Aleisha Sudah Siap Sekolah

Sumber gambar : http://thepioneerwoman.com/

Sumber gambar : http://thepioneerwoman.com/

Sebenarnya ketika memutuskan Aleisha sekolah di usia 3 tahun, saya sempat maju mundur cantik. Saya agak khawatir terlalu cepat menyekolahkan Aleisha akan membuat dia bosan. Meski sekolah yang saya pilihkan cukup fun, nyaman, dan ramah anak. Sempat saya berpikir, ah kan masih preschool jadi bisa lah emaknya yang ngajarin di rumah. Tapi ternyata suami malah mendukung untuk menyekolahkan Aleisha.

“Anaknya butuh suasana main yang lain. Bukan hanya di rumah atau tetangga. Kita kan belum punya keluangan waktu dan rezeki untuk mengajak dia menjelajah lebih luas.”

Huft… tarik napas. Iya juga sih. Kami memang belum bisa mengajak Aleisha mengeksplorasi lebih dengan mengajaknya jalan-jalan. Salah satu faktornya karena suami kuliah lagi. Tentunya membutuhkan dana yang nggak sedikit. Jadi sekolah menjadi salah satu sarana untuk Aleisha bereksplorasi. Apalagi kan sekolahnya memiliki halaman yang sangat luas, dengan banyak sekali permainan. Pas untuk karakter Aleisha yang di pantatnya seperti ada jarum a.k.a nggak bisa duduk anteng.

Cuma sebelum akhirnya fix mendaftarkan Aleisha ke sekolah, saya memperhatikan kesiapan Aleisha. Kriteria kesiapan si kecil sekolah saya lihat di artikel Mommies Daily berjudul Tanda-tanda Anak Siap Sekolah. Continue reading

[Preschool at Home] DIY: Membuat Pompom Mini

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Di kalangan ibu-ibu saat ini, pompom adalah salah satu benda yang ngeheits. Karena dari pompom, beragam kreatifitas dan permainan bisa dibuat. Setelah melihat beberapa teman FB meng-upload foto anaknya yang bermain dengan pompom, saya jadi tergiur untuk beli juga. Dan sudah menemukan seller yang siap dikontak. Tapi tib-tiba saya berubah pikiran.

‘Aih, kenapa enggak buat sendiri aja ya. Kan bisa sebagai aktivitas bermain Aleisha juga.’

Lalu, saya pun googling cara membuat pompom mini. Oalah, jebul gampil lho buatnya. Langsung deh saya meluncur ke toko alat-alat jahit membeli benang wol. Terus sorenya dieksekusi bareng genduk.

Nah, yang mau ikutan bikin, ini saya buatkan tutorialnya. Gampang banget kok 😉

Pompom Mini

Bahan:

Benang Wol

Peralatan:

  • Garpu
  • Gunting yang ujungnya runcing

Astri Hapsari | @AstriHapsari_

Cara Membuat: Continue reading

[Preschool at Home] DIY: Serunya Bermain Pasir Berwarna Homemade

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Sebenarnya udah lama ingin mengajak Aleisha berkreasi dengan pasir warna-warni. Gara-gara lihat di salah satu teman FB yang bermain ini dengan anaknya. Udah kepikiran aja tuh mau beli. Tapi maju mundur cantik karena mikir siapa tahu aja bisa buat sendiri. Tidak usah membeli. Soalnya Aleisha kan kadang kalau mainan suka nanya.

“Boleh dimakan enggak, Bunda?”

“Makannya pura-pura doang.” Tapi ujung-ujungnya masuk mulut juga *hadeuh.

Eh terus lihat di timeline Bunda Asri Widha (ibu susuannya Aleisha dulu waktu baru lahir) lagi mainan pasir warna-warni sama Mbak Kinan. Dan katanya pasirnya bikin sendiri. Huwaaa… pas banget ini. Langsung deh semalam dieksekusi.

Bahan:

Garam

Pewarna makanan

Cara Membuat:

Ambil garam secukupnya dan taruh di beberapa wadah. Lalu teteskan pewarna makanan secukupnya juga. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Dan… taraaa… pasir warna-warni siap dimainkan.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Astri Hapsari | @Astri Hapsari_Untuk sketsanya saya buat tiga dulu. Kepik, kupu-kupu, dan strawberry. Soalnya kan sudah malam dan saya baru tahu temannya suami mau bertamu. Alhasil saya dan Aleisha bermain sebentar banget. Cuma dua puluh menit. Otomatis lah Aleisha protes.

“Bunda, kok udahan.”

“Bunda, aku masih mau main pasir.”

“Ihhh Bunda mahhh. Kenapa diberesin sih.”

Begitu terus sampai mau tidur. Tidak berhenti-berhenti minta main pasir lagi. Saya bilang mainnya besok lagi yaaa. Biar bisa main sama Teteh Caca dan Mbak Daru (temannya sepantaran di rumah). Tapi dasar bocah. Tetep aja yaaa cemberut.

Astri Hapsari | @Astri Hapsari_ Continue reading

[Preschool at Home]: Hujan-hujanan Yuk!

DSC_0728

 

“Jangan main hujan lah! Nanti sakit.”

Kata-kata eyangnya Aleisha tersebut sampai sekarang masih saya ingat. Ceritanya lagi hujan, terus saya nyeplos, “Cica, kapan-kapan main hujan yuk.” Usia Aleisha kala itu kurang lebih 20 bulan. Otomatis saya dapat warning keras dari eyangnya.

Tapi rasanya, masih banyak ya orang tua yang khawatir anaknya sakit bila mandi hujan. Sebenarnya bukan hujan yang membuat sakit. Namun perubahan suhu tubuh akibat guyuran hujan, membuat anak rentan disapa penyakit demam atau pilek. Penyebab sakit yang lain adalah air hujan mengandung polusi, kotoran, dan bibit penyakit. Jadi sebenarnya tidak masalah bermain hujan. Asalkan memperhatikan do’s and don’ts-nya. Berikut syarat agar anak bisa bermain hujan yang saya rangkum dari beberapa artikel.

DSC_0732

Do’s: Continue reading