Karena Aleisha Suka Susu Cair

Sumber gambar: http://www.deliciousobsessions.com

Sumber gambar: http://www.deliciousobsessions.com

Judul dalam postingan kali ini adalah jawaban setiap kali saya ditanya, “Kok Dede Al minumnya susu kotak?”

Iya, sejak usia Aleisha delapan belas bulan a.k.a satu setengah tahun, saya menambahkan asupan susu sapi untuk Aleisha. Dan saya memilih susu pasteurisasi. Sebenarnya sebelum saya membaca banyak sharing dari ahli gizi maupun ibu-ibu berpengalaman di forum Mommies Daily, The Urban Mama, dan AIMI, saya memang lebih memilih susu cair semenjak kuliah. Maklum yaaa kuliah di peternakan, jadi saya sedikit banyak tahu bahwa susu pasteurisasi lebih baik dibanding susu bubuk. Much better sih susu segar ya, tapi susah di tempat tinggal saya menemukan susu segar. Jadilah saya memilih susu pasteurisasi. Atau UHT kalau sedang bepergian.

Awalnya Aleisha saya perkenalkan yang rasa plain. Kebetulan susu pasteurisasi rasa plain yang biasa saya beli, terbuat dari susu segar thok. Enggak pakai bahan tambahan lainnya. Namun begitu usia Aleisha dua tahun, dia memilih rasa coklat. Kayak emaknya banget, enggak doyan susu putih. Alhamdulillah, menurut dr Yoga di thread Mommies Daily, tidak mengapa mengkonsumsi susu dengan varian rasa, asal masih dalam batas aman (400 – 600 ml). Aleisha sehari tidak lebih dari 250 ml. Nah untuk ukuran 250 ml ini saya mengikuti batas maksimal dari Prof Hiromi Shinya. Mmm… saya enggak mewajibkan Aleisha minum susu, tapi juga enggak melarang. Kalau dia minta, baru saya kasih. Dan batas maksimalnya 250 ml.

Sayangnya, pilihan saya pada susu pasteurisasi mendapat tatapan dan respon aneh dari beberapa tetangga, keluarga, bahkan suster di rumah sakit sewaktu Aleisha di opname. Pertama kali mau kasih susu pasteurisasi, eyangnya juga sempat keberatan.

“Itu kan banyak pengawetnya.” Udah dijelaskan, besok-besoknya eyangnya lupa lagi, ngomong lagi. Hihihi… ya maklum lah. Namanya juga nenek-nenek.

Begitu pula yang lainnya, mereka memandang aneh karena menurut mereka susu cair banyak pengawetnya. Mungkin berpikirnya, kok susu cair bisa awet lama. Susu UHT memang tahan dua tahun, selama belum dibuka dan kemasan tidak rusak. Tapi susu pasteurisasi, walau belum dibuka, enggak sampai sehari bakal basi bila disimpan di suhu ruang. Nah, mereka nih kayaknya kurang paham bedanya susu pasteurisasi dan UHT. Tapi saya bingung mau menjelaskannya bagaimana. Jadilah saya jawab, “Karena Aleisha suka susu cair.”

Masalah pengawet ini mudah diuji kok. Susu bubuk yang sudah dibuka kemasannya, lalu disimpan di kotak atau kaleng dan ditutup rapat, tahan sampai tiga minggu. Sedang susu pasteurisasi, seperti yang saya bilang tadi, tanpa dibuka bakal basi dalam sehari di suhu ruang. Jika sudah dibuka dan disimpan di lemari es pun, maksimal lima hari harus sudah habis. Kami bahkan hanya tiga hari sudah tandas. Khawatir basi. Untuk susu UHT, meski tahan di suhu ruang dalam kemasan utuh, kalau dibuka juga harus segera dihabiskan. Simpan di kulkas pun, setelah dibuka, sebaiknya segera diminum dalam waktu sehari.

Masa simpan susu bubuk merek D***** setelah kemasan dibuka

Masa simpan susu bubuk merek D***** setelah kemasan dibuka

Masa simpan susu pasteurisasi merek D*****D setelah kemasan dibuka

Masa simpan susu pasteurisasi merek D*****D setelah kemasan dibuka

Cara lain untuk mengetahui banyak tidaknya pengawet bisa dilihat di Informasi Nilai Gizi/Nutrition Facts. Ada kandung Natriumnya kan? Nah Natrium ini biasa ditambahkan sebagai pengawet makanan. Saya coba membandingkan susu pasteurisasi merek D*****D dengan susu bubuk merek D****W. Dengan takaran saji 250 ml, kandungan Natrium susu pasteurisasi D*****D 40 mg. Berarti setengah takaran saji, kurang lebih 125 ml, Natriumnya 20 mg. Sedangkan susu bubuk merek D****W, dengan takaran saji 3 sendok makan (27 g) dan dicairkan dengan air 185 ml, mengandung Natrium 95 mg. Lebih tinggi mana hayo? Tapi tenang, keduanya masih dalam batas aman kok. Karena rekomendasi maksimal konsumsi Natrium dalam sehari adalah 2.300 mg.

Kandungan Natrium susu pasteurisasi merek D*****D

Kandungan Natrium susu pasteurisasi merek D*****D

Kandungan Natrium susu bubuk merek D****W

Kandungan Natrium susu bubuk merek D****W

Berarti enggak apa-apa dong minum susu bubuk juga? Ya, enggak apa-apa lah. Saya tidak meng-underestimate yang memilih susu bubuk. Itu kan pilihan orang tuanya. Saya pun biasa saja, artinya tidak menilai ‘kok susu bubuk’.

Jadi jujur yaaa, saya menulis postingan ini cuma mau curhat aja. Soalnya saya enggak berani ngomong atau menjelaskan langsung sama orang-orang tersebut, kalau susu pasteurisasi itu pengawetnya enggak banyak.

“Ah, cemen lo, Ay. Belum tentu mereka baca curhatan lo ini.”

Hihihi… Biarin deh. Yang penting saya lega udah curhat. Yuk mariii…

Oh iya, buat yang mau tahu lebih banyak lagi tentang diskusi susu segar, pasteurisasi, atau UHT, boleh meluncur ke thread berikut yaaa

  1. Mommies Daily
  2. The Urban Mama

 

Regards,

Facebook : Astri Hapsari | Twitter : @AstriHapsari_ | Instagram : AstriHapsari_ | www.rumah-astri.com | www.AstriHapsari.com

14 thoughts on “Karena Aleisha Suka Susu Cair

  1. Aku selalu malas menanggapi perdebatan soal begitu, mak. Jd biasanya aku cuekin aja hihihi. Alhamdulillah, skrg sih udah kebal. Pada dasarnya, setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya 🙂

  2. Mba iparku sama kyk mba nih…anaknya diksh susu kotak dr 1.5 thn. Aku sendiri skr ini campur… susu kotak ama susu bubuk juga… bukannya kenapa2, tp lbh krn ngebiasain si baby supaya sat kita sekeluarga traveling, dia ga mslh ama susu kotak.. kan repot ya bok bawa2 susu bubuk pas jalan2 ;p..

    secra kita sekeluarga keluarga pejalan 😀

  3. Kalau saya, dari sejak awal kehamilan keisha, join sama milis sehat. Waktu umur kehamilan 5 bulan, bareng suami ikutan seminar PESAT. Salah satu yg disosialisasikan di milis sehat adalah susu UHT/pasteurisasi lebih baik dari susu bubuk dilihat dari proses pembuatannya. Untung saya ikut PESAT bareng suami waktu itu, jadi kalo ada yg nanya kenapa, jawaban kita kompak hehehe.

    Eh, btw, salam kenal ya Mak …

  4. anakku juga dulu setelah di sapih ASI aku kasihnya susu UHT mak, sesekali susu pasteurisasi juga dan dia memang lebih suka. susu formula blas ga diminum
    ga usah ditanggepin perdedabatan ga penting, kita lebih tau apa yg terbaik untuk anak kita kan 😉

  5. kedua anak saya minum susu segar, krn pas disapih alergi dikasih susu formula. kebetulan ada susu segar jadi langganan beberapa kali seminggu. anak2 juga biasa minum susu kedelai, kadang buat selingan susu kental manis. anak2 saya gak ketergantungan susu, krn mereka suka air madu sm jus buah. buat saya semua susu baik yg penting gak basi n kedaluarsa 🙂
    tiap ortu kan tau yg cocok n terbaik utk anaknya

  6. Tentang susu ini, memang ibu2 punya pendapatnya masing2.
    Dr ketiga anakku, cm si bungsu yg diberi uht.. Yg lainnya diberi susu bubuk krna saat itu jamannya miskin info krn emaknya blm kenal intenet 😀
    Apapun itu, yg penting anak2 tumbuh sehat cerdas dan ceria ya mak ^_^

Leave a Reply to ei Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ two = 7