[Resep] Arseng, Camilan Tradisional Nan Bergizi Untuk Aleisha

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Aleisha bukan anak yang susah makan. Tapi terkadang dia tidak mau menghabiskan dalam porsi banyak. Mungkin memang kapasitas lambungnya tidak terlalu besar. Saya pun berusaha tidak memaksanya. Walau kadang maksa juga sih *hihihi. Kalau Aleisha sudah benar-benar tidak mau memasukkan makanan ke mulut, saya memakai cara, makan sedikit tapi sering. Salah satunya dengan memberikan camilan.

Terkadang camilan selalu diidentikkan dengan snack atau makanan ringan seperti biskuit atau jajanan dalam kemasan. Hmm… sebenarnya apa sih makna camilan? Menurut KBBI, camilan adalah makanan kecil atau makanan yang dimakan diantara dua waktu makan. Bisa juga disebut sebagai makanan selingan. Jika namanya saja makanan selingan, berarti camilan memiliki peranan penting sebagaimana makanan utama. Sehingga pemberian camilan tidak boleh sembarangan. Kandungan gizinya pun harus diperhatikan.

Astri Hapsari | @AstriHapsari_Aleisha mengenal camilan sejak awal MPASI. Hah memang bayi butuh camilan? Boleh gitu bayi dikasih camilan? Menurut milis MPASI rumahan, tentu saja boleh. Pada dasarnya camilan itu penting untuk mengasup atau menambah kebutuhan nutrisi yang tidak diperoleh dari makanan utama. Namun untuk pemberian camilan, harus disesuaikan dengan usianya. Saat Aleisha 6 bulan, baru awal MPASI, saya suka memberi ASI yang dibuat es balon. Lho bayi kok dikasih es? Hihihi… boleh kok, Mom. Asalkan anak dalam kondisi fit alias tidak sakit. Sesekali bayi juga pingin yang segar-segar πŸ˜€

Aleisha ngemil es ASI

Aleisha ngemil es ASI

Lalu ketika Aleisha berusia 7 dan 8 bulan, saya memberikan camilan berupa buah. Kadang saya buat pure, kadang dibuat finger food supaya Aleisha bisa memegang sendiri. Pemberian finger food juga bisa melatih motoriknya. Namun saya tetap mengawasinya. Selembut apapun finger food, kemungkinan tersedak tetap ada. Mulai 9 bulan ke atas, saya mulai memberikan camilan berenergi atau berkalori untuk mendukung aktivitas Aleisha yang super duper aktif. Misalnya siomay atau roti oles butter.

Aleisha ngemil pure buah naga

Aleisha ngemil pure buah naga

Aleisha ngemil oatmeal dan strawberry

Aleisha ngemil oatmeal dan strawberry

Iyak, kalori adalah target utama saya untuk mendukung tumbuh kembang Aleisha. Umur setahun, berat badan Aleisha mulai seret naiknya. Tapi seperti yang diungkapan dr Annisa Karnadi, dokter yang juga konselor laktasi, tidak ada alasan anak yang super aktif tidak bertambah berat badannya. Jadi salah ya anggapan, makannya kan buat gerak, enggak apa-apa berat badannya enggak naik. Nah, kalori inilah yang membantu anak tetap aktif tapi berat badannya terus naik.

β€œKalo dia kurang asupan lemak makaaaa tubuhnya akan pakai karbo plus protein buat jadi bahan bakar (alias energi untuk beraktifitas). Makanya dia seret naik BB-nya karena protein dan karbo abis dipake buat gerak badan, jadi defisit bahan pembangun buat tumbuh badannya,” tulis dr Annisa di akun FB beliau.

Kemudian saya selalu memperhatikan waktu pemberian camilan. Seperti makna camilan dari KBBI, saya harus memberikan camilan tanpa mengganggu jadwal makan utamanya. Jarak makan Aleisha 5 – 6 jam. Jadi saya memberikan camilan di tengah-tengah waktu tersebut. Saya berusaha untuk tidak memberikan camilan menjelang makan utama. Udah pasti Aleisha bakal menolak. Iyalah, udah kenyang πŸ˜€

Syarat paling utama untuk memberikan camilan, seperti halnya menu utama, bahan camilan harus dari bahan alami. Alias bukan pabrikan. Saya bukan anti pabrikan ya. Aleisha boleh kok makan snack kemasan, asal tidak setiap hari. Sesekali saja supaya tahu. Dan saya memilihkan yang bahannya aman dikonsumsi. Jika memilih bahan alami, otomatis saya harus memasak. Dengan memasak sendiri, saya bisa memastikan bahannya bersih, aman, sehat, tidak mengandung pengawet, tidak mengandung tambahan makanan berbahasa, dan yang terpenting kandungan nutrisinya cukup untuk tumbuh kembang Aleisha. Alhamdulillah,Β  Allah member saya kekuatan untuk terus memasak buat Aleisha. Pun ketika dulu saya masih bekerja.

Nah, kali ini saya ingin membuat camilan dengan bahan utama pisang. Kenapa pisang? Karena kandungan kalori pisang cukup tinggi dan kaya nutrisi lainnya. Dalam 1 buah pisang ukuran sedang mengandung kalori 105 kal, lemak 0,39 g, karbohidrat 26,95 g, dan protein 1,29 g. Bahan lainnya juga mengandung kalori dan nutrisi yang tidak kalah banyak manfaatnya, yaitu santan. Karena menggunakan santan segar, maka mengandung kalori 122 kal, protein 2 g, lemak 10 g, dan karbohidrat 7,6 g. Wuih, benar-benar mengasup nutrisi Aleisha ini mah πŸ™‚

Iya, benar yang menebak saya mau masak kolak. Tapi ini kolaknya dikukus. Namanya arseng. Gulanya pun gula putih, bukan gula merah. Konon katanya ini makanan Khas Keraton Yogya dan jadi salah satu menu favorit Sri Sultan Hamengkubuwon IX. Saya menyontek resepnya dari Mbak Diah Didi. Namun saya sesuaikan dengan bahan yang ada di rumah. Setengah resep saja. Biar tidak kebanyakan. Soalnya Aleisha biar suka makan macam-macam, tapi dia bosenan. Kalau udah tiga kali makan menu yang sama, pasti enggak mau lagi menu itu. Harus dikasih jeda dulu seminggu bila saya ingin memberikan menu yang sama. Menghadapi anak yang gampang bosan, membuat saya harus kreatif mengkreasikan makanan atau camilan Aleisha. Alasan lain memilih arseng adalah supaya Aleisha mengenal panganan tradisional Indonesia. Ya udah yuk langsung cuz aja eksekusi si arseng πŸ˜€

Β 

Resep ArsengΒ 

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Bahan:

11051121_10205997041824573_363715781_n

  • Β½ sisir pisang kepok
  • 750 ml santan dari Β½ butir kelapa
  • 100 gram gula
  • 1 butir telur
  • 1 lembar daun pandan
  • Sedikit garam. Saya memakai hanya seujung sendok teh

Cara Membuat:

  • Kupas pisang dan iris menyerong

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

  • Kocok telur di wadah terpisah

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

  • Campurkan semua bahan. Aduk hingga merata

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

  • Tempatkan adonan dalam pinggan tahan panas

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

  • Kukus selama 30 menit
  • Sajikan selagi hangat

Dannn… Aleisha suka banget. Dia menghabiskan satu mangkuk. Wow! Lapar apa doyan, Nduk? πŸ˜€

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_ Astri Hapsari | @AstriHapsari_Oh iya, karena mengandung gula, garam, dan santan, jadi camilan ini diberikan untuk usia satu tahun lebih ya. Mengapa bayi di bawah satu tahun tidak perlu penambahan gula garam dalam makanannya? Karena kebutuhan sodium, zat yang terdapat dalam garam, untuk bayi di bawah satu tahun hanya 1 gram garam/0.4 gram sodium. Pemenuhannya bisa dari makanan alami seperti produk susu, ASI, roti, serealia, dan daging. Garam hanya akan memperberat kerja organ dalam bayi yang masih lembut. Tidak perlu takut juga kekurangan yodium. Karena sudah tersedia di ASI, ikan laut, daging, sayur, dan buah.

Selamat mencoba ^_^

dariperempuan

Regards,

Facebook : Astri Hapsari | Twitter : @AstriHapsari_ | Instagram : AstriHapsari_ | www.rumah-astri.com | www.AstriHapsari.com

16 thoughts on “[Resep] Arseng, Camilan Tradisional Nan Bergizi Untuk Aleisha

  1. saya jg dulu termasuk rewel wkt ngasih camilan pas jav msh mpasi, pokoknya ga boleh ada yg ngasih makanan bergaram & bergula ke jav, apalagi yg berpewarna dan bermsg πŸ˜€

Leave a Reply to @AstriHapsari_ | Astri Hapsari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


two × = 6