Perut Buncit ≠ Makmur

 

Temans, perubahan apa yang tampak pada laki-laki after married? Gemuk maksudnya? Atau makin buncit? Hihihi… Ya that’s I mean.

 

Bahkan sudah seperti trademark, kalau habis menikah pasti tambah gendut. Katanya… Ini katanya lho… Hehehe… Ada hormon yang aktif hanya setelah menikah. Hmmm… Saya juga kurang tahu benarkah begitu dan hormon apakah. Bisa jadi karena happy dan bahagia jadi lari ke badan.

 

“Gemuk itu tandanya subur, Ay. Berarti yang ngerawatin pinter.”

 

Duh, kok saya tidak setuju ya. Menurut penelitian, laki-laki dengan perut buncit rentan terkena resiko jantung dan stroke. Apalagi jika makan banyak tanpa diimbangi olah raga.

Continue reading

Make Up Pernikahan, Natural atau Penuh Warna?

 

 

Menurut kamu, saat wedding lebih bagus make up natural atau penuh warna?

“Teteh mah gak mau dirias yang menor.” kata seorang sahabat ketika kami menghadiri undangan.

“Bukan jadi cantik malah jadi aneh.” lanjutnya.

Saya pun memperhatikan mempelai wanita yang dipakaikan lipstick warna merah menyala. Sepertinya porsi pemakaiannya banyak sehingga bibirnya terlihat lebih tebal. Foundation yang dipakai juga tampak meluntur. Mungkin karena banyaknya foundation yang dipakai.

Fenomena ini bukan saja saya temui kemarin. Tapi hampir di banyak acara pernikahan. Jadi ingat dua teman saya. Siapapun pasti akan bilang mereka cantik. Kulitnya putih, halus, tanpa noda jerawat sekalipun.

“Kali laler kepleset ya kalau nempel di muka dia.” seloroh seorang teman laki-laki.

Namun ketika mereka menikah, saya hampir tidak bisa melihat aura kecantikan mereka.

“Teteh maunya dandan kayak Kate Middleton.” Continue reading

Rumah Sendiri vs Rumah Mertua atau Orang Tua

 

 

Tinggal di mana setelah menikah?

Terkadang kita sering mendapatkan pertanyaan seperti itu. Jawabannya bisa rumah orang tua, mertua, kontrak, atau Alhamdulillah sudah punya rumah sendiri. Beberapa diantara mungkin ada yang belum siap berpisah dari orang tua. Kalau tidak, orang tua yang belum mau jauh dari anaknya.

“Mak gue nangis-nangis, Ay. Gue gak boleh tinggal jauh dari orang tua.”

Hihihi…. Kadang lucu juga. Boleh nikah tapi tidak boleh tinggal mandiri bersama pasangan.

“Kalau begitu kenapa Anda menikahkan anak Anda. Ketika anak sudah dinikahkan maka menjadi sepenuhnya hak suami. Terserah suaminya mau diajak tinggal di mana. Anda tidak boleh melarang.” kata Mamah Dede ketika ada ibu-ibu yang bertanya apakah dosa melarang anak perempuan tinggal pisah dari orang tuanya.

“Kalau memang tidak bisa jauh, sarankan untuk mencari kontrakan atau membeli rumah dekat rumah orang tuanya.” lanjut Mamah.

Alasan lainnya tinggal di rumah orang tua atau mertua karena ekonomi belum stabil.

“Aduh gue sayang kalau duit buat ngontrak. Mending buat nyicil rumah. Tapi belum punya uang muka buat ngambil KPR. Ya udah deh gue ikut orang tua dulu.”

Waktu baru menikah, keuangan saya dan si doi (baca: suami) juga belum stabil. Walaupun sampai sekarang masih belum stabil *hahaha. Namun kami memilih untuk mengontrak. Meski bayarnya tersendat-sendat. Kenapa? Karena orang tua di Sorong dan mertua di Lampung. Kami kerja di Jakarta *hahaha timpuk sandal aja.

Bagi saya jauh lebih enak tinggal terpisah. Mau tahu apa enaknya? Continue reading