Tour de Raja Ampat [3]: Ngebolang ke Raja Ampat ala Backpaker? Bisa Kok…

Welcome to Raja Ampat (Foto: Babe)

Siapapun, termasuk saya, pasti menyukai penginapan di tepi pantai. Apalagi kalau pantainya di Raja Ampat. Saat membuka jendela di pagi hari, mata dimanjakan beningnya air laut. Telinga dihibur kicau burung-burung liar. Kulit dibelai lembutnya angin pantai. Aw aw aw… Like in heaven. Yakin deh nggak akan mau pulang.

Tapi semua orang juga tahu, Raja Ampat identik dengan mahal. Sebenarnya bisa nggak sih ke Raja Ampat dengan budget yang agak ditekan? Bisa kok. Salah satunya memilih penginapan yang murah. Hah? Ada gitu penginapan murah di Raja Ampat? Yup, ada.

Di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, tersedia banyak penginapan murah. Kisarannya 200-450 ribu per kamar. Ketika berkunjung ke Raja Ampat lebaran lalu, saya difasilitasi penginapan di Najwa Indah. Tidak terlalu jauh dari Port of Waisai atau pelabuhannya. Jika tidak ada yang menjemput, ojek tersedia kok. Ongkosnya kurang lebih 50 ribu. Tapi menurut seorang anggota Koramil, bisa ditawar sampai 25 ribu.

Teras Penginapan (Foto: Anggi Aribowo)

Salah satu cara gratisan adalah numpang mobil patroli (Foto: Anggi Aribowo)

Penginapan Najwa Indah fasilitasnya cukup lengkap. Untuk fasilitas VIP seharga 350 ribu per malam, kamarnya mirip rumah. Ada ruang tamu lengkap dengan sofa, televisi yang tersambung TV kabel, dan komputer plus internet. Asyik kan? Tadinya terpikir buat ngeblog atau upload foto. Tapi boro-boro. Seharian keliling-keliling bikin badan rontok. Lalu fasilitas lainnya kamar dengan tempat tidur double bed, AC, dan lemari. Berbeda di kamar orang tua dan adik, dua kasur single bed. Di belakang, kamar mandi dan dapur terletak bersebelahan. Mau yang lebih murah bisa mengambil kamar regular 250 ribu per malam. Sayangnya saya tidak sempat mengintip fasilitas kamar yang regular. Oh iya, satu kamar diisi oleh dua orang.

Enaknya lagi, menginap di Waisai lebih mudah untuk mendapatkan makanan dengan harga lebih murah dibandingkan resort. Dari Najwa Indah, pasar Waisai tidak terlalu jauh. Cukup berjalan kaki. Harga nasi kuning sebungkus 10 ribu. Bakso juga ada, harganya sama 10 ribu satu porsi. Mau agak keren dikit tempat makannya, bisa ke rumah makan. Sayangnya, saya datang di waktu yang salah. Ternyata saat lebaran, banyak penduduk Waisai yang β€˜turun’. Alias ke Sorong. Atau pulang kampung. Rumah makan banyak yang tutup. Jadilah setiap pagi sarapan nasi kuning dan malamnya makan bakso πŸ™ Untung bawa bekel Pop Mie πŸ˜›

Pasar Waisai & Pantai WTC letaknya bersebelahan (Foto: Anggi Aribowo)

Berarti bisa dong ke Raja Ampat ala backpacker? Soalnya kan kalau ikut paket dari Jakarta mahal. Bisa… bisa banget. Nih ya, rajin-rajin cari info promo pesawat. Teman saya pernah dapat pesawat Jakarta – Sorong 600 ribu. Tapi sebenarnya 1.200.000 sudah cukup murah untuk tiket pesawat ke Sorong. Pilih pesawat malam supaya sampai di Sorong pagi harinya. Jadi bisa mengejar kapal yang berangkat jam 10 pagi atau jam 2 siang. Nggak perlu menginap di Sorong. Kecuali kalau mau menjelajah Sorong juga.

Pelabuhan Rakyat, Sorong (Foto: Anggi Aribowo)

Kapal dari Sorong ke Waisai ada dua. MV Express Bahari dan MV Marina Express. Harga tiketnya 130 ribu. Masih termasuk murah kok. Dari bandara ke pelabuhan rakyat bisa carter ‘taksi’ (baca: angkot) warna kuning. Coba tawar 100 ribu untuk ongkos carternya. Biasanya sih mau. Soalnya saya pernah carter dari bandara ke rumah saya di Kampung baru, mau 100 ribu.

Dek atas MV Marina Express (Foto: Anggi Aribowo)

Port of Waisai (Foto: Anggi Aribowo)

Kemudian untuk perjalanan ke pulau-pulau di sekitar Raja Ampat bisa ikut paket dari penginapan. Beberapa penginapan memang menyediakan paket untuk mengitari Raja Ampat. Tapi kalau tidak mau ikut paket, silakan jalan kaki ke Pantai WTC. Di sana banyak sekali long boat milik penduduk yang disewakan. Satu hari harga sewanya kira-kira 700 ribu sampai satu juta. Tergantung pintar-pintar kita menawar. Tapi itu belum termasuk bensin lho. Kalau cuma ke Waiwo, Saonex, Teluk Kabui, Teluk Mayalibit, atau Pasir Berlabuh sepertinya tidak terlalu mahal. Apalagi bila perginya rombongan. Kecuali mau ke Wayag ya. Butuh bensin kurang lebih 400 liter. Dan satu liter bensin di Waisai harganya 10 ribu. Memang sepertinya harus pergi ramai-ramai supaya bisa patungan sewa long boat.

So, ke Raja Ampat mahal? Ah nggak kok. Nggak sampai 30 juta πŸ˜€

 

Regards,

 

 

20 thoughts on “Tour de Raja Ampat [3]: Ngebolang ke Raja Ampat ala Backpaker? Bisa Kok…

  1. Kok kalau difoto orang-orang itu sepertinya terpencil banget ya, gak ada apa2 kecuali gunung & laut? Di foto diatas kayak di kota kecil gitu aja. Tapi keren mak, aku belum pernah menjelajah Indonesia timur. Selama ini ke barat terus πŸ˜€

  2. Aiih.. aku kepingiiiinnnn pake banget… ditunggu cerita lainnya di R4 mak, ke wayag juga nggak? itu baru ongkos2 dan penginapan kan ya? untuk makan dan diving bagaimana?

    • gak ke Wayag, Mak
      karena aku datang di saat yang tidak tepat
      angin selatan sedang bertiup
      angin ini yg membuat kru Trans hilang beberapa tahun lalu πŸ™
      kalau diving mahal euy
      snorkeling aja
      sewa alatnya cuma 50 ribu πŸ˜€

        • pesawat kemarin dapat harga 1.300.000, PP 2.600.000 pakai Merpati
          penginapan semalamnya 350.000, 2 malam jadi 700.000 buat berdua
          kapal ke Waisai 130.000, PP 260.000
          ke pelabuhan rakyat numpang mobil garnizun πŸ˜€
          makan sekitar 10.000-20.000
          kalau mau ke pulau mending bekel dari Waisai
          aku kelilingnya via darat numpang mobil patroli koramil πŸ˜€
          karena lebaran jadi long boatnya pada libur πŸ™
          habisnya sekitar 6jutaan πŸ˜€
          tapi kalo mau nyewa long boat ke banyak tujuan plus wayag kurang lebih 12 juta
          dengan catatan perginya rombongan biar penginapan & boatnya bisa patungan

          • habis total 6 jt itu udah cakeeeep banget πŸ˜€ masih bermimpi, belom tau kapan bs kesana tapi suatu hari harus. let love lead the way πŸ™‚

  3. Pingback: Tour de Raja Ampat [4]: The Photography of Waisai | @AstriHapsari_ | Astri Hapsari

  4. wah…. temenku ada yg bilang, pas dia kesana 2012, sewa PERAHU, perahu loh ya, ke pulau2 cantik raja ampat itu, sewanya RP 7 jeti!!!! Buset, mendingan beli tiket ke Jepang kalo aku -__-. Apa masih semahal itu mba kalo skr? aku mw bikin perkiraan budget utk anniversary Des ama suami nih…

    eh 1 lg, sepanas apa sih cuaca di sana?jujur aja aku ga kuat panas soalnya… tp drdulu pgn k sini, krn suka ama foto2 raja ampat yg ciamik bgt kan ya ^o^

Leave a Reply to noe Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + seven =