[Preschool at Home] DIY: Membuat Pompom Mini

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Di kalangan ibu-ibu saat ini, pompom adalah salah satu benda yang ngeheits. Karena dari pompom, beragam kreatifitas dan permainan bisa dibuat. Setelah melihat beberapa teman FB meng-upload foto anaknya yang bermain dengan pompom, saya jadi tergiur untuk beli juga. Dan sudah menemukan seller yang siap dikontak. Tapi tib-tiba saya berubah pikiran.

‘Aih, kenapa enggak buat sendiri aja ya. Kan bisa sebagai aktivitas bermain Aleisha juga.’

Lalu, saya pun googling cara membuat pompom mini. Oalah, jebul gampil lho buatnya. Langsung deh saya meluncur ke toko alat-alat jahit membeli benang wol. Terus sorenya dieksekusi bareng genduk.

Nah, yang mau ikutan bikin, ini saya buatkan tutorialnya. Gampang banget kok 😉

Pompom Mini

Bahan:

Benang Wol

Peralatan:

  • Garpu
  • Gunting yang ujungnya runcing

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Cara Membuat: Continue reading

[Preschool at Home] DIY: Serunya Bermain Pasir Berwarna Homemade

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Sebenarnya udah lama ingin mengajak Aleisha berkreasi dengan pasir warna-warni. Gara-gara lihat di salah satu teman FB yang bermain ini dengan anaknya. Udah kepikiran aja tuh mau beli. Tapi maju mundur cantik karena mikir siapa tahu aja bisa buat sendiri. Tidak usah membeli. Soalnya Aleisha kan kadang kalau mainan suka nanya.

“Boleh dimakan enggak, Bunda?”

“Makannya pura-pura doang.” Tapi ujung-ujungnya masuk mulut juga *hadeuh.

Eh terus lihat di timeline Bunda Asri Widha (ibu susuannya Aleisha dulu waktu baru lahir) lagi mainan pasir warna-warni sama Mbak Kinan. Dan katanya pasirnya bikin sendiri. Huwaaa… pas banget ini. Langsung deh semalam dieksekusi.

Bahan:

Garam

Pewarna makanan

Cara Membuat:

Ambil garam secukupnya dan taruh di beberapa wadah. Lalu teteskan pewarna makanan secukupnya juga. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Dan… taraaa… pasir warna-warni siap dimainkan.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Untuk sketsanya saya buat tiga dulu. Kepik, kupu-kupu, dan strawberry. Soalnya kan sudah malam dan saya baru tahu temannya suami mau bertamu. Alhasil saya dan Aleisha bermain sebentar banget. Cuma dua puluh menit. Otomatis lah Aleisha protes.

“Bunda, kok udahan.”

“Bunda, aku masih mau main pasir.”

“Ihhh Bunda mahhh. Kenapa diberesin sih.”

Begitu terus sampai mau tidur. Tidak berhenti-berhenti minta main pasir lagi. Saya bilang mainnya besok lagi yaaa. Biar bisa main sama Teteh Caca dan Mbak Daru (temannya sepantaran di rumah). Tapi dasar bocah. Tetep aja yaaa cemberut.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Continue reading

[Preschool at Home]: Hujan-hujanan Yuk!

DSC_0728

 

“Jangan main hujan lah! Nanti sakit.”

Kata-kata eyangnya Aleisha tersebut sampai sekarang masih saya ingat. Ceritanya lagi hujan, terus saya nyeplos, “Cica, kapan-kapan main hujan yuk.” Usia Aleisha kala itu kurang lebih 20 bulan. Otomatis saya dapat warning keras dari eyangnya.

Tapi rasanya, masih banyak ya orang tua yang khawatir anaknya sakit bila mandi hujan. Sebenarnya bukan hujan yang membuat sakit. Namun perubahan suhu tubuh akibat guyuran hujan, membuat anak rentan disapa penyakit demam atau pilek. Penyebab sakit yang lain adalah air hujan mengandung polusi, kotoran, dan bibit penyakit. Jadi sebenarnya tidak masalah bermain hujan. Asalkan memperhatikan do’s and don’ts-nya. Berikut syarat agar anak bisa bermain hujan yang saya rangkum dari beberapa artikel.

DSC_0732

Do’s: Continue reading

[Preschool at Home] DIY: Cat Homemade untuk Bermain Finger Painting

DSC_0676Hari Sabtu kemarin, saya memang sudah berencana mengajak Aleisha bermain finger painting. Sebenarnya sih Aleisha sudah mulai saya perkenalkan menggambar dan mewarnai dengan pensil warna dan crayon. Sekarang yang tertinggal hanya pensil warna. Itu pun hanya beberapa warna saja. Entah menghilang ke mana. Kalau crayon, udah say good bye sejak pulang dari Papua, Oktober tahun lalu.

Saya jadi kepikiran untuk mengajak Aleisha menggambar dengan jari-jarinya. Kayaknya seru ya mencelupkan jari ke cat warna-warni, terus corat-coret di kertas. Ternyata manfaat finger painting ini banyak sekali lho.

  1. Finger painting mengembangkan kemampuan dasar yang meliputi daya komunikasi, emosi, motorik, pengenalan warna, kecerdasan, dan kemandirian.
  2. Finger painting meningkat kreativitas dan aktivitas melalui jari tangan yang nantinya dibutuhkan dalam segi akademis.
  3. Finger panting sebagai media untuk mengekspresikan emosi anak. Terlihat pada saat anak memilih warna. Tapi kalau untuk usia Aleisha, ini belum bisa diterapkan. Lha wong dia pilih warna sesukanya. Malah semua warna dipakainya 😀
  4. Finger painting dapat membuat anak hiperaktif duduk diam selama lima menit atau lebih. Aleisha sih bukan hiperaktif. Dia hanya sekedar super aktif. Eh tapi bener lho. Finger painting biasa membuat dia duduk manis dan bermain dalam waktu setengah jam lebih. Biasa kan pantatnya kayak ada jarum dan kakinya seperti dipasang pegas. Enggak bisa diam. Lompat sana, lompat sini. Lari sana, lari sini. Nah, yang punya anak macam begini, boleh banget lho dicoba.
  5. Finger painting dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengoptimalkan ekspresi diri anak.

Wah, banyak sekali ya manfaat finger painting. Saya jadi semangat nih mau main ini sama Aleisha. Saya pun googling untuk mencari tahu cat yang aman buat anak usia dua tahun. Ya secara dia masih suka iseng ngelomot apa aja. Tapi pas googling, saya malah nemu artikel di Republika Online cara membuat cat untuk finger painting. Kalau buat sendiri Inshaa Allaah aman ya. Plus bahan-bahannya ada semua. Tinggal beli dua pewarna lagi di pasar.

Bahan untuk membuat:

  • 1/2 cup tepung maizena
  • 2 cup air
  • 3 sdm gula
  • ½ sdt garam
  • Pewarna makanan

Cara membuat:

  • Campurkan semua bahan kecuali pewarna makanan di panci atau wajan anti lengket.
  • Masak di atas api kecil dan aduk terus sampai mengental.
  • Bagi adonan menjadi lima dan taruh di wadah-wadah kecil.
  • Beri pewarna berbeda di setiap wadah lalu aduk menggunakan lidi.
  • Cat siap untuk digunakan.

10893698_10205710873910554_1714106275_n10250707_10205710873870553_1180493628_n10877955_10205710873830552_592657768_nDSC_0670 DSC_0671 DSC_0672

Cat yang saya buat terlihat menggumpal ya? Itu karena setelah dimasak, saya tinggal nyuapin, belanja ke pasar, dan nolongin tetangga beli lauk. Jadilah sampai rumah lagi, adonan sudah dingin dan agak padat. Ketika saya aduk, jadi menggumpal. So, saran saya. Begitu adonan matang, masih lembek lembek, langsung taruh di wadah-wadah kecil dan beri pewarna. Supaya saat diaduk tidak menggumpal.

Awal bermain, Aleisha mau saya arahkan. Menggambar kupu-kupu, mencetak tulang daun, dan menjiplak tangan.

DSC_0679 DSC_0680 DSC_0686

Continue reading