[Preschool at Home] DIY: Cat Homemade untuk Bermain Finger Painting

DSC_0676Hari Sabtu kemarin, saya memang sudah berencana mengajak Aleisha bermain finger painting. Sebenarnya sih Aleisha sudah mulai saya perkenalkan menggambar dan mewarnai dengan pensil warna dan crayon. Sekarang yang tertinggal hanya pensil warna. Itu pun hanya beberapa warna saja. Entah menghilang ke mana. Kalau crayon, udah say good bye sejak pulang dari Papua, Oktober tahun lalu.

Saya jadi kepikiran untuk mengajak Aleisha menggambar dengan jari-jarinya. Kayaknya seru ya mencelupkan jari ke cat warna-warni, terus corat-coret di kertas. Ternyata manfaat finger painting ini banyak sekali lho.

  1. Finger painting mengembangkan kemampuan dasar yang meliputi daya komunikasi, emosi, motorik, pengenalan warna, kecerdasan, dan kemandirian.
  2. Finger painting meningkat kreativitas dan aktivitas melalui jari tangan yang nantinya dibutuhkan dalam segi akademis.
  3. Finger panting sebagai media untuk mengekspresikan emosi anak. Terlihat pada saat anak memilih warna. Tapi kalau untuk usia Aleisha, ini belum bisa diterapkan. Lha wong dia pilih warna sesukanya. Malah semua warna dipakainya πŸ˜€
  4. Finger painting dapat membuat anak hiperaktif duduk diam selama lima menit atau lebih. Aleisha sih bukan hiperaktif. Dia hanya sekedar super aktif. Eh tapi bener lho. Finger painting biasa membuat dia duduk manis dan bermain dalam waktu setengah jam lebih. Biasa kan pantatnya kayak ada jarum dan kakinya seperti dipasang pegas. Enggak bisa diam. Lompat sana, lompat sini. Lari sana, lari sini. Nah, yang punya anak macam begini, boleh banget lho dicoba.
  5. Finger painting dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan ekspresi diri anak.

Wah, banyak sekali ya manfaat finger painting. Saya jadi semangat nih mau main ini sama Aleisha. Saya pun googling untuk mencari tahu cat yang aman buat anak usia dua tahun. Ya secara dia masih suka iseng ngelomot apa aja. Tapi pas googling, saya malah nemu artikel di Republika Online cara membuat cat untuk finger painting. Kalau buat sendiri Inshaa Allaah aman ya. Plus bahan-bahannya ada semua. Tinggal beli dua pewarna lagi di pasar.

Bahan untuk membuat:

  • 1/2 cup tepung maizena
  • 2 cup air
  • 3 sdm gula
  • Β½ sdt garam
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

  • Campurkan semua bahan kecuali pewarna makanan di panci atau wajan anti lengket.
  • Masak di atas api kecil dan aduk terus sampai mengental.
  • Bagi adonan menjadi lima dan taruh di wadah-wadah kecil.
  • Beri pewarna berbeda di setiap wadah lalu aduk menggunakan lidi.
  • Cat siap untuk digunakan.

10893698_10205710873910554_1714106275_n10250707_10205710873870553_1180493628_n10877955_10205710873830552_592657768_nDSC_0670 DSC_0671 DSC_0672

Cat yang saya buat terlihat menggumpal ya? Itu karena setelah dimasak, saya tinggal nyuapin, belanja ke pasar, dan nolongin tetangga beli lauk. Jadilah sampai rumah lagi, adonan sudah dingin dan agak padat. Ketika saya aduk, jadi menggumpal. So, saran saya. Begitu adonan matang, masih lembek lembek, langsung taruh di wadah-wadah kecil dan beri pewarna. Supaya saat diaduk tidak menggumpal.

Awal bermain, Aleisha mau saya arahkan. Menggambar kupu-kupu, mencetak tulang daun, dan menjiplak tangan.

DSC_0679 DSC_0680 DSC_0686

Lama-lama… mbuh sak karepe dewe πŸ˜€ Dia mengambil cat bukan lagi pakai jari, tapi dikeruk pakai tangannya. Dioles ke lantai, ke tembok, dan ke mukanya. Dan ketika cat habis, dia malah main perosotan di lantai yang licin karena cat.

DSC_0698 DSC_0699 DSC_0710 DSC_0712 DSC_0715

Oh iya, karena cat ini lengket dan licin di lantai, saran saya mainlah di luar rumah. Agar lebih mudah dibersihkan.

Nah, asyik dan seru kan? Yuk ikutan main πŸ˜‰

13 thoughts on “[Preschool at Home] DIY: Cat Homemade untuk Bermain Finger Painting

Leave a Reply to Olivia Kamal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ seven = 13