MENYUSUI DI MANA PUN, TETAP TAMPIL STYLISH

DSC_0478

Menyusui hingga lebih dari dua tahun, bagi saya itu sebuah rezeki. Ya memang saya belum berniat menyapih Aleisha. Alasannya karena saya ingin balas dendam. Lho kok? Menjadi working mom pada awalnya, membuat saya tidak bisa menyusui Aleisha langsung. Padahal bagi saya, menyusui itu unforgettable moment. Makanya setelah resign di usia Aleisha dua tahun, saya tetap terus menyusui. Ya, sebagai pengganti waktu menyusui langsung yang hilang.

“Ih, udah gede kok masih nenen. Malu dong.”

Komentar seperti itu sudah sering saya dengar. Tapi saya justru tersenyum bangga. Saya bahagia masih bisa menyusui. Kalau yang komentar menurut Islam hanya sampai dua tahun, sila dibaca artikel berikut ya. Jadi boleh ya menyusui lebih dari dua tahun. Asalkan tidak membahayakan ibu maupun anak, dan disepakati keduanya (suami dan istri).

Sejak awal, saya memang lebih suka menyusui langsung. Ketika sedang jalan-jalan, misal di mall, saya tinggal mencari kursi ketika Aleisha ingin menyusu. Kadang tidak semua mall menyediakan ruang menyusui. Atau saya malas mencarinya *hehehe. Continue reading

Cause I Love Breastfeeding

Astri Hapsari | @AstriHapsari_ | 081519254080

“Kok nggak dibotolin aja, Mbak?”

Pertanyaan itu meluncur dari seorang kawan dekat saya, saat sedang menghadiri acara pernikahan teman kantor kami. Memang ketika datang saya tidak langsung menyapa teman-teman yang rupanya sudah datang terlebih dahulu. Aleisha sudah merengek-rengek minta nenen sejak di mobil. Tapi karena kondisi mobil penuh, saya tidak leluasa jika harus menyusui di dalamnya. Maka begitu sampai gedung, saya mencari kursi kosong dan membuka gentong untuk Genduk 🙂

Begitu melihat saya duduk, kawan saya itu mendekat. Duduk di sebelah saya.

“Bobo, Mbak?” tanyanya sambil menunjuk Aleisha.

“Lagi nenen,” jawab saya.

Kawan saya pun mengerutkan kening dan muncullah pertanyaan itu. “Kok nggak dibotolin aja, Mbak?” Continue reading