Sensasi Menyusui

 

Sejak Aleisha lahir, saya benar-benar jatuh cinta pada aktivitas menyusui. Bisa dibilang, I’m very crazy on breastfeeding. Walaupun di awal menyusui saya harus melewati banyak rintangan. ASI tidak langsung keluar, puting mendelep sempurna (inverted nipple), nipple crack, dan kurangnya dukungan para tetua. Tapi setelah melalui semuanya, saya menjadi tergila-gila dengan menyusui. Setiap kali Aleisha minta menyusu, saya langsung bersorak girang. She wants suckle on my breast. Dan ketika si gendhuk sudah tahu main dan menolak menyusu, saya patah hati.

“Ayo dong, Nduk. Nenen Bunda ya.”

Patah hati saya semakin meradang saat Aleisha telah mendapat MPASI. Itu berarti, frekuensi menyusunya berkurang. Jika membaca cerita tentang Weaning With Love, saya pasti mewek. Rasanya nggak rela Aleisha lepas menyusu.

Mengapa saya sampai tergila-gila menyusui? Because breastfeeding is giving each other. Sama seperti yang diungkapkan Dr. Sears.

Salah satu manfaat menyusui adalah konsep saling memberi : Anda memberi sesuatu bagi bayi; bayi pun memberi sesuatu pada Anda. Saat bayi Anda menghisap, Anda memberi ASI kepada bayi Anda. Isapan bayi merangsang saraf pada puting susu Anda untuk mengirim pesan ke kelenjar pituitari Anda — yaitu panel kendali utama pada otak — untuk mengeluarkan hormon prolaktin, salah satu hormon keibuan. Substansi yang ajaib ini berjalan ke seluruh tubuh ibu untuk memberi tahu hal yang harus dilakukan dan merangsang perasaan keibuannya.

 

That’s right! Saya merasakan sendiri. Setiap hisapan Aleisha, serasa seribu panah cupid terhujam di hati *huah lebay. Ada sesuatu yang menjalari perasaan. Dan saat itulah… i feel more and more loving you, my daughter. Selain makin cinta sama Aleisha, ada lagi lho sensasi menyusui yang lain.

 

Make me sexy again

“Masya Allah, Mbak. Langsing banget sekarang,” komentar saya kepada seorang teman. Dia itu dulu bertubuh besar. Gendut dan tinggi. Namun satu setengah tahun tidak ketemu, saya takjub melihat perubahannya.

“Ini hasil dari menyusui,” katanya bangga.

What? Segitu efektifkah menyusui bisa menurunkan berat badan? Maka begitu Aleisha lahir, saya ingin membuktikkannya. And that was happen! Tak sampai sebulan sudah turun sepuluh kilogram. Ternyata selain prolaktin, isapan bayi menstimulasi keluarnya oksitosin. Hormon yang berfungsi mengerutkan rahim. Oh iya, selama ini kita mengira menyusui merubah bentuk payudara. Padahal, menurut Dr. Sears, kehamilanlah yang membuat payudara kita kehilangan bentuk.

 

Make me so relax

“Kalau udah nenenin pasti tidur,” protes suami.

Ya ampun, kanjeng romo nggak tahu bila sedang menyusui itu rasanya nge-fly alias rileks. Dan bikin ngantuk.

“Makanya nenenin dong biar tahu sensasinya,” jawab saya setiap kali suami sewot.

Buat saya, menyusui menjadi media penenang diri. Saya benar-benar merasa rileks. Apalagi ketika membelai Aleisha di bawah lampu yang temaram. Wuah… rasanya dunia milik ibu dan anak. Damai banget.

Kok bisa begitu ya? Air susu mengandung protein penyebab tidur secara alami. Hormon tersebut dihasilkan ibu dan dihisap bayi. Penenangan ilmiah ini seperti relaksasi yang membuat saya tidur nyenyak. Tapi pada dasarnya saya memang pelor ding *hehehe.

Make me more economical

Setiap kali melewati rak susu formula di supermarket, hati suka menciut. Ampun! Mahal-mahal amat ya nih susu. Rasanya kok sayang ndudut duit buat beli sufor. Mending duitnya ditabung buat sekolah Aleisha. Atau buat senang-senang emaknya *maunya :D. Kalau untuk hura-hura emaknya, kira-kira ilustrasinya seperti ini.

Gambar ini kiriman teman saya, Emak Rida

 

 

Anyway, sensasi menyusui itu luar biasa. Saya tidak menyesal menyusui Aleisha walaupun harus mengalami tragedy berdarah-darah di awalnya. Cemungud eeea *emak alay.

 

2 thoughts on “Sensasi Menyusui

  1. Kurangnya dukungan para tetua..
    Bener banget 🙁
    Apalagi neneknya Aya ud dgn lantang menyerukan ‘kalo ibu ntar udh kerja,nenek kasih aja susu kaleng’
    down banget dgrnya :'(

    • memang tantangan terberat dari keluarga
      kalau sudah begini kekuatan saya cuma doa
      semoga Allah membalikkan hati neneknya Aya ya
      biar jadi nenek ASI 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× seven = 63