Senam Hamil by Myself

Senam hamil sepertinya sudah identik dengan ibu hamil. Beberapa teman menanyakan di mana saya senam hamil. Saya menjawab dengan santai dan polos.

“Di rumah. Pakai video.”

Dan hampir semua terkejut dengan jawaban saya.

“Ha? Berani amat senam hamil sendiri.”

“Eh anak pertama senamnya musti di rumah sakit. Harus dipandu instruktur.”

“Sok banget sih. Baru anak pertama udah berani senam sendiri enggak pakai instruktur.” Wew… ini komentar paling sadis.

Saya sih tertawa saja. Toh saya tidak melakukan senam hamil dengan gerakan ekstrem. Pasti saya pilih-pilih dong, gerakan mana yang aman dilakukan tanpa instruktur. Menurut saya, inti dari senam hamil ada di latihan pernapasan. Beruntung si doi mendownloadkan banyak video senam hamil. Jadi saya bisa memilih.

Kalau dipikir, bukan saya sok pintar atau sok berani senam hamil tanpa instruktur. Masalahnya setiap Sabtu atau Ahad, saya super malas ke luar rumah. Apalagi senam hamil di rumah sakit harus antri dari pagi. Sejak hamil besar, saya sampai di rumah pukul 19.30 karena naik kereta. Padahal jika naik bus, sebelum maghrib sudah sampai rumah. Tapi ya tahu sendiri, kebanyakan orang di ibu kota enggak punya hati. Ada ibu hamil cuek saja atau pura-pura tidak lihat. Dari pada spaneng sendiri, saya mengalah dengan naik kereta. Terbayang kan capeknya. Makanya begitu hari berganti Sabtu, tidur menjadi agenda utama *heeeee.

Berikut ini beberapa exercise yang saya lakukan selama hamil.

Yoga

Pingin banget yoga di alam

Saya biasa melakukannya 10 menit ba’da subuh. Lho kok sebentar amat? Soalnya efisensi waktu. Halah bilang saja malas *hihihi. Kebetulan punya video yoga for pregnancy yang durasinya hanya 10 menit. Walaupun hanya sebentar, tapi cukup efektif menyegarkan badan lho.

Birthing Ball

Bola satu ini ampuh banget menghilangkan sakit pinggang. Biasanya sepulang kerja, saya duduk di atas birthing ball sambil menonton TV atau bersantai. Putar-putar pinggul seperti goyang Inul. Nama kerennya pelvic rock.

Renang

Dari pada antri senam hamil di rumah sakit, saya memilih berenang. Rasanya segar banget nyemplung dalam air. Walaupun penampakan saya mirip dugong kecebur *hahaha. Tapi selama hamil, saya tidak berani berenang di kolam renang khusus wanita. Coz, berenang untuk ibu hamil harus dengan pendamping. Lha tidak mungkin saya bawa si doi masuk ke kolam renang yang isinya wanita semua. Bisa dikick out *heee. So, saya berenang di kolam renang biasa pakai baju berenang muslimah. Saya memilih baju renang dengan modifikasi rok panjang di bawah lutut. Jilbabnya pun menutup dada. Saya juga memilih waktu berenang di jam-jam sepi.

Latihan Pernapasan

Latihan pernapasan agak fleksibel. Saya bisa melakukannya sebelum tidur, di kantor, atau di kereta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − = 4