Tribute to Breastfeeding Child, Father, Grandma, and Grandpa

“Assalamu’alaikum… Selamat pagi anak sholehah. Mana senyum pagi harinya.”
Ah, nggak kerasa ya, Nduk. Sudah enam bulan mengucapkan sapaan pagi hari ini untukmu. Dan biasanya kau membalasnya dengan senyum manismu. Kau sungguh anak Bunda yang sumeh.
Enam bulan. Ya, enam bulan sudah Bunda menyusuimu. Bahagianya Bunda bisa mengantarkanmu menjadi sarjana ASI.
Terima kasih ya, Nduk, telah berjuang bersama Bunda.
Terima kasih ya, Nduk, kau mau melewati masa-masa sulit di awal kelahiranmu ketika ASI Bunda belum keluar.
Terima kasih ya, Nduk, kau tidak bingung puting karena Bunda berikan dot saat Bunda bekerja.
Terima kasih ya, Nduk, kau minum dengan lahap ASI perahan Bunda.
Sebagai tanda terima kasih, Bunda buatkan sertifikat ini untukmu. Serfitikat tanda kau lulus S1 ASI.


Bunda juga ingin mengucapkan terima kasih untuk yandamu.
Terima kasih, Yanda, selalu membela Bunda ketika keluarga kurang mendukung.
Terima kasih, Yanda, atas support dan semangat saat Bunda merasa stres.
Terima kasih, Yanda, sudah mengambil alih pekerjaan rumah tangga sehingga Bunda tidak terlalu lelah.
Yanda, agar selalu mengenang pengorbananmu, Bunda berikan sertifikat ini untukmu.

Rasa terima kasih Bunda ucapkan pula untuk eyang dan mbahmu, Nduk. Walaupun awalnya eyang kurang mendukung, tapi pada akhirnya eyang mau memberikan ASIP untukmu. Tanpa setetes air putih. Utiemu sudah sejak pertama mendukung keinginan Bunda menyusuimu hingga dua tahun. Sebagai pernghargaan, Bunda persembahkan sertifikat ini buat eyang dan utiemu.

Nduk, tanpa bantuan kakungmu, Bunda tidak bisa menyimpan ASIP. Ya, Kakung yang membelikan freezer untuk kita. Yuk ucapkan terima kasih buat kakung.

 

Semuanya… Kakak, Ibu, Ayah, Mama, dan Bapak. Terima kasih sudah mendukung Aleisha mendapatkan ASI Eksklusif dan semoga terus hingga dua tahun. Amiin…

4 thoughts on “Tribute to Breastfeeding Child, Father, Grandma, and Grandpa

  1. Selamat atas kelulusan S1 ASIX Aleisha utk Mbak Astri, Al, n family 🙂 Semoga kluarga saya dan keluarga lain di indonesia bisa melakukan perjuangan yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


two + 5 =