[Sensory Play] Under the Sea

“Bunda, kok waktu Dory mau masuk anemon kesetrum?” tanya Aleisha. Dia melihat salah satu adegan di film Finding Dory saat Dory tersengat tentakel anemon.

“Karena anemon memiliki sengatan beracun untuk melindungi diri. Kalau ada ikan yang mau mendekati anemon, nanti kayak disetrum.”

“Tapi Nemo sama bapaknya kok nggak kesetrum?” tanyanya lagi.

“Karena nemo kan ikan badut. Nah, ikan badut badannya ada lendir yang melindungi dari sengatan anemon.”

“Kalau Dory itu ikan apa, Bunda?”

“Surgeon fish. Di belakang ekor Dory ada kayak jarumnya. Buat menyerang musuh.”

Masih banyak pertanyaan lain yang diajukan Aleisha. Karena Aleisha kan almost 5 years old, jadi pertanyaannya mulai mengarah ke bahasan science. Sebisa mungkin emaknya berusaha menjawab. Kalau lupa (baca: nggak tahu) ya tinggal bilang, ‘Nanti Bunda cari tahu dulu ya.’

Sedangkan Aledebaran (14 bulan) hanya pengenalan ikan, keong, bintang laut, gurita, air laut, warna biru, dan selanjutnya… hancurkan flubby jelly-nya.

Awalnya Baran kayak jijik gitu. Cuma ditunyuk-tunyuk. Terus duduknya mundur. Coba pegang lagi, mundur lagi. Tapi lama-kelamaan mau meremas si jelly. Lalu masuk mulut.

Saya ajak Baran menangkap ikan-ikannya. “Dek, tangkap ikannya, yuk.”

Setelah Baran berhasil menarik ikannya dari balutan jelly, saya memintanya mengumpulkan ikan di wadah lain. Baran udah mulai mengerti perintah. Awalnya agak kesulitan melepaskan jeratan jelly di badan ikan. Tapi lihatnya lucu, karena Baran nariknya kayak ngeden-ngeden mau BAB. Setelah jelly hancur, saya sembunyikan ikan ditumpukan jelly. Saya bilang, “Dek, ikannya hilang. Ayo kita cari.” Baran pun sibuk mengaduk-aduk jelly dan menemukan si ikan.

Sayang keasyikan Baran terganggu ketika Mbak Cica dan teman-temannya mengambil alih flubby jelly. Duh kasihannya Dedek jadi tersisih. Sabar ya, Dek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six × 3 =