Tour de Raja Ampat [4]: Itinerary di Raja Ampat Bagi yang Membawa Bayi

Berlibur ke Raja Ampat membawa bayi? Hmmm… Kedengarannya not good idea ya. Tapi meninggalkan Aleisha (1 tahun) di Sorong tidak mungkin. Kan Utie dan Akungnya juga ikut ke Raja Ampat 😀 Meninggalkan di penginapan biar saya bisa puas keliling dan snorkeling, bikin kepikiran. Karena Aleisha masih ASI. Saya nggak punya stok ASIP selama mudik ke Sorong. Dan snorkeling di Raja Ampat yakin deh nggak akan cukup waktu tiga atau empat jam. Alhasil saya cuma bisa pasrah. Menghabiskan tiga hari di Raja Ampat hanya berkeliling dari satu pantai ke pantai lainnya. Eits, tetap aja beda lho pantai di Raja Ampat. Yang penting si gendhuk bisa ikut menikmati liburannya ke Raja Ampat. Nah berikut saya ingin menceritakan pantai-pantai yang cocok jika membawa anak kecil. Ketiga pantai ini bisa ditempuh via jalur darat. Kasihan kalau genduk harus naik boat dan kena angin kencang.

Pantai WTC

20131129093037861

Bukan World Trade Center yang ada di Amerika sono lho. Continue reading

Tour de Raja Ampat [3]: Ngebolang ke Raja Ampat ala Backpaker? Bisa Kok…

Welcome to Raja Ampat (Foto: Babe)

Siapapun, termasuk saya, pasti menyukai penginapan di tepi pantai. Apalagi kalau pantainya di Raja Ampat. Saat membuka jendela di pagi hari, mata dimanjakan beningnya air laut. Telinga dihibur kicau burung-burung liar. Kulit dibelai lembutnya angin pantai. Aw aw aw… Like in heaven. Yakin deh nggak akan mau pulang.

Tapi semua orang juga tahu, Raja Ampat identik dengan mahal. Sebenarnya bisa nggak sih ke Raja Ampat dengan budget yang agak ditekan? Bisa kok. Salah satunya memilih penginapan yang murah. Hah? Ada gitu penginapan murah di Raja Ampat? Yup, ada. Continue reading