Salah Satu Cara Mengetahui Produk Halal Dari Luar Negeri

logo_LPPOM_MUI

Sumber gambar di sini

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk memilih makanan yang halal. Alhamdulillah di Indonesia kita begitu mudah menemukan makanan halal. Cukup dengan melihat logo halal dari LPPOM MUI, Insya Allah produk tersebut halal. Tapi bagaimana dengan makanan dari luar negeri? Saya pernah membuat status di Facebook tentang kehalalan produk dari luar negeri.

Dulu saya pernah diberi cokelat dari Australia
Aslinya sih ngiler banget pingin makan tuh cokelat
Tapi belum ada halalnya
Walaupun bahannya dari lemak nabati
Daripada ragu, saya kirim email ke perusahaan cokelat tersebut
Dan amazing! Nggak sampai 1 jam email saya dibalas
Mereka melampirkan produk2 yang sudah ber-SH
Komplit plit plit
Ternyata biar muslim di Aussie minoritas
Tapi concern banget sama kehalalan makanan

 

Dan saya tidak mengira begitu banyak respon positif dari rekan-rekan di Facebook. Karenanya, saya ingin menceritakan lebih detail mengenai status halal tersebut.

Jadi, dulu ketika saya masih bekerja di majalah anak-anak, bu bos memberi oleh-oleh cokelat dari Australia. Kebetulan beliau memang baru pulang dari negeri Kanguru. Begitu cokelat saya terima, langsung saja saya mencari logo halal di kemasannya. Of course saya khawatir karena cokelat ini berasal dari negara non muslim.

Melihat saya ragu dan membolak-balik kemasan cokelat, seorang teman sepertinya tidak suka dengan sikap saya. Menurutnya, saya ini terlalu ribet.

“Lihat aja sih kemasannya. Nggak ada animal ingridientnya kan?”

Iya sih, memang semua komposisinya dari produk nabati. But who knows? Saya pun melihat perusahaan yang memproduksi cokelat tersebut. Ada alamat emailnya! Saya jadi punya ide untuk mengirimkan email ke perusahaan tersebut. Jangan disangka saya menulis email beribet panjang lebar pakai bahasa Inggris. Saya hanya bertanya dengan sangat singkat. Sebut saja merk cokelat tersebut X.

Dear, Sir/Madam. I just wanna know. Is X halal? Thank you for your answer.

Singkat, bukan? Jujur saya sempat ragu apakah email saya akan dibalas. Kalaupun tidak dibalas, saya juga tidak berminat mengkonsumsi cokelat itu. Takut…. 🙁

Berhubung saya bekerja sebagai reporter, email saya selalu online. Kurang lebih satu jam kemudian, sebuah email masuk. Ah, mungkin undangan pers. Tapi begitu saya buka, wow! Email balasan dari perusahaan cokelat itu. Isinya berupa produk-produk perusahaan tersebut yang sudah bersetifikat halal dan belum. Saya sungguh takjub. In my opinion, mereka begitu menghargai consumer yang ingin mengetahui produk halal mereka.

Lalu nasib cokelat saya? Sayang sekali tidak tercantum di daftar produk yang sudah bersetifikat halal. Kebetulan waktu itu, saya jarang bertemu teman yang non muslim. Sedangkan cokelat tersebut sangat mudah meleleh. Memberikan ke rekan sesama muslim, sama saja menjerumuskan mereka. Maka dengan terpaksa, saya membuangnya. Hiks… maaf ya bu bos 🙂

Menurut saya, ragu terhadap kehalalan suatu produk bukanlah sesuatu yang ribet. Saya hanya takut dan khawatir, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh saya tidak halal. Bagaimanalah pertanggungjawaban saya nanti. Sedang Allah sudah memerintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik.

Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi ini barang yang halal lagi baik, dan jangan kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya dia bagi kamu adalah musuh yang sangat nyata (QS Al Baqarah: 168)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 × one =