[Preschool at Home]: Hujan-hujanan Yuk!

DSC_0728

 

“Jangan main hujan lah! Nanti sakit.”

Kata-kata eyangnya Aleisha tersebut sampai sekarang masih saya ingat. Ceritanya lagi hujan, terus saya nyeplos, “Cica, kapan-kapan main hujan yuk.” Usia Aleisha kala itu kurang lebih 20 bulan. Otomatis saya dapat warning keras dari eyangnya.

Tapi rasanya, masih banyak ya orang tua yang khawatir anaknya sakit bila mandi hujan. Sebenarnya bukan hujan yang membuat sakit. Namun perubahan suhu tubuh akibat guyuran hujan, membuat anak rentan disapa penyakit demam atau pilek. Penyebab sakit yang lain adalah air hujan mengandung polusi, kotoran, dan bibit penyakit. Jadi sebenarnya tidak masalah bermain hujan. Asalkan memperhatikan do’s and don’ts-nya. Berikut syarat agar anak bisa bermain hujan yang saya rangkum dari beberapa artikel.

DSC_0732

Do’s:

  1. Pastikan anak dalam kondisi benar-benar sehat ya, Mom. Kondisi setiap anak kan berbeda. Khawatirnya karena kondisi sedang tidak fit, jadi malah ngedrop.
  2. Sebelum bermain hujan, anak harus sudah makan. Supaya tubuh lebih kuat saat terkena guyuran air hujan yang suhunya berbeda dengan tubuh.
  3. Segera mandi dengan air hangat setelah hujan-hujanan selesai.
  4. Berikan minuman hangat. Enaknya sih coklat hangat ya biar tubuh kembali berenergi. Tapi berhubung tidak punya coklat, minum teh hangat saja. Tujuannya agar suhu tubuh kembali normal.
  5. Balurkan minyak kayu putih atau balsem sebelum dan sesudah bermain hujan. Konon anak-anak nelayan di perairan Maluku senang menyelam berjam-jam tanpa sakit, karena sebelumnya digosokkan minyak kayu putih.
  6. Apabila tetap khawatir anak sakit atau terkena kotoran yang membawa bibit penyakit, bisa memakaikan jas hujan dan sepatu boot.
  7. Setelah itu, minta anak segera istirahat.

 DSC_0734

Don’ts:

  1. Jangan mandi hujan saat pertama hujan turun, karena airnya mengandung banyak polusi dan kotoran.
  2. Jangan mandi di kucuran air yang sudah jatuh menimpa atap. Khawatir banyak kotoran yang ikut bersama air. Jadi lebih baik air hujannya yang langsung mengucur dari langit.
  3. Jangan bermain bila hujannya terlampau deras dan banyak petirnya. Sudah pasti bahaya ya, Mom. Tapi jangan gerimis juga, karena saat gerimis kadar polusi yang dibawa lebih banyak. Jadi yaaa pilih curah hujan yang sedang. Tidak gerimis, namun tidak terlalu deras juga.
  4. Jangan bermain hujan terlalu lama. Berikan limit waktu misalnya setengah jam. Paling lama satu jam. Aleisha cuma lima belas menit.
  5. Jangan biarkan anak main hujan tanpa pengawasan orang tua. Khawatirnya terpeleset, jatuh, atau bertemu binatang berbahaya.
  6. Jangan bermain terlalu jauh dari pekarangan rumah, karena rawan pohon tumbang, kabel listrik putus, jatuh ke got, atau tertabrak kendaraan.

DSC_0724Nah, kalau sudah tahu do’s and don’ts-nya, tidak takut lagi kan ya anak bermain hujan-hujanan. Dan akhirnya Aleisha bermain hujan untuk pertama kalinya hari Ahad lalu. Sebenarnya saya tidak ada rencana mengizinkan Aleisha mandi hujan. Tapi melihat yandanya yang asyik memperbaiki rumput taman di tengah hujan, sepertinya Aleisha tertarik. Tanpa perlu izin, dia sudah terjun ke taman dan menikmati guyuran hujan.

DSC_0733

Ketawanya itu lho, enggak hilang dari wajahnya. Bahagia banget. Lari sana, lari sini. Dia sempat keluar pagar sebentar, tapi tidak lama. Untungnya Aleisha sudah makan kenyang. Jadi pas tahu dia hujan-hujanan, ya sudah deh. Cuma sayang belum dibalur minyak kayu putih. Ya namanya tidak direncanakan 😀 Saya pun menyiapkan air hangat untuk bilas. Juga segelas teh hangat.

 DSC_0731

Soalnya manfaat mandi hujan itu banyak sekali lho. Menurut Mira D. Amir, Psi, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, inilah manfaat hujan-hujanan.

  • Mengembangkan Daya Eksplorasi Anak

Sepanjang bermain hujan-hujanan, Aleisha berhenti bertanya.

“Yanda, itu kok tanahnya ada airnya?”

“Airnya kok dari atas?”

Kesempatah tuh menjelaskan, tidak boleh buang sampah sembarangan karena bisa membuat banjir saat hujan.

  • Melatih Motorik Kasar

Aleisha heboh banget. Dia tidak berhenti berlari dan melompat. Sebenarnya lebih seru kalau main sama teman-teman. Bisa saling menyipratkan air atau melompat bersama. Tapi sepertinya teman-teman Aleisha tidak diizinkan bermain hujan.

  • Melatih Sosialisasi

Ini sih kalau main hujannya berkelompok ya. Aleisha mainnya sendirian. Jadi senengnya juga sendirian 🙂

  • Mengasah Kecerdasan Alam

Yup, mandi hujan juga bisa menjadi media pembelajaran bagi anak. Kita bisa menjelaskan banyak femona alam. Bagusnya lagi kalau habis hujan ada pelangi ya. Sayang, tidak ada pelangi 😀

  • Mengembangkan Imajinasi

Banyak orang yang terinspirasi dari hujan. Tapi saya belum tahu nih, imajinasinya Aleisha apa. Mungkin setahun – dua tahun ke depan, dia sudah bisa bercerita tentang imajinasinya.

  • Menghilangkan Stres

Mandi hujan itu hiburan yang super murah meriah. Selain itu juga membuat anak happy abis. Masalah stres, usia Aleisha belum ya. Lha wong tiap hari kerjaannya main. Bisa jadi nanti kalau sudah sekolah, dan dia stres dengan pelajarannya, saya tinggal ajak main hujan saja.

So, Mom, yuk ajak si kecil bermain hujan-hujanan. Saya juga berencana bermain hujan bersama. Kalau tidak ada teman-temannya, sama emaknya pun tidak kalah seru 😀

DSC_0735 DSC_0738 DSC_0740 DSC_0741 DSC_0743

 

 

Regards,

Facebook : Astri Hapsari | Twitter : @AstriHapsari_ | Instagram : AstriHapsari_ | www.rumah-astri.com | www.AstriHapsari.com

10 thoughts on “[Preschool at Home]: Hujan-hujanan Yuk!

  1. anaknya Bu Astri seru abis! utk explor imajinasinya setelah hujan2n, kasih saja buku gambar dan pensil warna, biarkan menggambar sekehendak hatinya.

  2. Alieshaaa.. sama dong.. anak tante juga suka main hujan-hujanan. Tapi gak pernah lebih dari 10 menit karena masih balita. Biasanya dia main sambil menampung air ke ember ember dan kotak makan yang dia punya. Nanti kalau hujannya udah berhenti, air-air itu dia pakai buat siram pohon cabe kesayangannya. Kapan kapan main bareng yaa 😀

  3. duh, kalo saya dah parno duluan, mak. khawatir sakit berkelanjutan. padahal kata ibu2 dulu, anak jangan banyak ga boleh-nya agar kelak ketika dewasa nggak ringkih badannya. meski tau soal ini, tapi belum banyak yang saya praktikkan, mak. ya itu tadi, khawatir sakit. hehehehe…tapi, harus dicoba juga nih. suatu saat nanti. soalnya anak-anak sekarang lagi pada sakit, mak.

Leave a Reply to @AstriHapsari_ | Astri Hapsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 − = two