Membersamai Anak Bermain, Melejitkan Potensi Kecerdasan Mereka

Anak itu homo ludens, makhluk yang senang dengan permainan dan bermain. Seorang ibu yang profesional harus bisa senantiasa bermain dengan anak dan menunjukkan kegembiraan.

Materi yang disampaikan Bu Septi Peni Wulandani saat saya mengikuti program Matrikulasi Ibu Profesional, benar-benar menohok hati. Bukan… bukan saya tidak pernah bermain dengan anak. Namun dua tahun ke belakang, saya jarang sekali menunjukkan kegembiraan bersama Aleisha. Semua berawal ketika saya hamil anak kedua. Saya mengalami masa trimester pertama yang cukup berat. Mabok parah membuat saya memuntahkan apapun yang masuk ke perut. Bahkan minum air putih saja, saya muntah. Alhasil saya merasa lemah dan lesu. Jika sebelum hamil, saya selalu menemani Aleisha main, ketika hamil saya memanggil teman Aleisha untuk bermain di rumah. Menyediakan banyak mainan dan membiarkan mereka main berdua atau bertiga. Sedang saya tiduran di kursi sambil mengawasi.

Aleisha dan teman-teman mainnya

Kemudian Aldebaran lahir, yang ternyata bau tangan akut dan sakaw nenen. Tidak bisa lepas dari gendongan ibunya. Jujur, saya cukup panik. Anak pertama sedang aktif-aktifnya, anak kedua maunya digendong terus, pekerjaan rumah menumpuk, tidak sempat memasak, suami sedang studi S2, dan tidak ada keluarga yang membantu. Perfect! Hingga Aldebaran berusia 1 tahun, Aleisha lebih banyak bermain dengan temannya. Ya, meski saya menemani, tapi berfungsi sebagai pengawas saja, tidak hadir utuh bermain bersamanya. Saya memang tidak melepaskan Aleisha bermain bebas keluar rumah. Soalnya saya mamak parnoan. Takut anak diculik 😀

Merasa tidak bisa memanage waktu dengan baik, saya mengikuti program perkuliahan di Institut Ibu Profesional. Di sinilah materi-materi yang disampaikan Bu Septi menyadarkan saya, bahwa saya harus menjadi ibu profesional. Dan salah satu ‘tugas’ ibu profesional adalah membersamai anak bermain dengan kegembiraan. Membersamai bukan sekedar duduk dan menemani anak bermain, tapi juga turut bermain bersama anak.

Children don’t need more things. The best toys a child can have is a parent who gets down on the floor and plays with them. (Bruce Perry)

Continue reading