Miki yang Tidak Boleh Tertinggal

Aleisha and The Miki :D

Aleisha and The Miki di Bandara Soetta 😀

Ada yang bilang jalan sama batita itu udah kayak pindahan rumah. Gembolannya banyak banget. Dan yang paling banyak tentu saja perlengkapannya Aleisha. Kotak makan plus makanannya, bajunya yang seabrek karena sebentar-sebentar musti ganti baju, tempat minum plus airnya, diaper, belum lagi perlengkapan ‘dandan’-nya yang jumlahnya ngalah-ngalahin punya emaknya. Beruntung Aleisha gak minum susu formula. Bisa kebayang kan musti bawa termos 😀

Tapiii ada satu barang yang harus bin wajib gak boleh ketinggalan. Kalau sampai ketinggalan, I don’t know what to do untuk menenangkan Aleisha yang pasti bakal meraung-raung. Benda itu adalah Miki a.k.a guling kesayangannya. Bisa juga dibilang empeng. Ya ampun padahal Miki itu cuma guling biasa yang saya beli waktu dia bayi. Saya sendiri lupa bagaimana awalnya setiap kali menyusui dia selalu memegang Miki.

Mudik Lebaran 2013

Mudik Lebaran 2013 di Bandara Sultan Hasanuddin

Banyak teman dan saudara yang penasaran, apa sih yang bikin Aleisha asyik sama Miki sewaktu menyusui. Jadi yaaa rahasianya tuh di telinga Miki. Aleisha suka memasukkan tanggannya di telinga Miki yang bolong karena jahitannya sobek. Pernah sekali saya jahit kuping si Miki supaya bolongnya gak tambah melebar, ehhh Aleisha marah. Dia minta dibuka lagi jahitannya. Hhh… baiklah saya dedel lagi jahitan di kupingnya Miki.

Mau tahu ke mana saja si Miki dibawa sama Aleisha? Ke Lampung, Dufan, Taman Bunga Nusantara, Taman Buah Mekarsari, Taman Safari, mall, Bandung, Sorong, bahkan sampai ke Raja Ampat. Keren yaaa track record-nya si Miki. Alhamdulillah sih belum sampai ketinggalan karena Miki berada di urutan teratas dan disiapkan pertama kali saat mau berangkat. Duh segitunya yaaa…

Di penginapan Raja Ampat. Always with Miki :D

Di penginapan Raja Ampat. Always with Miki 😀

Setiap kali bertemu orang, mereka selalu melihat dengan tatapan gimana gitu. Malah gak sedikit yang langsung to the point,

“Itu apaan?”

“Kok dibawa-bawa?”

Duh… duh… malunyaaa simbokmu ini, Nduk. Masalahnya Miki itu udah super duper dekil. Untung aja gak bau karena sering dicuci. Iya, syukurnya empengnya Aleisha boleh dicuci sama yang punya. Banyak kan anak-anak yang tidak mengizinkan empengnya dicuci. Malah kalau udah kecium smell not good langsung disodorkan ke saya, “Bunda, cuciin. Miki bau.” Cuma tetep yaaa mencucinya harus satu per satu. Oh iya, Aleisha punya dua Miki karena belinya kan sepasang.

Sedikit kejadian memalukan tentang Miki terjadi saat saya harus pulang ke Sorong berdua saja dengan Aleisha. Setelah transit di Makassar untuk berganti pesawat, saya menaruh Miki di bagasi kabin. Jadi pas transit itu, karena Aleisha tidur di gendongan, saya masukkan Miki ke tas. Begitu masuk lagi ke pesawat, dan menyimpan tas, otomatis Miki ikut masuk ke bagasi kabin. Ehhh ternyata di tengah perjalanan dia terbangun dan minta nenen.

“Mikinya mana?”

Haduh… piye iki? Mau ambil di atas gak mungkin. Tetangga sebelah pada tidur, sedangkan posisi saya di dekat jendela. Mau membangunkan gak enak. Soalnya perjalanan dini hari, jam 2 pagi, bo. Pasti penumpang sebelah lagi ngantuk-ngantuknya.

“Bunda, Miki mana?” Aleisha bertanya lagi.

“Mikinya di atas, Sayang. Gak usah pakai Miki dulu yaaa,” jelas saya pelan-pelan.

“Gak mau! Mau miki! Ambilin!” Aleisha mulai teriak

Waduh… Gawat!

“Ambilin, Bunda.” Dia mulai merengek dan mau menangis.

Saya coba merayu tidak berhasil. Aleisha malah semakin menangis. Dan… membuat ibu di sebelah terbangun.

“Kenapa, Adek?” tanya ibu itu.

“Ini, Bu. Minta guling. Ditaruh di atas,” jawab saya.

“Oh ya sudah, ambil aja, Mbak. Gak papa.” Ibu itu mempersilakan saya lewat. Untung ya badan saya langsing (abaikan) jadi bisa menyelip di kaki ibu sebelah.

Sejak itu, gak lagi-lagi deh menaruh Miki jauh dari Aleisha.

1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

1st-GA-Jalan-Jalan-KeNai

20 thoughts on “Miki yang Tidak Boleh Tertinggal

  1. Pasti gak mau pisah kalau sama barang yang sudah familiar sama dirinya….Miki itu udah jadi soulmate nya si Dedek ya hehehe…..Gpp Mba biarin aja, jangan malu bawa2 Miki hihihi…
    Anak saya sampai udah gede gini kalau nginap di rumah sodara atau di mana saja kalau tanpa guling gak akan bisa tidur, pernah sampe pinjam guling tetangga saudara karena saudara gak punya guling din rumahnya hahaha…..

  2. Dulu aku gitu mak, bawa anak2 jalan2 bawaannya segambreng, sekarang ninggal beberapa barang di rumah nenek dan eyangnya jadi ga gitu banyak bawaannya, kecuali kalo tujuannya selain ke situ sihh

  3. Anak saya waktu umur 3 tahun nangis semalaman gara-gara boneka kesayangannya hilang.
    Memang anak batita barang kesayangan harus dibawa terus, repot, tapi lebih repot lagi kalo barang kesayangannya hilang.

  4. Membaca postingan ini jadi inget cucu Bunda yang namanya Ayman. Sampai dengan usia lebih dari 7 tahun Ayman paling gak bisa dipisahkan dengan guling bututnya kalo tidur ataupun bermalam ke mana saja. Tapi ketika sudah memasuki usia 8 tahun seringkali bermalam di rumah Bunda, berangsur-angsur hilang kebiasaan tersebut. Dia menyadari sendiri, ternyata tanpa guling bututnya Ayman juga bisa tidur pulas, hehe… Alhamdulillah berkat dekat dengan Eyang Bunda.

Leave a Reply to Keke Naima Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× seven = 21