Happy with Hand Blender

“Nyesel!”

Komentar pertama saya setelah membeli hand blender. Kenapa nggak dari dulu beli? Ya awalnya sih berpikir, kok rasanya berlebihan banget punya hand blender untuk MPASI Aleisha. Saya pun membeli saringan kawat untuk menghaluskan buburnya Genduk. Tapi ternyata makan waktu untuk saya yang in rush every morning. Dan ada beberapa bahan makanan yang tidak bisa dihaluskan pakai saringan. Memang saya punya grinder merk Munchkin. Cuma kadang saya nggak kuat memutarnya. Berat banget. Kalau sudah begini, terpaksa deh Kanjeng Romo turun tangan. Alhasil proses menyiapkan MPASI Aleisha tambah lama. Memakai blender berdiri buat saya juga bukan solusi. Soalnya nggak bisa menghaluskan dalam jumlah sedikit. Akhirnya saya putuskan membeli hand blender saat usia Aleisha hampir sembilan bulan. Itu pun menunggu dapat lemburan dulu. Hadeuh…. Setelah beli dan mencoba, saya semakin ngenes. Menyesal tidak beli dari awal Genduk maem. Keuntungannya banyak lho pakai hand blender. Continue reading

Slow Cooker: It’s Magic

Satu kata untuk slow cooker… MAGIC. Saya benar-benar witing tresno dengan alat masak yang satu ini. Sebagai ibu (yang sementara) kerja kantoran, slow cooker sangat membantu saya memasak MPASI Aleisha. Yup, saya memang ingin menyiapkan sendiri makanan untuk anak. Walaupun eyangnya runsing ingin masak juga. Tapi ini tanggung jawab saya. Tebusan rasa bersalah saya karena tidak bisa menyuapi gendhuk di hari kerja. Makanya ketika Bude Ika cerita tentang peralatan tempur MPASInya Kakak Qey, saya langsung mencari tahu tentang slow cooker. Menurut beberapa cerita working mom, ternyata alat ini memang dewa penyelamat untuk membuat MPASI. Nah, saya ingin cap cus alasan saya jatuh cinta dengan slow cooker. Continue reading