[Preschool at Home] DIY: Serunya Bermain Pasir Berwarna Homemade

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Sebenarnya udah lama ingin mengajak Aleisha berkreasi dengan pasir warna-warni. Gara-gara lihat di salah satu teman FB yang bermain ini dengan anaknya. Udah kepikiran aja tuh mau beli. Tapi maju mundur cantik karena mikir siapa tahu aja bisa buat sendiri. Tidak usah membeli. Soalnya Aleisha kan kadang kalau mainan suka nanya.

“Boleh dimakan enggak, Bunda?”

“Makannya pura-pura doang.” Tapi ujung-ujungnya masuk mulut juga *hadeuh.

Eh terus lihat di timeline Bunda Asri Widha (ibu susuannya Aleisha dulu waktu baru lahir) lagi mainan pasir warna-warni sama Mbak Kinan. Dan katanya pasirnya bikin sendiri. Huwaaa… pas banget ini. Langsung deh semalam dieksekusi.

Bahan:

Garam

Pewarna makanan

Cara Membuat:

Ambil garam secukupnya dan taruh di beberapa wadah. Lalu teteskan pewarna makanan secukupnya juga. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Dan… taraaa… pasir warna-warni siap dimainkan.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Untuk sketsanya saya buat tiga dulu. Kepik, kupu-kupu, dan strawberry. Soalnya kan sudah malam dan saya baru tahu temannya suami mau bertamu. Alhasil saya dan Aleisha bermain sebentar banget. Cuma dua puluh menit. Otomatis lah Aleisha protes.

“Bunda, kok udahan.”

“Bunda, aku masih mau main pasir.”

“Ihhh Bunda mahhh. Kenapa diberesin sih.”

Begitu terus sampai mau tidur. Tidak berhenti-berhenti minta main pasir lagi. Saya bilang mainnya besok lagi yaaa. Biar bisa main sama Teteh Caca dan Mbak Daru (temannya sepantaran di rumah). Tapi dasar bocah. Tetep aja yaaa cemberut.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Continue reading

[Preschool at Home]: Hujan-hujanan Yuk!

DSC_0728

 

“Jangan main hujan lah! Nanti sakit.”

Kata-kata eyangnya Aleisha tersebut sampai sekarang masih saya ingat. Ceritanya lagi hujan, terus saya nyeplos, “Cica, kapan-kapan main hujan yuk.” Usia Aleisha kala itu kurang lebih 20 bulan. Otomatis saya dapat warning keras dari eyangnya.

Tapi rasanya, masih banyak ya orang tua yang khawatir anaknya sakit bila mandi hujan. Sebenarnya bukan hujan yang membuat sakit. Namun perubahan suhu tubuh akibat guyuran hujan, membuat anak rentan disapa penyakit demam atau pilek. Penyebab sakit yang lain adalah air hujan mengandung polusi, kotoran, dan bibit penyakit. Jadi sebenarnya tidak masalah bermain hujan. Asalkan memperhatikan do’s and don’ts-nya. Berikut syarat agar anak bisa bermain hujan yang saya rangkum dari beberapa artikel.

DSC_0732

Do’s: Continue reading

[Preschool at Home] Belajar Mengenal dan Memotong Buah

Sumber gambar: arfatoys.com

Sumber gambar: arfatoys.com

Masih melanjutkan cerita aktivitas preschool Aleisha di rumah. Nah di video blogpost sebelumnya, saya juga tertarik untuk mengenalkan kegiatan memotong. Saya memilih yang berbentuk buah.

Ternyata untuk mainan ini, imajinasi Aleisha lebih bermain. Dia terpikir untuk membuat jus. Setelah buah-buahan dipotong, lalu dimasukkan plastik dan dikocok.

“Bunda, minum dulu jusnya,” kata dia sambil menyodorkan plastik berisi buah potong.

Awalnya dia masukkan semuanya. Tapi sambil mengenalkan nama buah, kadang saya minta dibuatkan jus dengan dua atau tiga buah-buahan. Misalnya,

“Aleisha, mau jus dong. Semangka sama pir ya.”

“Sekarang Bunda mau jus pisang, stroberi, sama jeruk.”

Mainan potong buah-buahan ini lebih lama dimainkan dibanding kereta. Dia  menikmati sekali proses memotong buah. Imajinasi lainnya, dimasak. Jadi setelah dipotong, buah-buahan itu dimasukkan ke wajan kecilnya dan digoreng.

“Bunda, ini pisang goreng.”

Imajinasi yang paling kocak adalah ketika Aleisha menyunggi kotaknya sambil berteriak, “Getuk, ketan, tiwul. Bu, beli tiwul, Bu.”

Dan reflek saya ngakak. Ternyata dia menirukan tukang tiwul langganannya.

[Preschool at Home] Belajar Mengenal Bentuk dan Warna

 

“Bunda, sekolah.”

Sudah sejak beberapa bulan lalu, Aleisha minta sekolah. Bahkan dia sering kabur dari rumah sambil membawa tas dan memakai sepatu.

“Aleisha, mau ke mana?” tanya saya.

“Mau sekolah,” jawabnya sambil cengengesan.

Karena Aleisha merengek terus minta sekolah, padahal umurnya baru dua tahun, saya pun mencoba mendatangi Rumah Cerdas Bekasi Timur. Kebetulan lokasinya di perumahan sebelah. Di sana ada program Baby School.  Saya sih niatnya bukan memaksa anak belajar terlalu dini ya. Mungkin Aleisha ingin bertemu teman-teman baru, ingin tahu yang disebut ibu guru, dan ingin bermain dengan mainan yang tidak ada di rumah. So far, waktu saya ajak ke Rumah Cerdas, Aleisha terlihat senang. Dia menikmati sekali beberapa permainan di sana. Hanya saja pertimbangan saya, kalau masuk bulan November, bayar uang gedungnya nanggung. Toh Juni 2015, Aleisha sudah tiga tahun dan bisa masuk play group.

Akhirnya saya bilang, “Aleisha, sekolah di rumah saja dulu ya. Nanti yang jadi ibu gurunya, Bunda.” Tanpa adegan lebay, Aleisha pun mengangguk. Jadilah saya browsing aktivitas-aktivitas preschool di rumah. Dan saya menemukan video ini.

Saya tertarik mengenalkan Aleisha tentang bentuk. Lalu saya mencari online shop yang menjual mainan seperti itu. Saya dibuat bingung sendiri karena mainan yang mengenalkan bentuk banyak sekali jenisnya. Saya pun memilih yang berbentuk kereta api. Selain mengenalkan bentuk, Aleisha juga bisa belajar hal lainnya.

Mengenal Warna. Setiap bentuk pada mainan ini terdiri dari empat warna. Merah, biru, hijau, dan kuning. Biasanya sambil bermain, saya sering menyebutkan warnanya juga. Misalnya lingkaran merah, segi tiga kuning, kotak hijau, atau persegi panjang biru.

Mengenal Jumlah. Setiap bentuk terdiri dari masing-masing empat pieces. Ketika memasukkan ke tiang-tiang kecil di badan kereta, saya sekalian mengajak Aleisha berhitung.

Melatih Motorik. Pada bagian lingkaran, segi tiga, kotak, dan persegi panjang dilengkapi dengan beberapa lubang kecil. Lubang tersebut untuk dimasukkan ke tiang-tiang kecil di badan kereta.

Mengenal Transportasi. Sebenarnya Aleisha sudah tahu dan sudah pernah naik kereta. Tapi no matter kan kalau di rumah juga punya kereta-keretaan? 😀 Kereta ini bisa ditarik dan jalan. Jadi sambil menarik, sambil bernyanyi.

Naik kereta api… tut… tut… tut…

Siapa hendak turut

Ke Bandung, Surabaya

Bolehlah naik dengan percuma

Ayo kawanku lekas naik

Keretaku tak berhenti lama

 

Alhamdulillah sekarang Aleisha sudah lulus semuanya. Bentuk, warna, jumlah, dan memasukkan ke tiang-tiangnya. Alhasil kereta itu sekarang mangkrak di kotak mainannya. Tidak disentuh-sentuh lagi. Tapi bukan berarti mainan tersebut diabaikan. Aleisha hanya bosan. Nanti kalau sudah agak lama, akan saya keluarkan lagi untuk dimainkan.