teh, es jeruk, dan masih banyak lagi. Terus buat penyuka minuman yang anget-anget, silakan pilih teh hangat, jeruk hangat, capucino, atau wedang jahe. Kalau saya sih pilih jus alpukat dan jus stroberi. Jus alpukatnya tuh kental banget dan fresh banget. Sepertinya perbandingan alpukat lebih banyak dari pada airnya. Terus rasanya juga nggak ada pahitnya. Tapi sayangnya saya gagal mencicipi jus stroberi karena blendernya rusak. Oh, ternyata setiap buah diblend dengan blender sendiri-sendiri. Pantas cita rasa buahnya nggak tercampur.

Es Durian yang isinya durian semua

Es Durian yang isinya durian semua

Dim sumnya enak banget

Dim sumnya enak banget

Oh iya ada desertnya juga lho. Dan saya pesan dim sum yang fresh from the kukusan dan es durian. Aduh es duriannya mak nyos banget. Asiknya kan banyak menunya. Jadi kamu tinggal sesuaikan dengan seleramu.

4. Murah!

Terus dengan menu yang sangat memanjakan lidah, berapa rupiah yang harus dirogoh dari kantong? Dengan menu ½ ekor bebek muda goreng kremes, nasi uduk, dim sum, es durian, dan jus alpukat, nggak lebih dari 75.000 rupiah. Iya tahu murah itu relatif. Tapi menurut saya, dengan semua menu tersebut, harga segitu termasuk murah lho. Apalagi kalau makannya sesekali. Hahaha… saya banget tuh. Sebulan sekali belum tentu kalau sekarang. Soalnya ndoro suami penyuka makanan rumahan dan rada susah diajak makan di luar. Kecuali ada yang traktir *kode.

Nah, kalau pingin paket murah, tersedia paket hemat senilai 20.500 rupiah. Menu terdiri dari Nasi putih, 1 potong paha bebek, dan es teh. Tuh kan ada yang lebih murah meriah.

DSC_04335. Hati-hati Ketagihan!

Apa yang membuat kamu kembali lagi ke Bebek Kaleyo? Pasti karena rasanya. Yup, saya setuju. Rasa Bebek Kaleyo itu sangat berempah dan gurih alami. Saya rasa, sebelum digoreng atau dibakar, bebek diungkep dengan bumbu racik rahasia dengan waktu cukup lama. Dengan pengungkepan yang lama, bumbu akan meresap sempurna hingga ke daging. Lalu untuk penggorengan atau pembakaran cukup sebentar saja. Setahu saya, bebek yang digoreng terlalu lama justru akan membuat dagingnya alot. Untuk membuktikan dagingnya empuk atau tidak, mari kita minta Aleisha untuk mencoba. Lho kok Aleisha? Hihi… Jadi Aleisha itu nggak bisa makan daging yang teksturnya alot. Pasti akan dilepeh. Makanya setiap masak ayam goreng, saya ungkep yang lama dan gorengnya sebentar saja. Dan waktu makan Bebek Goreng Kremes, dia bisa menelannya. Itu artinya daging bebeknya super empuk.

DSC_0465

Kalau saya sih dari dulu sudah mengakui keempukan Bebek Kaleyo. Bahkan saya kagum dengan cara pengolahan Bebek Kaleyo. Bau amisnya nggak tercium sedikit pun. Lenyap sama sekali. Jadi kalau banyak pelanggan yang datang berkali-kali, memang karena ketagihan. Lha wong enak tenan kok.

6. Sudah Mengantongi Sertifikat Halal MUI

DSC_0550Ini yang paling penting. Sudah halal MUI. Sebagai seorang muslim, saya harus berhati-hati dengan makanan yang masuk ke tubuh. Begitu pula dengan Aleisha. Makanya meski ada undangan makan gratis, saya selalu memastikan makanan tersebut halal.

“Hai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. al-Baqarah [2]: 168).

Menurut Bapak Hendri Budi Prabowo, yang mewakili manajemen, Bebek Kaleyo terus berkomitmen dalam menyediakan menu yang terjamin halal. Proses penyembelihan, penggorengan, hingga penyajian benear-benar memperhatikan aspek halal dan thoyib.

7. Restoran yang Manusiawi

DSC_0442Kamu pernah melihat restoran yang tutup hari Minggu? Rasa-rasanya jarang sekali. Apalagi Minggu adalah hari libur keluarga. Dan biasanya restoran akan penuh. Namun Bebek Kaleyo berbeda. Jadwal praktek Bebek Kaleyo libur di hari Minggu. Saya rasa sangat manusiawi. Pelayan juga butuh istirahat supaya mengurangi human error. Dengan kondisi badan yang fit, tentunya mereka akan lebih semangat dalam melayani sepenuh hati.

Tentunya pemilik Bebek Kaleyo tidak sembarangan ketika menetapkan visi dan misi dalam bisnis kuliner mereka. Dengan misi menjadi berkat bagi banyak orang, menurut saya Bebek Kaleyo sudah melakukannya. Memiliki lima belas gerai, pasti Bebek Kaleyo membutuhkan banyak bebek setiap harinya. Dan mereka tidak memiliki ternak bebek sendiri. Ya, Bebek Kaleyo mengambil bebek dari supplier pilihan yang terbaik. Begitu pula dengan tenaga kerja. Bebek Kaleyo telah membuka banyak lapangan kerja. Saya yakin banyak penduduk yang merasa terbantu saat bekerja di Bebek Kaleyo.

Saya berharap, Bebek Kaleyo akan membuka cabang di kota lainnya. Memang sih visi Bebek Kaleyo menjadi Icon Kuliner Indonesia sudah berhasil dengan dibukanya lima belas cabang. Tapi pastinya banyak masyarakat di kota lain ingin mencicipi tanpa harus ke Jakarta, Tangerang, Bekasi, atau Bandung. Pssttt… Ada sedikit rahasia mengapa Bebek Kaleyo begitu terkenal? Apakah mereka membuat iklan atau promosi yang spektakuler? NO! Bebek Kaleyo mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Saya sendiri mendengar kelezatan Bebek Kaleyo dari teman. Bukan dari iklan di televisi atau di baliho-baliho tepi jalan. Dan memang promosi dari mulut ke mulut terbukti cukup efektif membesarkan Bebek Kaleyo.

Semangat terus untuk Bebek Kaleyo! Semoga suksek selalu dan menjadi berkat untuk banyak orang. Ditunggu gerai berikutnya 😉

Regards,

Facebook : Astri Hapsari | Twitter : @AstriHapsari_ | Instagram : AstriHapsari_ | www.rumah-astri.com | www.AstriHapsari.com

9 thoughts on “Kamu Pecinta Kuliner Bebek? 7 Alasan Ini Membuat Kamu Harus Nyobain Bebek Kaleyo

  1. Kapan Bebek Kaleyo ada di Pekalongan, paling” pas ke jakarta makannya yang di rawamangun :(, n pernah juga mo makan pas hari minggu ternyata tutup, bener” memanjakan karyawannya untuk spend weekend bareng keluarga ….

Leave a Reply to Keke Naima Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven − 6 =