[RESENSI] Sunset Bersama Rosie

 

Judul : Sunset Bersama Rosie

Penulis : Tere-Liye

Halaman : 429

Penerbit : Mahaka Publishing

Cetakan Pertama : November 2011

 

🙂 🙂 🙂

tidak pernah ada mawar yang tumbuh di tegarnya karang, anakku.

 

Tegar tidak pernah menyangka. Dua puluh tahunnya tergantikan hanya dengan dua bulan. Tegar mengenal Rossie sejak mereka kecil. Dua puluh tahun mereka bersama. Sedang Nathan, Rosie baru mengenalnya dua bulan.

Pendakian ke Rinjani harusnya menjadi milik Tegar dan Rosie. Tapi lihatlah binar mata Rossie saat menatap Nathan yang menyatakan cinta.

 

Ya Tuhan, bukankah selama ini Rosie tidak pernah mau memalingkan wajah dari siluet matahari menghilang di balik kaki langit. Sekarang? Rosie-ku sempurna menatap wajah Nathan. Apa maksudnya? Bagaimana mungkin ceritanya berubah seperti ini? Bagaimana mungkin Nathan menyukai Rosie? Dua bulan? Dua bulan miliknya setara dengan dua puluh tahun milikku?

Tegar tidak pernah sanggup melihatnya kebahagiannya Rosie dan Nathan.Ia memutuskan pergi. Mengubur semua harapan dan cita-citanya. Tegar sempurna menghilang dari kehidupan Rosie dan Nathan.

 

Menangis dalam tidur. Kalau kalian tahu apa maksudnya itu sungguh lebih menyakitkan. Kalian tidur, tapi menangis dalam mimpi. Kalian tidur, tapi hati tetap terisak sendu.

 

Enam tahun berlalu, Rosie dan Nathan muncul di pintu apartemennya. Mereka membawa Anggrek dan Sakura. Cinta Tegar pada Rosie pun berubah. Ia tetap mencintai Rosie. Namun dengan pengertian dan pemahaman yang berbeda. Dua kuntum bunga Rosie dan Nathan membuat Tegar mampu berdamai dengan hatinya. Tegar kembali menjadi sahabat dekat keluarga Rosie dan Nathan. Hingga peristiwa bom Jimbaran kembali membawa takdir yang tak pernah diduga oleh Tegar.

 

Ia harus kembali ke kehidupan Rosie. Meninggalkan Sekar, wanita yang sangat mencintai Tegar. Kepergian Nathan dan depresi yang diderita Rosie, menyeret Tegar ke hadapan empat kuntum bunga Rossie di Gili Trawangan. Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili. Tegar mendampingi keempatnya menapaki janji kehidupan yang lebih baik. Menemani mereka melewati hari-hari sulit tanpa kedua orang tua mereka. Ia menjadi Om, Uncle, dan Paman yang paling hebat, keren, dan super. Mungkin Tegar akan masuk daftar Top 5 Best Boyfriends 2012.

 

Lalu bagaimana dengan Sekar? Tegar memang berjanji kembali begitu Rosie sembuh. Sayangnya Tegar terjebak. Ia terlalu mencintai anak-anak. Tapi seperti kata Oma. Ia harus kembali ke Jakarta. Menepati janjinya pada Sekar. Benarkah Tegar akan menikahi Sekar? Atau ia memperoleh kesempatan yang tidak ia dapatkan dulu?

🙂 🙂 🙂

 

Janji kehidupan. Dua kata itu banyak saya temukan di buku Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin. Tere-Liye kembali menggunakannya di novel ini. Ia seperti mengajak kita menyelami kehidupan anak-anak. Dunia yang penuh dengan janji kehidupan di masa depan. Begitulah sosok Tegar dihadirkan oleh Tere-Liye untuk menghadapi trauma yang dialami empat kuntum bunga Rosie.

 

Paman Tegar tidak pernah melarang. Paman Tegar hanya memberi pengertian. Paman Tegar tidak pernah keberatan. Paman Tegar hanya menjelaskan.

 

Tegar bisa menghilangkan kebiasaan buruk Anggrek menggaruk-garuk meja saat sedang sedih. Tegar mampu membangkitkan semangat Sakura untuk terus bermain biola dengan tangannya yang cacat. Tegar berhasil membuat Jasmine memaafkan pelaku bom Jimbaran.

 

Emosi saya benar-benar diaduk membaca lembar demi lembar Sunset Bersama Rosie. Cerita yang klise sebenarnya. Namun Tere-Liye mengemasnya dengan sangat apik. Ia menonjolkan sisi-sisi psikologi bagaimana mendidik anak-anak. Saya benar-benar banyak belajar dari sosok Om, Uncle, dan Paman yang paling hebat, keren, dan super ini.

 

Kau tahu Tegar, dua puluh tahun dari sekarang kau akan lebih menyesal atas apa-apa yang tidak pernah kau kerjakan dibandingkan atas apa-apa yang kau kerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven × = 7