Ketika Aleisha Terjatuh

 

Malam itu, seperti malam-malam biasanya, saya mendengar tangisan Aleisha. Di alam bawah sadar, saya merasa tangisan Aleisha berbeda. Melengking dan keras. Lalu saya pun bergegas membuka mata. Betapa terkejutnya ketika tidak melihat Aleisha di samping saya. Reflek saya melompat turun dari spring bed. Jantung saya serasa ingin lepas melihat Aleisha sudah telungkup di lantai.

 

“ASTAGHFIRULLAH!”

 

Saya berteriak. Membuat suami ikut terbangun.

 

“JANGAN PANIK!”

 

Bohong kalau seorang ibu bisa tenang melihat anaknya terjatuh. Mungkin secara teori pernah membaca agar tetap tenang. Tapi percayalah, kepanikan itu tetap menyerang. Khawatir terjadi sesuatu pada Aleisha. Saya mengangkat tubuhnya. Kemudian menyodorkan nenen. Tapi Aleisha tidak mau. Ia baru nenen setengah jam yang lalu. Ya, sebenarnya saya dan suami menjaga di sisi yang berlainan. Namun sewaktu Aleisha minta nenen, saya pun pindah. Sayangnya, saya lupa mengganjal bantal dan tertidur saat menyusui. Tangis Aleisha langsung berhenti begitu saya gendong. Mukanya terlihat bingung. Gantian menatap saya dan suami.

 

Walau awalnya panik, saya berusaha mengendalikan emosi. Tarik napas. Tenang. Aleisha saya baringkan di tempat tidur. Saya memeriksa bagian tubuhnya. Alhamdulillah tidak ada yang memar. Memang katanya tengkurap adalah posisi aman ketika terjatuh. Tapi saya tetap mengamatinya 2 x 24 jam. Leganya hati saya melihat Aleisha ceria lagi tak lama setelah jatuh. Ia juga tidak muntah. Makan tetap lahap. Nenen semakin kuat. Duh, maafkan Bunda ya, Nduk. Mungkin ada yang heran kenapa saya tidak menurunkan kasur. Sebenarnya saya dilema. Kalau kasur diturunkan, lantai lembab, saya khawatir Aleisha kena paru-paru basah. Jadilah sekarang saya lebih berhati-hati. Dua sisi kasur dihalangi tembok. Satu sisi dijaga dipan spring bed. Sedangkan sisi yang lain diamankan dengan bantal dan di bawahnya diletakkan kasur kecil. Semoga kejadian ini untuk yang pertama dan terakhir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ seven = 14