Palubutung Hangat (1Y+)

PALUBUTUNG

Saat dalam perjalanan pulang dari Sorong lebaran 2013 lalu, kami transit di Makassar dan janjian dengan seorang kawan. Alhamdulillah kami dapat oleh-oleh sirup DHT rasa pisang ambon. Memang dari dulu pingin banget beli sirup DHT buat bikin es pisang ijo atau es palubutung. Nggak nampol kalau sirupnya bukan DHT. Tapi rupanya sirup DHT ini tidak di ‘ekspor’ ke kota lain. Jadi hanya bisa dibeli di Makassar. Tadinya sih pingin beli di bandara aja. Nggak papa deh agak mahal. Soalnya kan transit cuma dua jam. Bisa ketinggalan pesawat kalau jalan-jalan dulu ke kota. Ternyata saya nggak perlu beli. Hore gratis! 😀

Sampai di rumah langsung deh saya eksekusi palubutungnya buat Aleisha. Saya tidak menambahkan es karena waktu itu Aleisha masih 1 tahun. Jadi saya sajikan hangat-hangat. Ini dia resepnya. Selamat mencoba.

Palubutung Hangat

Bahan:

  • 3 buah pisang. Harusnya sih pakai pisang kepok atau raja. Berhubung di rumah masih ada stok pisang ambon, saya pakai saja
  • 1 gelas tepung beras. Saya memakai takaran 1 gelas ukuran 200 ml. Saya isi tepung terigu sampai penuh
  • 1 gelas susu cair. Saya pakai merk Ultramilk
  • 2,5 gelas santan segar
  • 2 lembar daun pandan
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam. Saya sih nggak sampai seperempat. Seuprit alias seujung sendok teh aja
  • 1/4 sendok teh vanila

Cara Memasak:

  • Pisang seharusnya dikukus jika menggunakan pisang kepok atau raja. Karena saya pakai pisang ambon, jadi tidak saya kukus. Khawatir mbleyek
  • Campur santan dengan gula, vanila, garam, dan daun pandang. Didihkan dengan api kecil sambil diaduk agar santan tidak pecah.
  • Campur tepung beras dengan susu. Aduk rata. Jangan sampai ada yang menggumpal. Kemudian masukkan ke rebusan santan yang telah mendidih.
  • Aduk terus hingga menggental.
  • Sajikan dengan potongan pisang dan siraman sirup DHT.

Dulu sewaktu Aleisha masih 1 tahun, palubutung bisa menjadi menu sarapan. Tapi setelah usianya 2 tahun, palubutung menjadi salah satu cemilan andalan saya. Karena kalori per mangkuk cukup tinggi. Kurang lebih 285 kalori. Mengapa saya peduli pada kalori?

Awalnya saya sempat stres dengan berat badan Aleisha yang susah banget naiknya. Padahal tidak ada masalah dengan makannya. Saya pun menganggap, ‘Oh mungkin karena Aleisha super aktif jadi makanannya dipakai buat gerak.’ Namun ternyata menurut dr. Annisa Karnadi, konselor laktasi, tidak ada alasan anak yang banyak gerak untuk tidak bertambah berat badannya. Jadi kalau BB tidak naik, perhatikan apakah kalori yang diasup oleh tubuh cukup untuk gerak dan tumbuh kembang. Akhirnya saya mencari tahu kebutuhan kalori anak usia 2 tahun. Menurut Prof. Hardinsyah, ahli gizi dari IPB, anak usia 2 – 3 tahun membutuhkan 1.500 kalori. Untuk mencukupinya, anak harus makan besar 3 kali plus cemilan tinggi kalori 2 kali. Eits, tidak boleh asal tinggi kalori ya. Tapi harus tinggi juga kandungan gizinya. Gizi palubutung ini didapat dari susu, santan, dan pisang. Alhamdulillah sejak saya memperbaiki pola makan Aleisha, berat badannya mulai naik meski hanya 200 – 300 gram per bulan.

Postingan ini diikutkan dalam Lomba Kreasi Resep ‘Say YES to Homemade MPASI

Poster MPASI

4 thoughts on “Palubutung Hangat (1Y+)

Leave a Reply to @AstriHapsari_ | Astri Hapsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− five = 1