[Preschool at Home] Belajar Mengenal dan Memotong Buah

Sumber gambar: arfatoys.com

Sumber gambar: arfatoys.com

Masih melanjutkan cerita aktivitas preschool Aleisha di rumah. Nah di video blogpost sebelumnya, saya juga tertarik untuk mengenalkan kegiatan memotong. Saya memilih yang berbentuk buah.

Ternyata untuk mainan ini, imajinasi Aleisha lebih bermain. Dia terpikir untuk membuat jus. Setelah buah-buahan dipotong, lalu dimasukkan plastik dan dikocok.

“Bunda, minum dulu jusnya,” kata dia sambil menyodorkan plastik berisi buah potong.

Awalnya dia masukkan semuanya. Tapi sambil mengenalkan nama buah, kadang saya minta dibuatkan jus dengan dua atau tiga buah-buahan. Misalnya,

“Aleisha, mau jus dong. Semangka sama pir ya.”

“Sekarang Bunda mau jus pisang, stroberi, sama jeruk.”

Mainan potong buah-buahan ini lebih lama dimainkan dibanding kereta. Dia  menikmati sekali proses memotong buah. Imajinasi lainnya, dimasak. Jadi setelah dipotong, buah-buahan itu dimasukkan ke wajan kecilnya dan digoreng.

“Bunda, ini pisang goreng.”

Imajinasi yang paling kocak adalah ketika Aleisha menyunggi kotaknya sambil berteriak, “Getuk, ketan, tiwul. Bu, beli tiwul, Bu.”

Dan reflek saya ngakak. Ternyata dia menirukan tukang tiwul langganannya.

[Preschool at Home] Belajar Mengenal Bentuk dan Warna

 

“Bunda, sekolah.”

Sudah sejak beberapa bulan lalu, Aleisha minta sekolah. Bahkan dia sering kabur dari rumah sambil membawa tas dan memakai sepatu.

“Aleisha, mau ke mana?” tanya saya.

“Mau sekolah,” jawabnya sambil cengengesan.

Karena Aleisha merengek terus minta sekolah, padahal umurnya baru dua tahun, saya pun mencoba mendatangi Rumah Cerdas Bekasi Timur. Kebetulan lokasinya di perumahan sebelah. Di sana ada program Baby School.  Saya sih niatnya bukan memaksa anak belajar terlalu dini ya. Mungkin Aleisha ingin bertemu teman-teman baru, ingin tahu yang disebut ibu guru, dan ingin bermain dengan mainan yang tidak ada di rumah. So far, waktu saya ajak ke Rumah Cerdas, Aleisha terlihat senang. Dia menikmati sekali beberapa permainan di sana. Hanya saja pertimbangan saya, kalau masuk bulan November, bayar uang gedungnya nanggung. Toh Juni 2015, Aleisha sudah tiga tahun dan bisa masuk play group.

Akhirnya saya bilang, “Aleisha, sekolah di rumah saja dulu ya. Nanti yang jadi ibu gurunya, Bunda.” Tanpa adegan lebay, Aleisha pun mengangguk. Jadilah saya browsing aktivitas-aktivitas preschool di rumah. Dan saya menemukan video ini.

Saya tertarik mengenalkan Aleisha tentang bentuk. Lalu saya mencari online shop yang menjual mainan seperti itu. Saya dibuat bingung sendiri karena mainan yang mengenalkan bentuk banyak sekali jenisnya. Saya pun memilih yang berbentuk kereta api. Selain mengenalkan bentuk, Aleisha juga bisa belajar hal lainnya.

Mengenal Warna. Setiap bentuk pada mainan ini terdiri dari empat warna. Merah, biru, hijau, dan kuning. Biasanya sambil bermain, saya sering menyebutkan warnanya juga. Misalnya lingkaran merah, segi tiga kuning, kotak hijau, atau persegi panjang biru.

Mengenal Jumlah. Setiap bentuk terdiri dari masing-masing empat pieces. Ketika memasukkan ke tiang-tiang kecil di badan kereta, saya sekalian mengajak Aleisha berhitung.

Melatih Motorik. Pada bagian lingkaran, segi tiga, kotak, dan persegi panjang dilengkapi dengan beberapa lubang kecil. Lubang tersebut untuk dimasukkan ke tiang-tiang kecil di badan kereta.

Mengenal Transportasi. Sebenarnya Aleisha sudah tahu dan sudah pernah naik kereta. Tapi no matter kan kalau di rumah juga punya kereta-keretaan? 😀 Kereta ini bisa ditarik dan jalan. Jadi sambil menarik, sambil bernyanyi.

Naik kereta api… tut… tut… tut…

Siapa hendak turut

Ke Bandung, Surabaya

Bolehlah naik dengan percuma

Ayo kawanku lekas naik

Keretaku tak berhenti lama

 

Alhamdulillah sekarang Aleisha sudah lulus semuanya. Bentuk, warna, jumlah, dan memasukkan ke tiang-tiangnya. Alhasil kereta itu sekarang mangkrak di kotak mainannya. Tidak disentuh-sentuh lagi. Tapi bukan berarti mainan tersebut diabaikan. Aleisha hanya bosan. Nanti kalau sudah agak lama, akan saya keluarkan lagi untuk dimainkan.